Perbedaan Awan dengan Kabut

Perbedaan Awan dengan Kabut

Apa itu Kabut?

Kabut adalah awan yang bersentuhan dengan tanah. Sama seperti awan di langit, ia terbentuk ketika udara menjadi sangat jenuh, artinya ia tidak dapat lagi menahan kelembapan dalam bentuk uap.

Akibatnya, air mengendap dari udara, membentuk kabut halus tetesan air. Jika udara cukup jenuh, tetesan akan berubah menjadi gerimis atau hujan. Tempat paling berkabut di Bumi tampaknya adalah Grand Banks, sebuah area di lepas pantai Newfoundland.

Semakin hangat udara, semakin banyak uap air yang dapat ditahannya dalam bentuk uap. Oleh karena itu, kabut dan awan terbentuk ketika udara didinginkan dengan cepat, dan uap air di udara melekat pada partikel seperti debu atau garam laut.

Awan terbentuk karena udara lembab mendingin saat naik ke atmosfer bumi. Kabut dapat terbentuk dalam beberapa cara, meskipun sebagian besar terurai menjadi kabut adveksi atau radiasi. Dalam kedua kasus tersebut, udara berawan seringkali jauh lebih dingin daripada udara bersih di sekitarnya, dan dapat terasa lembap karena semua tetesan kelembapan.

Smog adalah jenis kabut berbahaya yang terbentuk dari partikel.

Ketika bagian depan udara lembab yang hangat bergerak di atas tanah yang lebih dingin, itu dapat membentuk kabut adveksi. Tanah yang dingin menyebabkan udara di bagian depan yang hangat menjadi dingin, memaksanya menjadi jenuh.

Banyak orang yang tinggal di dekat lautan akrab dengan fenomena ini. Kabut radiasi terbentuk ketika permukaan bumi mendingin, biasanya pada malam hari. Saat bumi mendingin, hal itu menyebabkan udara di sekitarnya juga menjadi dingin, dan kabut muncul.

Kabut juga dapat mengendap di sekitar lembah dan cekungan lainnya ketika udara panas di atas kolom udara dingin memaksa udara tetap dekat dengan tanah. Jenis ini biasanya terjadi pada pagi hari, sebelum matahari menghangatkan udara yang lebih dingin, membiarkannya naik sehingga kabut akan menghilang.

Vog adalah sejenis kabut asap alami yang dikeluarkan oleh gunung berapi.

Kabut bisa menjadi sangat tebal, berpotensi mengaburkan jarak pandang dengan sangat serius. Mengacu pada kualitas ini, banyak orang menggunakan istilah ini secara metaforis, untuk berbicara tentang penglihatan kabur. Banyak program pengeditan gambar juga menawarkan opsi “fogging” yang membuat gambar sedikit kabur. Kabut juga bisa mempermainkan indera lain, mengubah cara suara dan cahaya bergerak dan membuatnya sulit untuk mengarahkan diri sendiri.

Fog pada dasarnya adalah awan yang terbentuk dekat dengan tanah.

“Kabut London” klasik abad ke-19 sebenarnya adalah kabut asap, salah satu bentuk polusi. Asap terbentuk ketika partikel di udara menjadi begitu terkonsentrasi sehingga mulai mengaburkan jarak pandang, dan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Konsep terkait, vog, adalah kabut asap alami yang disebabkan oleh gunung berapi. Polutan yang dikeluarkan oleh gunung berapi saat meletus bercampur dengan udara untuk membentuk awan tebal, yang seringkali sangat berbahaya karena konsentrasi belerang yang tinggi di sekitar gunung berapi.

Perbedaan Awan dengan Kabut

1. Proses Terbentuknya Awan dan Kabut

Awan terbentuk akibat penguapan karena sinar matahari. Penguapan terbesar terjadi di wilayah perairan, seperti laut dan danau. Sedangkan kabut terbentuk dari pendinginan udara dan atau kompresi (peningkatan tekanan udara).

2. Letak Awan dan Kabut

Meski jika kamu berada di ketinggian awan dan kabut nampak sama, letaknya ternyata berbeda. Ini sesuai dengan pemandangan awan dan kabut dilihat dari kejauhan. Kabut terjadi karena proses pendinginan atau kondensasi. Saat kabut terjadi, kelembapan biasanya meningkat sampai 100 persen dari keadaan mula-mula. Kondensasi terjadi tidak jauh dari permukaan tanah. Itu sebabnya ketika hari dingin kamu dapat melihat wilayah sekitar nampak berasap.

