Jenis-jenis Gunung Berapi dan Lava

Sering kita dengar atau melihat terjadi erupsi gunung berapi, dari sekian banyak kejadian gunung berapi yang meletus tentunya letusan yang dihasil serta lava yang dikeluarkan dari peristiwa tersebut ternyata berbeda-beda. Hal ini dikarenakan oleh adanya macam-macam jenis gunung berapi. Untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian tentang jenis gunung berapi dan jenis lava di bawah ini.

Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus. Berdasarkan tipe letusan gunung berapi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Gunung Api Strato atau Kerucut. Kebanyakan gunung berapi didunia merupakan gunung api kerucut. Kerucut ini terbentuk karena materi letusan gunung berapi merupakan campuran antara hasil erupsi efusif dan erupsi eksplosif. Sebagian gunung berapi di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku termasuk gunung berapi kerucut.
  2. Gunung Api Maar. Gunung api maar terbentuk karena adanya letusan eksplosif dari dapur magma yang relative kecil atau dangkal. Contoh gunung api ini antara lain Gunung Bromo dan Gunung Tangkuban Perahu di Indonesia.
  3. Gunung Api Perisai. Gunung ini terbentuk karena magma yang keluar dari dapur magma bersifat cair. Di Indonesia tidak ada gunung yang berbentu perisai. Gunung api perisai contohnya Maona Loa Hawaii, Amerika Serikat.

Dan berikut macam-macam tipe gunung api

  1. Stromboli– Tipe ini diakibatkan adanya tekanan erupsi yang tidak terlalu kuat akan tetapi berlangsung lama, hal ini disebabkan oleh magma yang cair, tekanan gasnya sedang dan letak dapur magmanya dangkal. Contoh letusan gunung stromboli adalah Gunung Raung di jawa Timur.
  2. Hawaii– Tipe ini dicirikan oleh daya erupsinya yang lemah, antara lain karena lavanya cair, tekanan gasnya rendah serta dapur magmanya dangkal. Bentuk gunung apinya perisai. Contohnya letusan gunung Kilauea, Mauna Kea dan Mauna Loa.
  3. Vulkano Lemah– Tipe ini mempunyai ciri tekanan gasnya sedang, dapur magma tidak terlalu dalam. Contohnya tipe ini adalah letusan Gunung Bromo dan Semerudi jawa Timur.
  4. Vulkano Kuat– Tipe ini mempunyai ciri tekanan gasnya tinggi, karena dapur magmanya lebih dalam. Contoh tipe ini adalah letusan Gunung Etna di Italia.
  5. Tipe Merapi– Tipe ini dicirikan sifat lavanya yang cair kental dan tekanan gas agak rendah. Lava tersebut dikeluarkan dari pipa kepundansangat lambat sehingga membeku dan menjadi sumbat lava. Contohnya Gunung Merapi di Jawa Tengah.
  6. Tipe Pelee– Tipe ini mempunyai ciri erupsinya sangat eksplosif karena magmanya sangat kental, tekanan gas tinggi, dan dapur magma yang dalam. Contoh dari tipe ini adalah Gunung Pelee di Amerika Tengah.
  7. St Vincent– Tipe ini mempunyai ciri letusannya tidak terlalu kuat. Magmanya sangat kental, dapur magmanya dangkal sehinggatekanan gasnya sedang. Contoh gunung tipe ini adalah St Vincent dikepulauan Antiles dan Gunung Kelud di Indonesia.

Jenis-Jenis Lava

Lava adalah magma yang keluar dari tubuh gunung api dan bersifat panas. Setiap gunung api memiliki karakteristik jenis lava yang berbeda. Berdasarkan komposisi dan sifat fisik dari magma asalnya, sifat eksternal lava seperti cara mengalir, struktur lava setelah membeku dan sebarannya, lava dapat dikelompokan ke dalam 3 jenis yaitu:

  1. Lava tipe basalt
  2. Lava tipe andesit
  3. Lava tipe rhyolite

Apa perbedaan ketiga jenis lava tersebut?Kita lihat penjelasannya di bawah ini

Lava basalt merupakan lava yang banyak dikeluarkan dari magma yang berkomposisi mafic, bersuhu tinggi dan memiliki viskositas (kekentalan) yang rendah. Lava ini mudah mengalir mengikuti lembah dan menyebar hingga jarak yang  sangat jauh. Contoh gunung api yang mengeluarkan lava jenis ini adalah Gunung Kilauea dan Maona Loa di Kepulauan Hawaii, dan Gunung api di Islandia. Di Hawaii jenis lava ini sering disebut Pahoehoe (tali) oleh masyarakat sekitar, karena bentuknya yang menyerupai sebuah tali. Lava basalt  pada saat akan membeku seringkali membentuk struktur tiang dan penampang segilima (Columnar jointing)

Loading...

Lava andesit merupakan lava yang memiliki komposisi antara basalt dan rhyolite atau sering disebut juga intermediate. Lava andesit memiliki ciri kental dan tidak mampu mengalir jauh dari pusat erupsi. Pada saat membeku lava jenis ini dapat membentuk struktur seperti tiang, bantal tapi jarang membentuk struktur Pahoehoe.

Lava rhyolite merupakan lava yang bersifat sangat kental dan jarang sekali dijumpai mencapai permukaan bumi karena sudah membeku dibawah permukaan bumi sebelum terjadi erupsi.

Loading...

Artikel terkait lainnya