Fungsi Lobus frontal Otak

Lobus frontal adalah bagian dari otak yang terletak tepat di belakang dahi seseorang. Ini bagian dari otak diyakini menjadi pembangkit tenaga listrik untuk kepribadian manusia dan emosi. Hal ini juga terkait dengan kreativitas, mobilitas, dan memori. Jika kerusakan atau trauma terjadi, fungsi lain tertentu dari lobus frontal dapat ditampilkan karena perubahan aktivitas dan kemampuan, seperti perilaku generatif dan kemampuan pemecahan masalah.

Untuk membantu memahami fungsi otak, sering dibagi menjadi beberapa bagian. Lobus frontal, seperti namanya, adalah bagian yang di depan kepala, di belakang dahi. Bagian otak ini sering dibagi lagi menjadi lobus kiri dan kanan. Lobus kiri dan kanan diyakini bertanggung jawab untuk fungsi-fungsi tertentu pada kebanyakan orang, namun diyakini bahwa dalam beberapa kasus kedua daerah dapat berkontribusi untuk kegiatan dan kemampuan. Bahkan jika lobus tertentu tidak sepenuhnya bertanggung jawab untuk kemampuan tertentu, teori menyatakan bahwa satu lobus akan dominan. Misalnya, lobus frontal kiri adalah area yang terkait dengan konversi pikiran ke dalam kata-kata. Lobus frontal kanan dianggap wilayah dominan untuk gairah generatif.

Fungsi lobus frontal termasuk perhatian. Baik lobus kanan dan kiri tampaknya memainkan peran dalam kemampuan mental ini. Telah ditemukan, bagaimanapun, lobus kiri lebih lemah dalam hal ini dan mungkin mengalami penyimpangan dari tugas ini. Kepribadian dan emosi adalah dua fungsi lain dari lobus frontal. Daerah ini otak menentukan bagaimana seseorang menanamkan dan memproses emosi dalam pidato dan jumlah kekhawatiran bahwa dia memiliki orang lain.

Lobus frontal memiliki fungsi berikut:

  • Memulai banyak tindakan
  • Mengontrol keterampilan motorik yang dipelajari, seperti menulis, memainkan alat musik, dan mengikat tali sepatu
  • Mengontrol proses intelektual yang kompleks, seperti ucapan, pemikiran, konsentrasi, penyelesaian masalah, dan perencanaan untuk masa depan
  • Mengontrol ekspresi wajah dan gerakan tangan dan lengan
  • Mengoordinasikan ekspresi dan gerak tubuh dengan suasana hati dan perasaan

Fungsi Lain dari lobus frontal yang dapat dijelaskan disini adalah untuk penalaran. Salah satu cara daerah otak ini diyakini untuk memfasilitasi penalaran adalah dengan memungkinkan beberapa ide untuk dipertimbangkan. Melakukan hal ini membutuhkan memori, yang juga tercatat sebagai salah satu fungsi dari lobus frontal. Memori berperan dalam penalaran karena satu pikiran diselenggarakan dalam pertimbangan sebagai pikiran-pikiran baru terbentuk dan disimpan.

Keyakinan bahwa fungsi lobus frontal meliputi penilaian dan kontrol diri sering divalidasi bila terjadi kerusakan. Kerusakan lobus frontal telah dikaitkan dengan hiper-generatifitas, mania, dan perilaku emosional yang tidak pantas. Selanjutnya, mobilitas adalah salah satu fungsi dari lobus frontal. Trauma yang dimiliki pada daerah otak ini, telah terhubung ke hilangnya kekuatan dan kemampuan untuk memindahkan bagian-bagian tubuh tertentu.

Gangguan lobus frontal

Secara umum, kerusakan pada lobus frontal menyebabkan hilangnya kemampuan untuk memecahkan masalah dan untuk merencanakan dan memulai tindakan, seperti menyeberang jalan atau menjawab pertanyaan yang kompleks (kadang-kadang disebut fungsi eksekutif). Tetapi beberapa kerusakan spesifik bervariasi tergantung pada bagian mana dari lobus frontal yang rusak.

Jika bagian belakang lobus frontal (yang mengontrol gerakan sukarela) rusak, kelemahan atau kelumpuhan dapat terjadi. Karena setiap sisi otak mengontrol pergerakan sisi tubuh yang berlawanan, kerusakan pada belahan kiri menyebabkan kelemahan pada sisi kanan tubuh, dan sebaliknya.

Jika bagian tengah lobus frontal rusak, orang mungkin menjadi apatis, lalai, dan tidak termotivasi. Pemikiran mereka menjadi lambat, dan respons mereka terhadap pertanyaan sangat lambat.

Jika bagian belakang tengah lobus frontal kiri (area Broca) rusak, orang mungkin mengalami kesulitan untuk mengekspresikan diri mereka dalam kata-kata — gangguan yang disebut afasia Broca (ekspresif).

Jika bagian depan lobus frontal rusak, hal-hal berikut dapat terjadi:

  • Kesulitan menahan sementara informasi yang tersedia untuk diproses (disebut memori kerja)
  • Mengurangi kelancaran bicara
  • Apatis (kurangnya emosi, minat, dan perhatian)
  • Tidak perhatian
  • Respons yang tertunda untuk pertanyaan
  • Kurangnya hambatan yang mencolok, termasuk perilaku sosial yang tidak pantas

Orang-orang yang kehilangan penghalang mereka mungkin gembira dengan gembira (euforia) atau depresi, terlalu banyak argumentatif atau pasif, dan vulgar. Mereka mungkin tidak memperhatikan konsekuensi dari perilaku mereka. Mereka juga dapat mengulangi apa yang mereka katakan. Beberapa orang mengalami gejala yang sama ketika mereka bertambah tua atau jika demensia berkembang. Gejala-gejala ini dapat terjadi akibat degenerasi lobus frontal.

1 comment on “Fungsi Lobus frontal Otak

  1. Kazemi Zen

    Kalo bagian lobus frontal(kanan/kiri) itu kebentur dengan keras, apa akibatnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *