Fungsi dan Manfaat Vitamin B1 (Thiamin)

Thiamin, atau Vitamin B1 (juga dikenal sebagai Aneurin di Eropa dan Inggris), adalah salah satu zat tubuh untuk mengubah karbohidrat menjadi energi. Thiamin membantu tubuh membuat pirofosfat thiamin (TPP), karena tanpa TPP tubuh tidak mampu untuk mengubah makanan menjadi energi.

Vitamin B1 juga membuat otot-otot jantung menjadi sehat sehingga jantung berdetak secara teratur, dan sangat penting untuk pemeliharaan fungsi otak dan sistem saraf dengan baik. Bahkan, vitamin B1 sangat penting untuk keadaan mental yang sehat. Wheat germ, biji bunga matahari, kacang-kacangan, jeruk, buncis dan kacang polong, kismis, asparagus, kembang kol, kentang, susu, roti gandum, oatmeal, dan beras merah adalah sumber thiamin yang baik. Hal ini juga ditemukan dalam salmon steak, daging babi, daging sapi dan ayam.

Thiamin terdiri atas cincin pirimidina dan cincin thiazola (mengandung sulfur dan nitrogen) yang dihubungkan oleh jembatan metilen. Turunan fosfatnya ikut serta dalam banyak proses sel. Thiamin disintesis dalam bakteri, fungi dan tanaman. Hewan harus memenuhi keperluan tiamin dari makanan. Asupan yang tidak cukup menyebabkan penyakit beri-beri, yang memengaruhi sistem saraf tepi dan sistem kardiovaskular. Kekurangan vitamin B1 juga dapat menyebabkan sindrom Wernicke-Korsakoff.

Thiamin berperan sangat vital agar otak dapat bekerja dengan normal. Sebuah senyawa turunan thiamin yang disebut benfothiamin, dengan efektif, mengurangi plak amiloid dan fosforilasi protein tau pada area kortikal otak tikus dan menekan aktivitas enzim glikogen sintase kinase 3. Penelitian ini sangat mirip dengan kondisi penderita Alzheimer. Senyawa turunan yang lain semisal thiamin pirofosfat, merupakan koenzim pada siklus asam sitrat yaitu pada kompleks piruvat dehidrogenase dan kompleks α-ketoglutarat dehidrogenase.

alcoholism-sick
Merokok dan mengkonsumsi alkohol juga mengganggu penyerapan thiamin dalam tubuh.

Makanan yang mengandung thiamin akan kehilangan banyak nilai gizinya jika makanan tersebut didinginkan, dan sulfida (bahan pengawet pada makanan siap saji) juga menghancurkan thiamin dalam makanan. Merokok dan mengkonsumsi alkohol juga mengganggu penyerapan thiamin. Selain itu, penyerapan thiamin sepenuhnya tergantung pada asupan yang cukup dari vitamin B6, vitamin B12, dan asam folat.

Loading...

Artikel terkait lainnya