Pengertian Cuaca dan Iklim serta perbedaanya

Cuaca adalah kondisi atmosfer sehari-hari di tempat mana pun terkait suhu, tekanan angin, kelembaban, dan curah hujan, sedangkan iklim adalah kondisi cuaca rata-rata untuk periode waktu yang lebih lama di mana saja. Catatan cuaca untuk periode minimum 35 tahun diperlukan untuk mendapatkan rata-rata yang andal.

PENGERTIAN CUACA DAN IKLIM

Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat.

Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbeda-beda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Sedangkan iklim merupakan keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas.

Cuaca dan iklim merupakan dua kondisi yang hampir sama tetapi berbeda pengertian, khususnya terhadap kurun waktu.

Cuaca merupakan bentuk awal yang dihubungkan dengan penafsiran dan pengertian akan kondisi fisik udara sesaat pada suatu lokasi dan suatu waktu, sedangkan iklim merupakan kondisi lanjutan dan merupakan kumpulan dari kondisi cuaca yang kemudian disusun dan dihitung dalam bentuk rata-rata kondisi cuaca dalam kurun waktu tertentu (Winarso, 2003).

Menurut Rafi’i (1995) Ilmu cuaca atau meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji peristiwa-peristiwa cuaca dalam jangka waktu dan ruang terbatas, sedangkan ilmu iklim atau klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang juga mengkaji tentang gejala-gejala cuaca tetapi sifat-sifat dan gejala-gejala tersebut mempunyai sifat umum dalam jangka waktu dan daerah yang luas di atmosfer permukaan bumi.

Trewartha and Horn (1995) mengatakan bahwa iklim merupakan suatu konsep yang abstrak, dimana iklim merupakan komposit dari keadaan cuaca hari ke hari dan elemen-elemen atmosfer di dalam suatu kawasan tertentu dalam jangka waktu yang panjang.

Iklim bukan hanya sekedar cuaca rata-rata, karena tidak ada konsep iklim yang cukup memadai tanpa ada apresiasi atas perubahan cuaca harian dan perubahan cuaca musiman serta suksesi episode cuaca yang ditimbulkan oleh gangguan atmosfer yang bersifat selalu berubah, meski dalam studi tentang iklim penekanan diberikan pada nilai rata-rata, namun penyimpangan, variasi dan keadaan atau nilai-nilai yang ekstrim juga mempunyai arti penting.

UNSUR-UNSUR CUACA DAN IKLIM

Ada beberapa unsur yang mempengaruhi keadaan cuaca dan iklim suatu daerah atau wilayah, yaitu: suhu atau temperatur udara, tekanan udara, angin, kelembaban udara, dan curah hujan.

PEMBAGIAN IKLIM

Iklim di suatu daerah berkaitan erat dengan letak garis lintang dan ketinggiannya di muka bumi. Berdasarkan letak garis lintang dan ketinggian tersebut, maka iklim dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu iklim matahari dan iklim fisis.

1. Iklim Matahari

Iklim matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Untuk lebih memperdalam pemahaman tentang pembagian iklim matahari tersebut dapat di lihat pada uraian berikut:

  • Iklim Tropis

Iklim tropis terletak antara 0o-231/2o LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi. Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:

  1. Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20- 23oC. Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30oC.
  2. Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5oC, sedangkan ampitudo hariannya lebih besar.
  3. Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
  4. Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.
  • Iklim Sub Tropis

Iklim sub tropis terletak antara 231/2o– 40oLU/LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang. Ciri-ciri iklim sub tropis adalah sebagai berikut:

  1. Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim sedang.
  2. Terdapat empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin pada iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak terlalu panas.
  3. Suhu sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
  4. Daerah sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut daerah iklim Tiongkok.
  • Iklim Sedang

Iklim sedang terletak antara 40o– 661/2oLU/LS. Ciri-ciri iklim sedang adalah sebagai berikut:

  1. Banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba-tiba.
  2. Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.
  • Iklim Dingin (Kutub)

Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan iklim es. Ciri-ciri iklim tundra adalah sebagai berikut:

  1. Musim dingin berlangsung lama.
  2. Musim panas yang sejuk berlangsung singkat.
  3. Udaranya kering.
  4. Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun.
  5. Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
  6. Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah.
  7. Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
  8. Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia.

Sedangkan ciri-ciri iklim es atau iklim kutub adalah sebagai berikut:

  • Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi.
  • Wilayahnya meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub selatan.

2. Iklim Fisis

Apa yang dimaksud dengan iklim fisis. Iklim fisis adalah menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan. Iklim fisis dapat dibedakan menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung/pegunungan dan iklim musim (muson).

1) Iklim laut (Maritim)

Iklim laut berada di daerah (1) tropis dan sub tropis; dan (2) daerah sedang. Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda. Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40o, adalah sebagai berikut:

a) Suhu rata-rata tahunan rendah;

b) Amplitudo suhu harian rendah/kecil;

c) Banyak awan, dan

d) Sering hujan lebat disertai badai.

Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:

a) Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil;

b) Banyak awan;

c) Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik;

d) Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba – tiba.

2) Iklim Darat (Kontinen)

Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 400, yaitu sebagai berikut:

a) Amplitudo suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil; dan

b) Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan.

Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:

a) Amplitudo suhu tahunan besar;

b) Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah; dan

c) Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.

3) Iklim Dataran Tinggi

Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:

a) Amplitudo suhu harian dan tahunan besar;

b) Udara kering,

c) Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah; dan

d) Jarang turun hujan.

4) Iklim Gunung

Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:

a) Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi;

b) Terdapat di daerah sedang;

c) Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil;

d) Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan;

e) Kadang banyak turun salju.

5) Iklim Musim (Muson)

Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  1. a) Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan;
  2. b) Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.

PERANAN IKLIM DAN CUACA BAGI KEHIDUPAN

Perlu diketahui bahwa iklim dan cuaca merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena iklim mempunyai peranan yang besar terhadap kehidupan seperti dalam bidang pertanian, transportasi atau perhubungan, telekomunikasi, dan pariwisata. Untuk mengetahui peranan apa saja yang diberikan dapat disimak uraian berikut.

1. Peranan Iklim Di Bidang Pertanian

Di Indonesia yang sebagian besar penduduknya masyarakat agraris yang bergerak di sektor pertanian, sifat-sifat iklim seperti suhu, curah hujan, dan musim sangat berpengaruh terhadap kehidupannya. Faktor-faktor iklim seperti cuaca dan iklim benar-benar dipertimbangkan dalam mengembangkan pertanian. Kondisi suhu, curah hujan dan pola musim sangat menentukan kecocokan dan optimalisasi pembudidayaan tanaman pertanian. Begitu pula di bidang perikanan atau kelautan, faktor iklim seperti cuaca, suhu, dan musim sangat berpengaruh, baik terhadap para nelayan maupun ikan yang akan di tangkap.

Pada umumnya para nelayan mengerti benar tentang keadaan cuaca, terutama yang behubungan dengan angin dan musim. Dengan pengetahuan yang dimiliki mereka tahu kapan datangnya angin musim barat dan angin musim timur. Pada saat berhembus angin barat mereka sangat berhati-hati dalam menangkap ikan di laut. Karena musim angin barat sering menimbulkan gelombang besar yang membahayakan mereka. Dan mereka juga tahu mengenai tanda-tanda alam seperti akan datangnya badai yang besar, sehingga mereka tidak akan turun ke laut untuk menangkap ikan.

2. Peranan Iklim Di Bidang Transportasi

Faktor-faktor cuaca dan iklim mempunyai peranan yang besar tehadap bidang transportasi. Seperti cuaca, suhu, arah dan kecepatan angin, awan, dan kabut sangat mempengaruhi kelancaran jalur penerbangan. Selain berpengaruh terhadap penerbangan, faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap transportasi laut. Seperti arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, badai dan lain-lain.

3. Peranan Iklim untuk Telekomunikasi

Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang telekomunikasi. Seperti arus angin dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi antar daerah dengan menggunakan telepon angin. Tentunya Anda sudah mengetahui pula bahwa cuaca dan iklim merupakan akibat dari proses-proses yang terjadi di atmosfer atau lapisan udara. Lapisan udara yang menyelebungi bumi terdiri dari beberapa lapisan, di antaranya terdapat lapisan ionosfer. Lapisan ini mengandung partikel-partikel yang mengalami ionisasi sehingga bermuatan listrik. Dengan adanya lapisan ionosfer ini, maka siaran radio dan televisi dapat di dengar dan dilihat dimana-mana.

4. Peranan Iklim untuk Pariwisata

Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang pariwisata. Seperti cuaca cerah, banyak cahaya matahari, kecepatan angin, udara sejuk, kering, panas, dan sebagainya sangat mempengarui terhadap pelaksanaan wisata, baik wisata darat maupun laut. Dengan kondisi seperti yang telah disebutkan, maka pelaksanaan wisata akan semakin dinikmati.

PERUBAHAN IKLIM

Trenberth, Houghton and Filho (1995) dalam Hidayati (2001) mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan pada iklim yang dipengaruhi langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia yang merubah komposisi atmosfer yang akan memperbesar keragaman iklim teramati pada periode yang cukup panjang. Menurut Effendy (2001) salah satu akibat dari penyimpangan iklim adalah terjadinya fenomena El-Nino dan La-Nina. Fenomena El-Nino akan menyebabkan penurunan jumlah curah hujan jauh di bawah normal untuk beberapa daerah di Indonesia. Kondisi sebaliknya terjadi pada saat fenomena La-Nina berlangsung.

Fenomena perubahan iklim yang saat ini hangat dibicarakan adalah fenomena global warming yang merupakan peningkatan suhu rata – rata bumi akibat akumulasi gas CO2 yang berlebih dalam atmosfer sehingga memerangkap panas matahari yang seharusnya dipantulkan dan dilepas ke luar angkasa. Dengan meningkatknya suhu bumi ini, dapat mencairkan gunung – gunung es di bagian kutub yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut yang membahayakan pemukiman sekitar pantai. Selain itu, meningkatnya suhu bumi juga mengacaukan iklim dan memperparah fenomena lain seperti la-nina dan el-nino. Contoh konkrit saat ini bahwa dengan adanya la-nina yang berkepanjangan mengakibatkan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun sehingga mengganggu berbagai sektor kehidupan manusia seperti pertanian dan perhubungan.

Hal ini diperparah dengan rusaknya lapisan ozon akibat pemakaian zat – zat yang dapat merusak lapisan ozon misalnya CFC. Dengan rusaknya lapisan ozon, sinar ultra violet matahari dapat dengan lebih bebas memasuki bumi yang membawa dampak buruk bagi lingkungan hidup dan manusia itu sendiri.

Perbedaan Iklim dan Cuaca

Setelah kita menyimak beberapa penjelasan yang ada diatas, kita dapat menyimpulkan perbedaan apa saja yang terdapat dalam kedua hal ini, yaitu diantaranya :

Cuaca  Iklim
Cuaca memiliki cakupan daerah yang terbatas. Iklim memiliki cakupan daerah yang luas.
Waktu berlangsungnya cuaca hanya 24 jam. Waktu berlangsungnya iklim selama 11 tahun.
Bersifat cepat berubah dan tidak stabil. Bersifat sangat stabil dan sangat sulit berubah.
Cuaca lebih mudah untuk diprediksi. Iklim sangat sulit untuk diprediksi.

Baca Juga

© 2022 Sridianti.com