Fungsi Lobus frontal Otak

Lobus frontal dianggap sebagai pusat kendali emosional kita dan rumah bagi kepribadian kita. Tidak ada bagian lain dari otak di mana lesi dapat menyebabkan berbagai gejala (Kolb & Wishaw, 1990). Lobus frontal terlibat dalam fungsi motorik, pemecahan masalah, spontanitas, memori, bahasa, inisiasi, penilaian, kontrol impuls, dan perilaku sosial dan seksual.

Lobus frontal sangat rentan terhadap cedera karena lokasinya di bagian depan tempurung kepala, dekat dengan sayap sphenoid dan ukurannya yang besar. Studi MRI telah menunjukkan bahwa daerah frontal adalah daerah yang paling umum dari cedera setelah cedera otak traumatis ringan sampai sedang (Levin et al., 1987).

Ada perbedaan asimetris yang penting pada lobus frontal. Lobus frontal kiri terlibat dalam mengendalikan gerakan terkait bahasa, sedangkan lobus frontal kanan berperan dalam kemampuan non-verbal. Beberapa peneliti menekankan bahwa aturan ini tidak mutlak dan bahwa dengan banyak orang, kedua lobus terlibat dalam hampir semua perilaku.

Gangguan fungsi motorik biasanya ditandai dengan hilangnya gerakan halus dan kekuatan lengan, tangan dan jari (Kuypers, 1981). Rantai kompleks pergerakan motorik juga tampaknya dikendalikan oleh lobus frontal (Leonard et al., 1988).

Pasien dengan kerusakan lobus frontal menunjukkan sedikit ekspresi wajah spontan, yang menunjukkan peran lobus frontal dalam ekspresi wajah (Kolb & Milner, 1981). Afasia Broca, atau kesulitan berbicara, telah dikaitkan dengan kerusakan frontal oleh Brown (1972).

Fenomena yang menarik dari kerusakan lobus frontal adalah efek tidak signifikan yang dapat terjadi pada pengujian IQ tradisional. Para peneliti percaya bahwa ini mungkin ada hubungannya dengan tes IQ yang biasanya menilai pemikiran konvergen daripada divergen.

Kerusakan lobus frontal tampaknya berdampak pada pemikiran yang berbeda, atau fleksibilitas dan kemampuan pemecahan masalah. Ada juga bukti yang menunjukkan gangguan yang bertahan dengan perhatian dan memori bahkan setelah pemulihan yang baik dari TBI (Stuss et al., 1985).

Area lain yang sering dikaitkan dengan kerusakan frontal adalah “spontanitas perilaku.” Kolb & Milner (1981) menemukan bahwa individu dengan kerusakan frontal menunjukkan lebih sedikit gerakan wajah spontan, berbicara lebih sedikit kata-kata (lesi frontal kiri) atau berlebihan (lesi frontal kanan).

Salah satu karakteristik paling umum dari kerusakan lobus frontal adalah kesulitan dalam menafsirkan umpan balik dari lingkungan. Bertekun pada respons (Milner, 1964), pengambilan risiko, dan ketidakpatuhan terhadap aturan (Miller, 1985), dan gangguan pembelajaran terkait (menggunakan isyarat eksternal untuk membantu mengarahkan perilaku) (Drewe, 1975) adalah beberapa contoh dari jenis ini. defisit.

Lobus frontal juga dianggap berperan dalam orientasi spasial kita, termasuk orientasi tubuh kita dalam ruang (Semmes et al., 1963).

Salah satu efek paling umum dari kerusakan bagian frontal otak adalah perubahan dramatis dalam perilaku sosial. Kepribadian seseorang dapat mengalami perubahan signifikan setelah cedera pada lobus frontal, terutama ketika kedua lobus terlibat. Ada beberapa perbedaan di lobus frontal kiri dan kanan di daerah ini. Kerusakan frontal kiri biasanya bermanifestasi sebagai pseudodepresi dan kerusakan frontal kanan sebagai pseudopsikopatik (Blumer dan Benson, 1975).

Perilaku seksual juga dapat dipengaruhi oleh lesi frontal. Kerusakan frontal orbital dapat menyebabkan perilaku seksual abnormal, sementara lesi dorolateral dapat mengurangi minat seksual (Walker dan Blummer, 1975).

Beberapa tes umum untuk fungsi lobus frontal adalah: Penyortiran Kartu Wisconsin (penghambatan respons); Penyadapan Jari (keterampilan motorik); Tes Token (keterampilan bahasa).


One thought on “Fungsi Lobus frontal Otak

  1. Kalo bagian lobus frontal(kanan/kiri) itu kebentur dengan keras, apa akibatnya?

Comments are closed.