Manfaat Tembaga Bagi Tubuh

Mungkin selama ini tembaga hanya bisa dimanfaatkan sebagai alat penghantar listrik dan benda atau alat rumah tangga saja. Namun tahukah anda bahwa tembaga juga dapat bermanfaat bagi tubuh manusia? Untuk lebih jelasnya mengenai manfaat tembaga yang bisa berguna bagi tubuh silahkah langsung saja simak uraian di bawah ini.

Copper atau tembaga penting bagi pertumbuhan tubuh yang normal, perkembangan dan perawatan kesehatan tulang, jaringan-jaringan lunak, otak, jantung dan organ-organ vital lainnya. Tembaga secara langsung terlibat dalam produksi sel darah merah, penyerapan dan pemanfaatan zat besi, metabolisme kolesterol dan glukosa serta proses sintesa protein dan enzim-enzim. Enzim-enzim tersebut selanjutnya memproduksi energi dalam sel, mengatur transmisi sinyal-sinyal antar reseptor saraf, pengaliran darah dan juga transportasi oksigen dalam tubuh.

Dalam dunia kesehatan, berbagai terapi menggunakan tembaga sudah dikenal luas dan diyakini dapat memperbaiki berbagai gangguan kondisi kesehatan. Berikut ini beberapa penggunaan tembaga dalam pengobatan ataupun pencegahan gangguan kesehatan :

  • Gangguan pigmentasi kulit : tyrosinase yang merupakan salah satu bahan pembuat pigmen melanin (pigmen yang mewarnai rambut, kulit dan mata) merupakan hasil dari salah satu enzim yang diolah oleh tembaga.
  • Antioksidan : Tembaga menjadi antioksidan yang sangat baik, bersama zinc dalam sel darah ataupun bentuk enzim mengandung tembaga sebagai antioksidan yang banyak terdapat pada paru-paru atau jaringan organ lainnya.
  • Pengobatan Anemia
  • Perawatan selama masa hamil maupun menyusui
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Berbagai gangguan saraf
  • Menjaga kekuatan tulang

Kekurangan Tembaga

Umumnya, defisiensi tembaga ringan, masih bisa dialami sekitar 25% populasi meski menganut pola makan sehat sekalipun. Berbagai alasan menjadi pencetus kondisi kekurangan tersebut. Mulai dari masa perkembangan bayi yang mengalami gangguan pencernaan dan sulit menyerap tembaga secara maksimal misalnya, atau bisa juga dikarenakan proses modern makanan siap saji yang secara signifikan mengurangi beberapa nutrisi, dalam hal ini tembaga.

Beberapa kondisi tubuh juga bisa meningkatkan resiko defisiensi tembaga. Ibu hamil dalam triwulan awal akan menyerap tembaga jauh lebih besar dibandingkan kondisi normal. Hal ini disebabkan karena janin membutuhkan banyak sekali kandungan tembaga dalam proses pembentukan tulang, jaringan saraf dan sel-sel tubuh lainnya. Asupan tembaga dengan zat besi berbarengan juga bisa berpengaruh secara signifikan terhadap penyerapan tembaga. Bagi orang yang mengalami kondisi berlebih zat besi cenderung mengalami kekurangan tembaga, dan proses ini berlaku dua arah. Bagi pasien yang baru saja menjalani operasi pembedahan atau menjalani terapi pengobatan kanker juga rentan mengalami kekurangan tembaga.

Kekurangan tembaga bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Beberapa diantaranya sebagai berikut :

  • Osteoporosis dan osteoarthitis
  • Reumatik atau radang sendi
  • Gangguan kardiovascular
  • Kanker kolon
  • Kondisi kronis dalam sistem saraf, jaringan lunak, jantung dan aliran sel darah.
  • Rentan terkena infeksi
  • Rasa lelah
  • Resiko terkena jantung koroner

Defisiensi atau kekurangan tembaga dapat dengan mudah diatasi dengan mengubah pola makan dan juga asupan tambahan suplemen meski disarankan dalam pengawasan ahli medis karena kekurangan maupun kondisi berlebihan tembaga bisa merugikan kesehatan.

Loading...