Hormon Sitokinin – Pengertian, Sejarah, Jenis, Cara kerja, Fungsi

Sitokinin adalah hormon tumbuhan yang memiliki banyak fungsi penting dalam pengembangan dan morfogenesis tanaman. Hormon sitokinin terlibat dalam regulasi pembelahan sel; mereka berinteraksi dengan auksin dalam kontrol dominasi apikal dan percabangan lateral dan rasio pucuk akar pada tanaman utuh dan dalam kultur jaringan.

Hormon sitokinin memperlambat penuaan daun dan mendorong respon deetiolasi bebas-cahaya, termasuk penghijauan, bibit gelap. Beberapa sitokinin muncul secara alami pada tanaman. Mereka memiliki basis adenin dan rantai samping isopentenil lima karbon.

Di antara ini, zeatin, khususnya trans-zeatin, adalah yang paling melimpah. Sintesis sitokinin pada tanaman tingkat tinggi tidak jelas dan kontroversial untuk waktu yang lama, tetapi kemajuan akhirnya tampaknya dicapai dengan kloning gen yang mengkode isopentenyl transferases (IPTs) di Arabidopsis.

IPT ini tampaknya menggunakan ATP / ADP, daripada AMP, bersama dengan DMAPP, untuk menghasilkan isopentenyladenine monophosphate (iPMP), yang pada akhirnya menimbulkan zeatin dan sitokinin adenin lain yang terjadi secara alami.

Kemungkinan bahwa hormon sitokinin dapat muncul dari degradasi tRNA tidak dianggap sebagai kemungkinan. Derivat ribosilasi, dengan ribosa atau ribosa 5′-monofosfat yang melekat pada bagian adenin, dari sitokinin adalah umum. Konjugasi sitokinin di mana gugus glikosil melekat pada gugus -OH dalam rantai samping juga sering terjadi.

Pengertian Hormon sitokinin

Hormone sitokinin merupakan hormone yang diproduksi pula oleh tumbuhan. Sama halnya dengan hormone auksin dan giberelin, hormone ini juga memliki pengaruh besar pada proses dan laju pertumbuhan tanaman. Nah, berikut ini akan kita akan mengenal pertumbuhan hormon sitokinin.

Sejarah Penemuan Hormon Sitokinin

Pertama kali sitonikin ditemukan pada tahun 1940an. Penemuan sitokinin ini di buah kelapa yang belum matang. Pada sebuah penelitian yang di laksanakan oleh Johannes van overbeek tersebut memperoleh informasi bahwa embrio tumbuhan dengan tumbuh lebih cepat bila ditambahkan dengan air kelapa dan informasi bahwa sitokinin tersebut perannya dalam menyebabkan pembelahan sitoplasma (sitokinensis).

Pada tahun 1950-an dijalankan penelitian pada pempulur tembakau atau pada floem akar wortel yang mencakup pengamatan pembelahan sel kalus. Dari penelitian inilah didapatkan sebuah zat yang teridentifikasi menjadi 6 furfurilamino purin dan terknela menjadi kinetin. Untuk tumbuhan tingkat tinggi, sitonikin di pisahkan dari endosperm yang mirip susu pada biji jagung masih muda sejak tahun 1964 dan dijuluki dengan nama zeatin. Secara alami, ada kinin yang menjadi konjugasi gula serta ion fosfat.

Jenis-Jenis Hormon Sitokinin

Sitokinin alami berasal dari hasil jaringan yang masih tumbuh aktif khususnya dalam akar, buah dan embrio. Sitokinin yang dihasilkan di akar ini diangkut menuju ke bagian atas tumbuhan yang masih mudah lewat xylem.

Sitokinin dibagi menjadi 2, yakni :

  • Tipe adenine. Tipe adenine ini di produksi di bagian perakaran, jaringan cambium dan juga bagian tumbuhan yang sel selnya tersebut masih aktif akan membelah. Seperti pada kinetin, zeatin dan juga BAP (Benzyl amino purin)
  • Tipe fenilurea. Tipe ini kadang tanpa pembentukan oleh tumbuhan. Seperti pada difeniluera, da tidiazuron (TDZ).

Cara Kerja Hormon Sitokinin

Sitokinin alami yang ada di biji jagung dikenal dengan zeatin. Selain sitokinin alami, ada juga sitokinin sintesis, misalnya benziladenin dan kinetin. Sam seperti giberelin, sitokinin pun bekerja sama dengan auksin di berbagai proses fisiologis dalam tumbuhan. Diproduksi pada ujung akar dan juga ditranslokasikan lewat pembuluh xylem. Jumlah dari sitokinin paling besar ada di daerah meristematik dan juga jaringan yang berkembang dengan berkelanjutan, misalnya daun muda, akar, biji dan pengembangan buah.

Sitokinin bekerja untuk berlawanan dengan auksin dalam proses fisiologis tumbuhan. Variasi konsentrasi sitokinin dan juga auksin akan mengakibatkan perbedaan dalam tumbuhan. Seperti:

  • Bila konsentrasi sitokinin ini lebih besar dari auksin, maka yang terjadi ialah pertumbuhan tunas dan juga daun.
  • Bila konsentrasi sitokinin ini relative sama dari konsentrasi auksi, maka akar, tunas dan batang tumbuh dengan seimbang.
  • Bila konsentrasi ini lebih kecil dari auksin, maka yang terjadi ialah pembentukan akar ini akan menjadi lebih aktif.

Lantas kenapa demikian? Hal tersebut terjadi sebab pada dasarnya yang mampu menghentikan dari dominasi pertumbuhan apical dan juga merangsang pertumbuhan lateral.

Fungsi Hormon Sitokinin

Kinerja sitokinin selalu di bantu dengan auksin. Bila hanya terdapat sitokinin tanpa dengan auksin maka tidak bisa mengalami perangsangan pada proses pembelahan sel. Akan tetapi, bila sitokinin ini bersama auksi maka akan mengaami perangsangan pembelahan dan juga diferensiasi sel. Selain tersebut, fungsi dari sitokinin pun akan berpengaruh pada berikut ini :

  • Mengatur pertumbuhan tanaman
  • Merangsang pembentukan batang dalam tanaman
  • Mengatur pembentukan bagian bunga dan bunga sendiri
  • Merangsang sintesis protein
  • Menghambat terjadinya proses dari penuaan daun
    Mematangkan yang dialami dominasi biji
  • Pembelahan sel.
  • Pada sejumlah tumbuhan, sitokinin bisa meningkatkan pembukaan stomata.
  • Menghambat proses dari penuaan dalam daun.
  • Pertumbuhan kuncup lateral jadi menurunkan dominasi pucuk apical
  • Berpengaruh pada morfogenesis dalam teknik kultur jaringan
  • Akan berpengaruh terhadap kloroplas. Pemberian sitokini bisa menimbulkan peningkatan kadar klorofil, dapat meningkatkan konversi etioplast menuju ke kloroplas lewat stimulasi sintesis klorofil.
  • Menjadi hormin yang fungsinya merangsang pemanjangan titik tumbuh daun.
  • Membantu diferensiesi mitosis
  • Membantu merangsang perluasan dari daun lewat pembesaran sel.
  • Membantu merangsang pembentukand dari akar cabang.
  • Membantu pembukaan dari stomata dalam sejumlah jenis tumbuhan
  • Membantu untuk mengkonversi etioplasts menuju ke kloroplas dengan menstimulasi sintetis klorofil
  • Mempengaruhi dalam pertumbuhan kuncup tepi
  • Mengatur sintesisi RNA serta transkip lain
  • Merangsang transportasi garam mineral dan juga asam amino menuju ke daun.

Jenis Tanaman Mengandung Hormon Sitokinin

Berikut ni adalah jenis tanaman dengan mengandung kadar hormone sitokinin, diantaranya :

  • Tumbuhan jagung
  • Pohon pisang
  • Rebung bamboo
  • Enceng gondok
  • Tomat
  • Pohon kelapa (khususnya dalam bagian air)

Sitokinin ini dapar di isolasi dari tumbuhan jenis jenis tanaman paku, gympospermae, angiospermae, dan lumut. Zat tersebut dapat di transportasikan lewat sejumlah bagian tumbuhan misalnya xylem, sel parenkim dan floem. Hormone ini jugalah yang sebagai molekul kimia yang terdapat di dalam tubuh tumbuhan.

Demikianlah tadi kita sudah mengenal pertumbuhan hormon sitokinin dengan lengkap. Dari penjelasan di atas tadi bisa kita simpulkan bahwa di setiap hormone yang di hasilkan oleh tumbuhan dengan alami akan berpengaruh pada proses proses fisiologis dalam tumbuhan tersebut. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *