Tugas Kartograf dalam membuat Peta

Kartografer memperhatikan semua aspek pembuatan peta (ilmiah, teknologi dan artistik). Mereka bertanggung jawab untuk:

  • meneliti, mengumpulkan, menyimpan, mengambil, mengevaluasi dan memanipulasi data;
  • mendesain peta;
  • memeriksa keakuratan peta;
  • berhubungan dengan penyedia informasi, klien, dan kontak eksternal;
  • mengakses dan menggunakan foto udara dan citra satelit.

Apa itu Kartogra?

Peta pertama dibuat secara manual dengan kuas dan perkamen, sejak berabad-abad yang lalu. Dari abad ke-15 hingga abad ke-17, selama Zaman Eksplorasi, kartografer menggunakan peta yang telah diwariskan selama berabad-abad ini untuk membuat peta baru berdasarkan teknik survei baru dan pengamatan para penjelajah.

Saat ini, kartografi adalah campuran seni, sains, dan teknologi. Kartografer menggunakan survei geodetik dan sistem penginderaan jauh untuk mengukur, menganalisis, dan membuat peta dan bagan untuk tujuan politik, budaya, dan pendidikan.

Teknologi informasi memainkan peran penting dalam profesi, dan secara dramatis mengubah sifat pekerjaan. Proses pembuatan peta scribing, tracing, dan lettering tradisional telah diganti dengan paket penginderaan jauh, pemetaan terkomputerisasi, dan Sistem Informasi Geografis (GIS). Data dikumpulkan, disimpan, dan ditransfer secara elektronik, dan komputer digunakan untuk merancang, membuat, dan menghasilkan peta.

Ilmu serta teknik dalam membuat peta disebut dengan Kartografi, sedangkan orang yang menguasai Kartografi disebut dengan Kartograf. Seorang Kartograf memiliki tugas dalam setiap pembuatan sebuah peta tentunya harus memperhatikan segala sesuatu yang harus menjadi komponen dalam sebuah peta.

Kartografi merupakan suatu seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi pembuatan peta sekaligus mencakup studinya. Proses kartografi adalah proses grafis sampai sebuah gambar menjadi peta yang terlihat informative (map composition). peta merupakan gambaran konvensional permukaan bumi yang terpencil dan kenampakannya terlihat dari atas dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelasannya. Gambaran konvensional adalah gambaran yang sudah umum dan sudah diatur dengan aturan tertentu yang diakui umum.

Dalam pembuatan sebuah peta tentunya seorang Kartograf memeliki tugas untuk dapat menghasilkan sebuah peta yang baik dan benar juga bisa dijadikan sarana informasi bagi yang melihatnya.

Tugas

Berikut adalah Tugas seorang kartograf membuat peta, yaitu merancang (map design) yang meliputi desain symbol (symbol design), tata letak peta (map lay out) isi peta (map contect) dan generalisasi (generalization).

Kartografer biasanya melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan dan memverifikasi data yang digunakan dalam membuat peta.

Tugas kartograf lainnya yaitu:

  • Kumpulkan dan analisis data geografis, seperti kepadatan penduduk, karakteristik demografi, dan pola curah hujan tahunan;
  • Memeriksa dan mengumpulkan data dari survei tanah, laporan, foto udara, dan citra satelit untuk menyiapkan peta tematik;
  • Siapkan peta tematik dalam bentuk digital atau grafik untuk digunakan untuk tujuan sosial, lingkungan, politik, bisnis, pendidikan, dan desain;
  • Merevisi peta dan bagan yang ada untuk membuat koreksi, penyesuaian, dan pembaruan.

Kartografer menggunakan informasi dari survei geodetik dan sistem penginderaan jauh, termasuk kamera udara, satelit, dan teknologi seperti deteksi dan jangkauan pencitraan cahaya (LIDAR).

LIDAR menggunakan laser yang dipasang pada pesawat dan peralatan lainnya untuk memetakan topografi bumi secara digital. LIDAR seringkali lebih akurat daripada metode survei tradisional dan juga dapat digunakan untuk mengumpulkan bentuk data lain, seperti lokasi dan kerapatan kanopi hutan.

Data dari LIDAR digunakan untuk memberikan informasi spasial kepada spesialis di bidang teknik sumber daya air, geologi, seismologi, kehutanan, konstruksi, dan bidang lainnya.

Seorang profesional kartografi yang membuat peta menggunakan teknologi sistem informasi geografis (GIS) dikenal sebagai spesialis informasi geografis. GIS biasanya digunakan untuk mengumpulkan, mengintegrasikan, menganalisis, dan menampilkan informasi spasial dalam format digital.

Peta yang dibuat dengan fitur grafik spasial tautan teknologi GIS dengan informasi non-grafik. Peta ini berguna untuk memberikan dukungan untuk keputusan yang melibatkan studi lingkungan, geologi, teknik, perencanaan penggunaan lahan, dan pemasaran bisnis.

Seorang kartografer juga akan bekerja dari peta, survei, dan catatan lain yang ada. Untuk melakukannya, mereka harus dapat menentukan keakuratan tematik dan posisi dari setiap fitur yang dipetakan. Mereka juga membuat keputusan tentang keakuratan dan keandalan peta akhir.

Selain itu, mereka harus memutuskan informasi lebih lanjut apa yang mereka butuhkan untuk memenuhi kebutuhan klien. Mereka fokus pada detail saat menyertakan fitur yang diperlukan pada peta akhir, dan mengidentifikasi serta menyelesaikan masalah dengan alat yang tersedia untuk mereka.

Apa itu Peta

Peta adalah suatu komunikasi grafis yang berarti informasi yang diberikan dalam peta berupa suatu gambar atau symbol.

Secara sederhana simbol dapat diartikan sebagai suatu gambar atau tanda yang mempunyai arti atau makna tertentu.

Simbol dalam suatu peta memegang peran yang sangat penting bahkan dalam peta-peta khusus ataupun peta tematik, dalam hal ini simbol adalah informasi utama untuk menunjukkan tema suatu peta.

Menurut bentuknya simbol dapat di bedakan menjadi:

  • Simbol titik
  • Simbol garis
  • Simbol area atau bidang
  • Simbol huruf dan angka

Sedangkan wujud simbol dalam kaitannya dengan unsur yang di gambarkan dapat di bedakan menjadi:

  • Abstrak (symbol geometric adalah simbol abstrak yang wujudnya tidak ada kemiripan dengan unsur yang di gambarkan)
  • Setengah abstrak
  • Nyata atau pictorial (symbol pictorial adalah suatu simbol yang dalam kenampakan wujudnya ada kemiripan dengan wujud unsur yang di gambarkan).

Peta adalah suatu komunikasi grafis yang berarti informasi yang diberikan dalam peta berupa suatu gambar  atau simbol. Dalam meyalin peta atau ketelitian penggambaran terhadap penampakan simbol sangatlah di perlukan sehingga penggambaran kembali peta tidaklah terjadi kesalahan penejermahan dan tidak merubah informasi dasar peta tersebut.

Tujuan dari pembuatan peta ialah:

  1. Untuk komunikasi informasi ruang
  2. Untuk menyimpan informasi
  3. Digunakan untuk membantu suatu pekerjaan misalnya untuk konstruksi jalan, navigasi, perencanaan dan lain-lain.
  4. Digunakan untuk membantu dalam suatu desain, misalnya desain jalan dan sebagainya.
  5. Untuk analisis data spasial, misalnya : perhitungan volume, dan sebagainya.

Baca Juga

© 2022 Sridianti.com