Berbeda dengan awan, uap air menguap karena panas matahari sampai ketinggian tertentu. Setiap jenis awan seperti cumulus, stratus, dan sebagainya mempunyai ketinggian berbeda. Namun, semua awan tidak ada dekat permukaan tanah. Awan tergantung di atas atmosfer, tepatnya di lapisan troposfer. Ini bagian contoh fenomena pada lapisan atmosfer. Secara sederhana dapat disebutkan bahwa kabut melayang di udara (berada di dekat dasar tapi tidak menyentuh dasarnya yang berupa tanah) dan awan mengapung.

3. Kecepatan Awan dan Kabut

Awan dan kabut bergerak. Terkadang gerakan keduanya dapat kamu lihat. Gerakan kabut konstan dan stabil. Tidak melambat, tidak pula tiba-tiba sangat cepat. Arahnya juga tetap. Berbeda dengan awan. Awan dapat bergerak mengikuti gerak dan kecepatan angin. Oleh karena itu, awan dapat bergerak sangat cepat, dapat pula sangat lambat. Arahnya juga sesuai dengan arah angin.

Pernahkan kamu merasakan bahwa hari panas dengan cahaya matahari bersinar terang tiba-tiba mendung dan hujan? Ya, di tempat kamu berdiri awalnya tidak ada awan gelap. Namun,angin membawanya dengan cepat dan sampai di sana, Akhirnya, wilayah yang awalnya terik menjadi berawan dan hujan. Hal yang sama dapat terjadi sebaliknya. Hari sedang mendung dengan awan tebal tetapi tidak jadi hujan.

4. Ukuran Butiran Air

Dengan banyaknya perbedaan, awan dan kabut punya satu persamaan yaitu mengandung butiran air. Hanya saja ukurannya berbeda. Kabut mempunyai butiran air yang sangat kecil. Ukurannya kurang dari 10 mikrometer. Dalam cabang ilmu fisika yaitu ilmu ukur satuan, mikrometer berada jauh di bawah milimeter, hingga 3 tingkat. Terbayangkah berapa kecilnya? Sekitar 0,01 milimeter. Padahal 1 milimeter saja sangat kecil. Awan mempunyai ukuran yang lebih besar, antara 10 sampai 200 mikrometer. Ukuran butiran air ini yang menyebabkan kabut melayang dan awan mengapung di udara.

5. Cara Awan dan Kabut Menghilang

Awan dan kabut dapat menghilang dengan sebab yang berbeda. Sesuai uraian sebelumnya, awan dapat bergerak dengan arah dan kecepatan yang sama dengan angin. Dengan kondisi ini, awan dapat bergerak meninggalkan wilayah kamu karena angin. Bukan benar-benar menghilang tentunya tetapi karena berpindah.

Awan hitam dapat menghilang jika sudah mengalami pendinginan dan turun menjadi hujan. Kamu sering melihat kabut menghilang? Masyarakat yang tinggal di desa lereng dan kaki gunung sering merasakannya. Kabut lama kelamaan menghilang ketika matahari semakin tinggi. Benar, kabut dapat menghilang ketika suhu udara naik. Partikel uap air yang ukurannya kecil cepat sekali menguap.

Meski demikian, kabut tebal tidak menghilang secepat kabut tipis. Kabut tebal memantulkan panas matahari yang datang sehingga pemanasan pada udara di bawahnya berlangsung lebih lambat. Kabut juga dapat menghilang karena adanya transfer turbulensi. Turbulensi atau tekanan udara yang meningkat mengakibatkan lapisan bawah udara panas dan kering sehingga kabut menghilang.

6. Dampak Awan dan Kabut

Kamu pernah ke daerah Puncak Bogor? Atau pegunungan seperti Dieng dan Bromo? Apa yang dirasakan saat setelah hujan dan dini hari yang dingin? Kabut menghalangi pandangan mata bukan? Bagi pengendara kendaraan bermotor harus ekstra hati-hati di kondisi ini. Jarak pandang menjadi semakin dekat.

Mengapa bisa terjadi? Umumnya kabut datang bersamaan dengan embun atau hujan. Nah uap air pada hujan atau embun bercampur dengan gas menjadi cair. Ketika suhu terus menurun, titik-titik air semakin banyak. Ini yang menyebabkan gangguan penglihatan. Pada beberapa kasus, kabut juga menyebabkan gangguan berbagai jenis pernapasan. Saat dingin dan kamu berada di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker.

Awan tidak membawa dampak signifikan seperti kabut. Awan umumnya menghasilkan hujan. Semakin banyak uap air yang terkumpul dan mengalami pendinginan di atas, awan semakin gelap. Titik air yang dihasilkan semakin banyak. Jika manusia tidak mengelola lingkungannya dengan baik, hujan menyebabkan bencana alam.

Related Posts