Kelebihan dan Kekurangan Energi Alternatif

Sumber energi konvensional terutama batubara dan minyak bumi tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan yang tidak dapat diperbaiki tetapi juga menjadi sangat mahal. Energi alternatif menawarkan solusi untuk meningkatnya permintaan energi tetapi juga menimbulkan sejumlah tantangan.

Keuntungan Energi Alternatif

1. Manfaat lingkungan.

Emisi karbon rendah atau nol tidak diragukan lagi merupakan keunggulan utama energi alternatif dibandingkan bahan bakar fosil. Tenaga surya dan angin hampir menghasilkan nol emisi karbon, sementara kayu menyediakan energi yang berkelanjutan, ramah lingkungan dan murah untuk pemanasan, tentu saja dengan syarat bahwa kayu bakar bersumber dari hutan yang dikelola secara lestari dan dibakar di tungku pembakaran kayu yang efisien.

2. Peningkatan keamanan energi.

Bahan bakar fosil didistribusikan secara tidak merata dan membuat ekonomi global bergantung pada beberapa negara pengekspor. Pemanfaatan energi alternatif dengan demikian secara signifikan mengurangi ketergantungan dari pasokan energi internasional yang pada gilirannya meningkatkan ketahanan energi dengan menyediakan pasokan energi yang stabil dan hemat biaya.

3. Keberlanjutan.

Berbeda dengan jenis energi tradisional yang tidak terbarukan, bentuk energi alternatif bersifat terbarukan yang berarti menawarkan pasokan energi yang berkelanjutan dan stabil dalam jangka panjang. Matahari tidak akan berhenti bersinar, angin tidak akan berhenti bertiup, pohon yang ditebang untuk kayu dapat dengan mudah diganti, dll.

Kekurangan Energi Alternatif

1. Harga tinggi.

Sayangnya, teknologi yang memanfaatkan sumber energi alternatif masih relatif mahal. Hal ini tentu saja memiliki pengaruh besar pada harga energi yang pada gilirannya menimbulkan kekhawatiran tentang dampak ekonomi yang merugikan. Segmen industri yang besar sangat bergantung pada energi murah agar mampu bersaing dengan ketatnya persaingan global.

2. Efisiensi rendah.

Teknologi energi alternatif relatif baru di kantor dan tidak terlalu efisien. Hal ini menimbulkan masalah dengan kelayakan karena investasi mungkin tidak kembali, bahkan dalam jangka panjang. Akibatnya, minat investor swasta terhadap teknologi hijau tetap relatif rendah, sementara Pemerintah hanya dapat membiayai sejumlah investasi pada satu waktu.

Masalah dengan stabilitas sistem. Sektor energi tidak hanya mencari solusi alternatif untuk menurunkan emisi karbon dioksida tetapi juga untuk memenuhi permintaan energi yang meningkat. Agar sistem pasokan energi tetap stabil, pasokan sangat penting untuk memenuhi permintaan. Dan dengan teknologi saat ini yang tersedia, jenis energi alternatif – terutama yang paling diinginkan seperti energi matahari – tidak dapat menghasilkan energi yang cukup untuk memenuhi permintaan.

Related Posts