Pengertian dan Fungsi Kantong Empedu Pada Manusia

6 Fungsi Kantong Empedu Manusia – Manusia merupakan ciptaan makhluk tuhan yang paling sempurna diantara makhluk lainnya. Berbagai organ yang terdapat dalam tubuh manusia lengkap dengan segala fungsinya. Organ-organ itulah yang dapat membantu hidup manusia berlangsung. Salah satu organ terpenting di dalam kelangsungan hidup pada manusia ialah kantong empedu. 6 Fungsi Kantong Empedu Manusia akan di jelaskan pada artikel berikut.

Hati menghasilkan sekitar 500 sampai 600 mL empedu setiap hari. Empedu bersifat isoosmotik dengan plasma dan terutama terdiri dari air dan elektrolit, tetapi juga merupakan senyawa organik yakni garam empedu, fosfolipid (kebanyakan lesitin), kolesterol, bilirubin, dan senyawa endogen yang diproduksi atau tertelan lainnya, seperti protein yang mengatur fungsi GI dan obat atau metabolitnya.

Apa itu Kantong empedu

Kantong empedu ialah organ dalam tubuh manusia berbentuk menyerupai buah pir yang bisa menyimpan 50ml empedu untuk kebutuhan tubuh dalam proses pencernaan. Sementara empedu ialah cairan dengan sifat basa pahit dan warnanya hijau kekuningan karena terkandung pigmen biliverdin, bilirubin, serta urobilin yang disekresikan hepatotosis dengan vertebrata.

Bilirubin adalah produk degradasi senyawa heme dari sel darah merah usang dan merupakan pigmen yang memberikan warna empedu kuning-hijau. Garam empedu (asam empedu) merupakan komponen organik utama dalam empedu. Hati menggunakan transpor aktif untuk mengeluarkan garam empedu ke dalam canaliculi, celah antara hepatosit yang berdekatan. Transportasi canalicular adalah langkah membatasi laju dalam pembentukan empedu.

Setelah dilepaskan, garam empedu menarik komponen empedu lainnya (terutama Na dan air) ke dalam canaliculi oleh osmosis. Garam empedu juga sebagai pembersih biologis yang memungkinkan tubuh untuk mengeluarkan kolesterol dan senyawa berpotensi beracun (misalnya, bilirubin, obat metabolit ). Fungsi garam empedu pada duodenum adalah untuk melarutkan lemak yang tertelan dan vitamin yang larut dalam lemak, memfasilitasi pencernaan dan penyerapan mereka. Dari hati, empedu mengalir dari sistem pengumpulan intrahepatik ke saluran hati kanan atau  kiri, kemudian ke saluran hepatik umum atau duktus koledokus.

Selama puasa, sekitar 75% dari empedu disekresi melewati dari saluran hepatik umum ke dalam kandung empedu melalui duktus sistikus. Sisanya mengalir langsung ke saluran empedu (yang dibentuk oleh persimpangan umum saluran hati dan kistik) ke duodenum. Selama puasa, kantong empedu menyerap hingga 90% dari air empedu, yang terkonsentrasi dan menyimpan empedu.

Letak Kantong empedu

Kantong empedu letaknya di bagian yang paling dekat dengan tengah-tengah perut tubuh manusia. Organ kecil yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut mempunyai fungsi utama yakni menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh organ hati. Secara normal, organ hati dapat memproduksi cairan empedu dengan jumlah 600-1200ml/hari. Selain untuk menyimpan empedu, kantong empedu pun memekatkan empedu caranya dengan menyerap air dan elektrolit. Pada kadar normal, warnanya cairan pempedu kuning kehijauan tersebut mengandung 97% air, bilirubin sebagai pemberi warna urin. Selain tersebut, cairan empedu pun mengandung kolesterol, fosfolipid, garam-garam empedu, beberapa ion serta pigmen empedu, dan zat-zat lain yang menyerupai dengan getah pancreas.

Empedu mengosongkan dari kandung empedu ke dalam saluran duktus koledokus. Saluran empedu bergabung dengan saluran pankreas untuk membentuk ampula Vater, yang bermuara di duodenum. Sebelum bergabung dengan saluran pankreas, saluran empedu mengecil dengan diameter ≤ 0,6 cm.

