Perang Dunia II antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet terjadi perebutan pengaruh yang melahirkan Perang Dingin (Cold War). Perang dingin ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

Perbedaan Paham

Paham demokrasi-kapitalis yang dianut oleh Amerika Serikat berbeda bahkan bertentangan dengan paham sosialis-komunis Uni Soviet. Paham demokrasi-kapitalis mengagungkan kebebasan individu yang memungkinkan kapitalisme berkembang dengan subur. Akan tetapi, Amerika Serikat menyadari bahwa kaum buruh, tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang seperti di Eropa beberapa abad silam yang dapat menyuburkan paham sosialis-komunis.

Oleh karena itu, kaum buruh diberi jaminan cukup dan diberi kesempatan bermodal dalam perusahaan, sehingga pemogokan yang mereka adakan dapat merugikan perusahaan itu sendiri. Uni Soviet yang berpaham sosialis-komunis berkeyakinan bahwa paham itu dapat lebih mempercepat kesejahteraan buruh maupun rakyatnya, karena negara-negara yang mengendalikan perusahaan akan memanfaatkan keuntungannya untuk rakyat. Hal itu di buktikan dengan Rencana Lima Tahun. Akan tetapi caranya yang serba tertutup menyebabkan negara-negara Barat menyebutnya sebagai “negara di balik tirai besi”.

Keinginan Berkuasa

Amerika Serikat dan Uni Soviet mempunyai keinginan menjadi penguasa untuk di dunia dengan cara-cara yang baru. Amerika Serikat sebagai negara kreditor besar membantu negara-negara yang sedang berkembang. Bantuan itu berupa pinjaman modal untuk pemhangunan, dengan harapan bahwa rakyat yang makmur hidupnya dapat menjadi tempat pemasaran hasil industrinya dan dapat menjauhkan pengaruh sosialis-komunis. Masyarakat yang menderita ataumiskin merupakan lahan subur bagi paham sosialis komunis. Di samping itu, Uni Soviet yang mulai kuat ekonominya membantu perjuangan nasional berupa senjata atau tenaga ahli. Hal ini dilakukan untuk mempengaruhi negara-negara tersebut.

Perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet menyangkut bidang yang sangat luas yaitu politik, ekonomi, militer, maupun ruang angkasa.

Bidang Politik

Amerika Serikat berusaha menjadikan negara-negara yang sedang berkembang menjadi negara demokrasi, agar hak-hak asasi manusia dapat dijamin. Di negara-negara yang sebelumnya kalah perang seperti Jepang dan Jerman kecuali paham demokrasi, kapitalisme juga dikembangkan.

Negara-negara tersebut dapat sehaluan dengan Amerika Serikat dan merupakan negara pengaruhnya.

Uni Soviet dengan paham sosialis-komunisnya mendengungkan pembangunan negara dengan Rencana Lima Tahunnya. Caranya tidak dilakukan dengan liberal, tetapi diktator. Negara-negara yang sehaluan disebut dengan satelit Uni Soviet, karena apa yang diperintahkan wajib dilakukan oleh negara-negara satelit tersebut. Penyimpangan seperti yang dilakukan oleh Polandia dan Hongaria ditindak keras oleh Uni Soviet (1956).

Bidang Ekonomi

Sebagai negara kreditor terbesar, Amerika Serikat dapat memberikan pinjaman atau bantuan ekonomi kepada negara-negara yang sedang berkembang. Negara-negara Barat yang hancur ekonominya akibat Perang Dunia II dibantu melalui Marshall Plan. Di samping itu, ada negara yang memperoleh “Grants in Aid”, yaitu bantuan ekonomi dengan kewajiban mengembalikannya berupa dolar atau dengan membeli barang-barang Amerika Serikat.

Untuk negara Asia Presiden Truman mengeluarkan “The Foints Four Program For The Economic Development in Asia” berupa bantuan teknik dalam wujud perlengkapan-perlengkapan ekonomis atau bantuan kredit yang berasal dari sektor swasta di Amerika Serikat yang disalurkan oleh pemerintah kepada negara-negara yang sedang berkembang.

