Jelaskan dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan

Zat yang bertindak sebagai sumber energi dikenal sebagai bahan bakar. Bahan organik yang terkubur yang dapat dikonversi menjadi minyak mentah, batu bara, gas alam, atau minyak berat apa pun dengan menerapkan tekanan dan panas pada kerak bumi selama ratusan tahun dikenal sebagai bahan bakar fosil. Topik ini menjelaskan tentang dampak pembakaran bahan bakar fosil terhadap lingkungan.

Bahan bakar yang baik adalah yang tersedia dengan harga murah dan menghasilkan panas dalam jumlah sedang saat terbakar. Jumlah energi yang dihasilkan oleh 1 kilogram bahan bakar dikenal sebagai nilai kalorinya. Bahan bakar yang benar-benar terbakar di udara dengan kecepatan sedang dan menghasilkan energi dalam jumlah besar dikenal sebagai bahan bakar yang ideal. Tidak ada bahan bakar yang memiliki sifat seperti itu dan karenanya bahan bakar yang ideal tidak mudah diperoleh.

Apa dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan?

Pembakaran bahan bakar fosil menyebabkan pelepasan produk berbahaya ke lingkungan. Peningkatan konsumsi bahan bakar menyebabkan efek berbahaya bagi lingkungan. Poin-poin berikut akan dengan jelas menggambarkan pengaruh Bahan Bakar Bakar pada Lingkungan adalah:

  • Bahan bakar karbon seperti kayu, batu bara, minyak bumi melepaskan partikel karbon yang tidak terbakar di lingkungan. Partikel-partikel ini adalah polutan yang sangat berbahaya dan menyebabkan penyakit pernapasan misalnya asma.
  • Ketika bahan bakar tidak sepenuhnya terbakar, mereka melepaskan gas karbon monoksida ke atmosfer. Gas ini sangat berbahaya karena beracun di alam. Jika kita membakar batu bara di ruang tertutup, maka orang yang tidur di ruang itu akan meninggal oleh aksi karbon monoksida.
  • Pembakaran bahan bakar fosil juga melepaskan sejumlah besar karbon dioksida ke atmosfer. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang bertanggung jawab atas pemanasan global. Pemanasan global adalah kenaikan suhu keseluruhan permukaan bumi. Hal ini menyebabkan pencairan tutup kutub dan naiknya permukaan laut dan selanjutnya mengakibatkan banjir di wilayah pesisir.
  • Pembakaran batu bara dan diesel melepaskan gas sulfur dioksida. Gas ini sangat korosif dan mencekik. Bensin melepaskan oksida nitrogen. Oksida sulfur dan nitrogen larut dalam air hujan dan membentuk asam. Ini dikenal sebagai hujan asam. Air ini sangat berbahaya bagi tanaman, hewan, dan berbagai monumen.

Saat ini bahan bakar ini sedang digantikan oleh LPG (gas alam terkompresi) karena merupakan bahan bakar yang lebih bersih dan menghasilkan produk yang kurang berbahaya.

Loading...