Jelaskan 3 macam replikasi dna !

Replikasi DNA adalah proses pembuatan untai baru dari satu untai lama. Replikasi mengikuti beberapa langkah yang melibatkan banyak protein yang disebut enzim replikasi dan RNA. DNA adalah bahan genetik yang mendefinisikan setiap sel. Sebelum sel duplikat dan dibagi menjadi sel anak baru melalui mitosis atau meiosis, biomolekul dan organel harus disalin untuk didistribusikan di antara sel. DNA, yang ditemukan di dalam nukleus, harus direplikasi untuk memastikan bahwa setiap sel baru menerima jumlah kromosom yang benar.  Dalam sel eukariotik, seperti sel hewan dan sel tumbuhan, replikasi DNA terjadi pada fase S interfase selama siklus sel. Proses replikasi DNA sangat penting untuk pertumbuhan sel, perbaikan, dan reproduksi dalam organisme.

Watson dan Crick telah mengusulkan bahwa untuk menggandakan dirinya, DNA harus membuka ke pusat, semacam seperti ritsleting akan terpisah, sehingga untai DNA baru bisa dibangun di atas helai terbuka. Mengikuti aturan bebas pemasangan basa, adenin akan berpasangan dengan timin, dan sitosin akan berpasangan dengan guanin. Ide ini disebut model template (cetakan), karena salah satu untai DNA berfungsi sebagai cetakan untuk yang baru.

Tiga Model Replikasi DNA

Watson dan Crick menduga bahwa model ini akan menghasilkan dua untai ganda DNA baru, masing-masing dengan satu helai induk (atau template) DNA dan satu untai DNA anak (atau yang baru disintesis) . Mereka menyebut model semi-konservatif, karena setengah dari DNA induk itu dilestarikan di setiap molekul DNA baru.

Model Replikasi DNA

Model Replikasi DNA

Para ilmuwan melihat DNA heliks ganda dan bertanya-tanya bagaimana di dunia ini mungkin bisa membuka diri tanpa menjadi kusut atau terkoyak. Jadi mereka pikir beberapa ide lain tentang bagaimana replikasi DNA bekerja. Salah satu hipotesis, disebut model dispersif, menyarankan bahwa DNA hanya disalin menjadi potongan pendek pada suatu waktu, menghasilkan untai baru yang berganti-ganti induk dan anak DNA. Ide lain, yang disebut model konservatif, berpendapat bahwa DNA tidak terbelah sama sekali, tapi entah bagaimana untaian induk terus utuh sambil membuat salinan sama sekali baru dan terpisah.

Tak ada yang tahu pasti bagaimana replikasi DNA benar-benar bekerja sampai dua ilmuwan bernama Matthew Meselson dan Franklin Stahl merancang percobaan cerdik pada tahun 1958. Mereka menyadari bahwa mereka bisa menguji semua tiga model sekaligus dengan melacak apa yang terjadi pada salah satu untai DNA induk karena menghasilkan serangkaian eksemplar.

Setiap model memprediksi distribusi yang berbeda dari DNA induk mengikuti putaran replikasi DNA. Jika Meselson dan Stahl mampu melacak induk dengan DNA baru, mereka juga bisa mendukung atau menolak prediksi dari tiga model yang berbeda.