Sfingter Oddi, yang mengelilingi baik saluran pankreas dan saluran empedu, termasuk sfingter untuk setiap saluran. Empedu biasanya tidak mengalir mundur ke dalam saluran pankreas. Sfingter ini sangat sensitif terhadap kolesistokinin dan hormon usus lain (misalnya, gastrin-releasing peptide) dan perubahan dalam kolinergik (misalnya, oleh obat antikolinergik).

Makanan akan merangsang pelepasan hormon usus dan saraf kolinergik, menyebabkan kantong empedu berkontraksi dan sfingter Oddi untuk rileks. Akibatnya, kandung empedu mengosongkan 50 sampai 75% dari isinya ke duodenum. Sebaliknya, selama puasa, peningkatan tonus sfingter kandung empedu memfasilitasi untuk mengisi.

Garam empedu yang sulit diserap oleh difusi pasif pada usus halus proksimal; sebagian besar garam empedu usus mencapai ujung ileum, yang secara aktif menyerap 90% ke sirkulasi vena porta. Kembali ke hati, garam empedu secara efisien diekstraksi, segera dimodifikasi (misalnya, terkonjugasi jika mereka tiba dalam bentuk bebas), dan disekresi kembali ke empedu. Garam empedu beredar melalui jalur ini dari hati ke usus ke hati 10 sampai 12 kali / hari.

Sebagian besar gangguan saluran empedu akibat dari batu empedu. Batu empedu di kandung empedu biasanya tanpa gejala. Aliran empedu mungkin tersumbat oleh batu empedu di dalam saluran empedu, memicu kolik empedu atau menyebabkan peradangan kandung empedu (kolesistitis). Kolesistitis mungkin akut, berkembang selama beberapa jam, atau kronis, bertahan untuk waktu yang lama.

gambar sistem empedu
1. saluran empedu 2 saluran intrahepatik empedu, 3 duktus hepatika kiri dan kanan, 4. saluran umum hepatik, 5. saluran kistik, 6 saluran empedu umum, 7 ampula Vater, 8 Mayor papilla duodenum 9. Kandung empedu , 10-11. Lobus hati kanan dan kiri. 12. Limpa. 13. Kerongkongan. 14. Perut. Usus kecil: 15 Duodenum, 16 jejunum 17. Pankreas: 18: saluran Aksesori pankreas, 19: saluran pankreas. 20-21: ginjal Kanan dan kiri (bayangan). wikipedia.org

Penyumbatan saluran empedu juga bisa menyebabkan peradangan, biasanya dengan infeksi bakteri, saluran empedu (kolangitis akut). Aliran empedu dapat tersumbat atau diperlambat (disebut kolestasis) oleh tumor atau, pada pasien yang memiliki AIDS, berdasarkan striktur disebabkan oleh infeksi oportunistik (cholangiopathy AIDS). Kolestasis juga dapat menyebabkan peradangan, fibrosis, dan striktur dari saluran empedu (disebut kolangitis sklerosis ). Biasanya, penyebab kolangitis sklerosis tidak diketahui.

Fungsi Kantong Empedu Manusia

Berikut hal-hal penting yang harus kita tahu mengenai 6 fungsi kantong empedu manusia :

1. Membantu Proses Pencernaan Lemak

Lemak mempunyai sifat yang tidak dapat larut ke dalam air dan hanya menggunakan cairan empedulah maka lemak dari yang tidak dapat larut dalam air tersebut menjadi dapat dicerna oleh tubuh manusia. Ketika di dalam tubuh ada lemak, maka tubuh membutuhkan cairan empedu, dan saat itulah kantong empedu nantinya mengalirkan cairan empedu ke dalam usus 12 jari atau disebut dengan duodenum.

Di dalam usus tersebut cairan empedu akan membantu proses pencernaan lemak yang kita makan hingga akhirnya bisa dicerna pada sistem pencernaan berikutnya dan diserap oleh tubuh. Ketika tidak ada makanan, maka cairan empedu akan sedikit dan bahkan tak mengalir pada usus. Namun, saat terdapat makanan masuk di dalam usus duodenum (usus 12 jari) maka sinyal hormonal memicu saraf di dalam kantong empedu serta berkontrkasi sehingga cairan empedu dapat mengalir ke duodenum dan bercampur makanan.