Bidang Militer

Perebutan pengaruh yang paling mencolok antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet adalah dalam pakta pertahanan. Negara-negara Barat membentuk North Atlantic Treaty Organization, (NATO) tahun 1949 sebagai suatu organisasi pertahanan. Bila salah satu anggotanya diserang maka dianggap sebagai seangan terhadap NATO. Pada mulanya markas NATO berada di Paris, tetapi setelah Prancis keluar dari NATO, maka markasnya pindah ke Brussel. Prancis beranggapan bahwa persekutuan NATO didominasi oleh Amerika Serikat. Walaupun Prancis tidak menjadi anggota Blok Timur, tetapi hubungan Prancis dengan negara Uni Soviet dan RRC lebih baik dibandingkan dengan negara-negara Barat lainnya.

Di Asia Tenggara dibentuk South East Asia Treaty Organization (SEATO) tahun 1954, atas dasar south East Asia Collective Defence Treaty. Aggotanya yang utama justru negara-negara Barat, sedangkan negara-negara utama di Asia Tenggara seperti Indonesia tidak ikut serta. Pakta pertahanan tersebut ditujukan terhadap komunis di Asia Tenggara, khususnya di Vietnam. Pakta pertahanan SEATO menyatakan bubar pada tahun 1975.

Sementara itu, Uni Soviet dengan negara-negara Blok Timur membentuk Pakta Warsawa (1955) atas dasar “Pact of Mutual Assistance and Unified Comand”. Di Asia Tenggara, Uni Soviet memberikan bantuan peralatan militer dan teknisi kepada Vietnam yang akhirnya dapat mendesak Amerika Serikat dari negara tersebut (1975).

Ruang Angkasa

Pesawat Ulang alik

Dunia dirasakan semakin sempit untuk diperebutkan oleh kedua negara adikuasa Amerika Serikat dan Uni Soviet. Oleh karena itu, perhatian dari kedua negara itu mengarah ke ruang angkasa yang masih bebas untuk diperebutkan.

Pada mulanya Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik I tanpa awak kapal (1957), kemudian diikuti oleh Sputnik II yang membawa seekor anjing. Amerika Serikat mengimbangi dengan meluncurkan Explorer I (1958), kemudian diikuti dengan Explorer II, Discoverer dan Vanguard. Uni Soviet mengungguli dengan meluncurkan Lunik yang berhasil didaratkan ke bulan, dan kemudian ditandingi oleh Amerika Serikat dengan pendaratan manusia di bulan.

Manusia angkasa (astronout) pertama yang diluncurkan Uni Soviet adalh Yuri Gagarin (1934-1968) dengan mengendarai pesawat ruang angkasa Vostok I yang berhasil mengitari bumi selama 108 menit (1961). Amerika Serikat kemudian menyusul dengan astronotnya yang pertama adalah Alan Bartlett Shepard, Jr (1934-1968) yang berada di ruang angkasa selama 15 menit (1961). Uni Soviet menunjukan lagi kelebihannya dengan meluncurkan Gherman Stepanovich Titov (1935-….) yang mengitari bumi selama 25 jam dengan pesawat Vostok II. Disusul oleh Amerika Serikat yang meluncurkan John H. Glenn dengan pesawat Friendship VII yang berhasil mengitari bumi sebanyak tiga kali.

Amerika Serikat berusaha menaklukkan ruang angkasa dengan mengadakan penyelidikan-penyelidikan benda –benda ruang angkasa yang jauh letaknya dari bumi seperti Saturnus, Yupiter, dan lain-lain.

Dengan demikian, demi kepentingan politik, ekonomi, dan militer, kedua negara adikuasa tersebut menjalankan politik pecah belah. Negara dan bangsa yang terpecah belah antara lain Korea, Vietnam, dan Jerman. Khusus Vietnam dan Jerman telah bersatu kembali sebagai sebuah negara dan bangsa, walaupun dalam penyatuannya tersebut memerlukan proses yang cukup lama, terutama di dalam beradaptasi, mengingat di antara mereka pernah mendapat pengaruh dari paham-paham yang berbeda.