Perbedaan Lemak dan Minyak

Berikut ini merupakan beberapa uraian tentang perbedaan antara lemak dengan minyak, diantaranya:

1. Sumber lemak dan minyak

Manusia bisa mendapatkan asupan lemak dan minyak dari sumber yang berbeda. Minyak dan lemak adalah golongan dari lipid. Lipid jenis minyak umumnya berasal dari tumbuhan dan dikandung dalam bentuk cair. Sementara itu lemak umumnya berasal dari hewan dan dikandung dalam bentuk padat. Pengecualian terdapat pada hewan laut. Hewan laut tidak memiliki lemak. Tubuhnya mengandung minyak bukan lemak.

2. Kejenuhan

Keadaan jenuh dalam kimia adalah keadaan dimana partikel-partikelnya tidak ada yang bebas dari reaksi. Setiap satu partikelnya memiliki pasangan dengan yang lainnya. Cabang-cabang rangkaian juga terisi penuh. Minyak bersifat tidak jenuh karena minyak memiliki ikatan rangkap. Sementara lemak umumnya bersifat jenuh karena seluruh partikelnya berikatan dengan partikel lain.

3. Bentuk Olahan

Minyak dan lemak perlu diolah terlebih dahulu sebelum dapat digunakan untuk kehidupan manusia sehari-harinya. Margarin diolah dari lemak yang diolah dari minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sementara itu Mentega diolah dari lemak hewan dan memiliki kandungan kolesterol tidak seperti margarin. Lemak yang dikandung dalam minyak olahan cenderung bersifat tidak jenuh sementara lemak pada mentega cenderung bersifat jenuh.

4. Ketahanan

Kerusakan makanan atau tengik adalah perubahan aroma dan rasa. Hal ini disebabkan karena molekul-molekul yang terkandung dalam makanan terlepas ke udara karena terpapar udara. Minyak cenderung lebih mudah rusak karena lepasnya kandungan asam butirat di dalamnya. Sementara itu lemak cenderung lebih sulit tengik karena ikatan antar molekulnya lebih kuat dibandingkan dengan minyak sehingga molekulnya lebih sulit lepas ke udara.

5. Wujud

Pada suhu ruangan umumnya lemak memiliki wujud berupa padatan. Sedangkan pada suhu ruangan minyak berwujud cairan. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan wujud asam lemak penyusunnya. Seperti yang telah kita ketahui asam lemak pada lemak bersifat jenuh dan ikatannya penuh, hal ini menyebabkan lemak mengambil bentuk padatan. Sementara itu ketidakjenuhan asam lemak pada minyak menyebabkan minyak mengambil bentuk cairan.

6. Titik leleh

Lemak memiliki titik leleh yang lebih tinggi dibandingkan dengan minyak. Titik leleh adalah suhu ketika lemak atau minyak berubah dari fase padat ke fase cair. Titik leleh asam lemak dipengaruhi oleh panjang rantai karbon dari lemak atau minyak. Karena lemak cenderung jenuh dan memiliki atom karbon yang terikat, maka titik lelehnya lebih tinggi dibandingkan minyak. Titik leleh minyak lebih rendah karena ikatan rangkapnya lebih banyak dibandingkan lemak. Selain itu isomer asam lemak minyak yang memiliki konfigurasi cis menyebabkan minyak memiliki titik leleh yang lebih rendah dibandingkan lemak yang memiliki konfigurasi trans lebih banyak..

Related Posts