2. Membantu Membuang Limbah Tubuh

Salah satu limbah yang berbahaya dan yang harus selalu di buang adalah pigmen-pigmen hasil dari pemecahan sel darah merah serta kelebihan kolesterol yakni dengan cara bantuan cairan empedu. Hemoglobin merupakan salah satu pigmen hasil dari penghancuran sel darah merah kemudian akan dibuang ke dalam empedu yang dijadikan bilirubin maupun pigmen utama di dalam empedu. Pigmen hasil dari sampingan perusakan pada sel darah merah di dalam hati yang tidak dapat menjadi hemoglobin nantinya akan dikeluarkan dari dalam tubuh bersama dengan feses.

3. Membantu Melarutkan Kolesterol dan Vitamin Dalam Lemak

Lemak tidak dapat larut dalam air jadi garam empedu membantu untuk melarutkannya. Tidak hanya lemak namun juga garam empedu membantu vitamin yang terdapat di dalam lemak misalnya seperti vitamin D, A, dan E sehingga lebih mudah larut dan akan mudah dicerna serta diserap oleh tubuh. Selain tersebut, garam empedu membantu pula memindahkan makanan dengan cara merangsang sekresi air pada usus besar.

4. Membantu Menghilangkan Racun Pada Hati

Empedu adalah sebuah antioksidan yang bisa menghilangkan racun dari dalam hati. Zat-zat misalnya obat-obatan, virus maupun bakteri yang tidak dapat diterima tubuh akan difilter oleh hati, kemudian hati akan mengirimkannya keluar lewat empedu. Jika kamu dalam kondsi sehat dan normal maka empedu bisa lebih mudah membersihkan usus dan hati dari racun-racun yang tak dapat diterima oleh tubuh.

5. Membantu Mengaktifkan Enzim Lipase

Enzim lipase memiliki fungsi mengubah dan memecah lemak sehingga menjadi asam lemak dan juga gliserol pada sistem pencernaan. Asam lemak serta gliserol ini nantinya bisa lebih mudah dicerna sistem pencernaan dalam tubuh kita sehingga tidak dapat menyebabkan penumpukan lemak yang berakibat pada peningkatan kolesterol. Selain itu, apabila empedu tidak mampu dalam mengaktifkan enzim lipase dari dalam tubuh manusia, maka bisa menimbulkan penyakit diabetes.

6. Membantu Menjaga Kesehatan Tubuh

Berbagai penyakit yang muncul apabila kita kekurangan enzim lipase dari dalam sistem pencernaan. Masalah utama yang muncul adalah kenaikan pada berat badan serta masalah pancreas. Kurangnya enzim lipase bisa menyebabkan penumpukan lemak yang bisa memunculkan penyakit kulit misalnya bisul dan jerawat, sistem pencernaan juga akan melemah, mudah terjangkit penyakit prostat, diare, kejang otot, demam, dan juga kejang usus.

Cairan empedu memang tak mengandung enzim pencernaan namun dapat mengaktifkan enzim di dalam pencernaan, salah satunya adalah enzim lipase. Walaupun tidak mengandung enzim pencernaan, namun empedu mempunyai garam empedu yang dapat berfungsi layaknya deterjen sehingga membantu mencerna lemak di dalam pencernaan.

Apabila kita bayangkan bagaimana sebuah cairan empedu tersebut, mungkin yang muncul di benak kita adalah rasa pahit. Hal tersebut memang benar. Cairan empedu tersebut mempunyai sifat basa dan warnanya hijau kekuning-kuningan dan rasanya pahit tersebut dikarenakan adanya kandungan pigmen biliverdin, bilirubin, dan juga urobilin yang bersekresi dengan hati. Namun, rasa pahit tersebut silahkan di abaikan karena di balik itu semua, empedu mempunyai fungsi yang paling penting untuk tubuh manusia.

Seperti itulah 6 fungsi kantong empedu manusia, jadi jangan memandang dari pahitnya kantong empedu tersebut, sebab kantong empedu memiliki banyak sekali fungsi bagi tubuh kita.