Jenis-Jenis Narkoba

Narkotika mampu menghambat sinyal nyeri pada tingkat reseptor dan dianggap paling baik untuk mengendalikan nyeri akut. Ada risiko yang signifikan tentang toleransi dan ketergantungan dengan penggunaan jangka panjang, jadi pastikan untuk mengikuti resep dan saran dokter.

Narkotika adalah pembu.nuh rasa sakit yang paling kuat yang secara efektif dapat mengelola rasa sakit intens parah tanpa mengkonsumsi dosis beracun; Namun, karena potensi kecanduan yang signifikan, kebanyakan narkotika hanya tersedia sebagai obat yang diresepkan.

Jenis-Jenis Narkoba

  1. Candu dan opium yang berasal dari tumbuhan papaver sommiferum.
  2. Kokaina di peroleh dari tanaman erythroxylium coca yang merupakan jenis tumbuhan semak yang tingginya 2 cm. daunnya mengandung zat pembius dan banyak di pakai untuk operasi. Akibat kokain terhadap fisik pemakai adalah terhambatnya saluran darah, pupil mata membesar, panas badan meningkat, denyut jantung meningkat, darah tinggi, perasaan gelisah, nyeri, dan cemas. Kokain dapat menyebabkan kematian karena pernapasannya tersendat sehingga otak kekurangan oksigen.
  3. LSD (Lysergic acid diethyl-amide) dapat menyebabkan halusinasi atau bayangan dengan bermacam-macam khayalan.
  4. Heroin adalah jenis narkoba yang sangat keras dengan zat adiktif yang cukup tinggi dan bentuk yang seragam, seperti butiran, tepung ataupun cair. Zat ini sifatnya berdaya penggunanya dengan cepat, baik secara fisik ataupun mental. Bagi mereka telah yang kecanduan, usaha untuk menghentikan pemakainya dapat menimbulkan rasa sakit di sertai kejang-kejang, kram perut, muntah, keluar ingus, mata berair, kehilangan nafsu makan, serta dapat kehilangan cairan tubuh (dehidrasi). Salah satu jenis heroin yang banyak di salahgunakan dalam masyarakat adalah putaw.
  5. Ganja atau mariyuana mengandung zat kimia yang dapat memengaruhi perasaan, penglihatan dan pendengaran. Dampak penyalahgunaan diantaranya hilangnya konsentrasi, meningkatnya denyut jantung, gelisah, panik, depresi, serta sering berhalusinasi. Para pengguna ganja biasanya menggunakan penyalahgunaan ganja dengan cara di hisap seperti halnya tembakau pada rokok.
  6. Ekstasi termasuk zat psikotropika yang diproduksi secara illegal dalam bentuk lablet maupun kapsul. Jenis obat ini mampu mendorong penggunanya berenergi secara lebih bahkan di luar kewajarannya. Hal ini juga menyebabkan pengguna berkeringat secara berlehih. Akibatnya, pengguna akan selalu merasa haus, bahkan dehidrasi. Dampak yang timbul dari penggunaan ekstasi diantaranya diare, rasa haus yang berlebihan, hiperaktif, sakit kepala, menggigil, detak jantun tidak teratur, dan hilangnya napsu makan.
  7. Sabu-sabu berbentuk Kristal kecil yang tidak berbau dan tidak berwarna. Jenis zat ini menimbulkan dampak negative yang sangat bagi penggunsnya, khususnya di bagian saraf. Dampak yang di timbulkan dari pengguna sabu-sabu di antaranya penurunan berat badan secara berlebih, impotensi, sariawan akut, halusinasi, kerusakan ginjal, jantung, hati, strok, bahkan dapat di akhiri dengan kematian. Sabu-sabu di hirup asapnya. Para pecandu biasanya mengonsumsi sabu-sabu dengan menggunakan alat yang dikenal dengan sebutan bong.
  8. Amphetamine merupakan jenis obat-obatan yang mampu mendorong dan memiliki dampak peragsang yang sangat kuat pada jaringan saraf. Dampak yang timbulkan dari pengguna obat ini di antaranya penurunan berat badan yang drastis, gelisah, kenaikan tekanan darah dan denyut jantung, paranoid, mudah lemah dan pingsan, serta penggunanya sering bertindak kasar dan berperilaku aneh.
  9. Inhalen merupakan salah satu bentuk tindaklan menyimpang dengan cara menghirup uap lem, thinner, cat, atau sejenisnya. Tindakan ini sering di lakukan oleh anak-anak jalanan yang lazim di sebut dengan ngelem.

Efek Samping Narkotika

Sebagian besar narkotika menurunkan tingkat kewaspadaan otak yang bertanggung jawab untuk efek kecemasan anti diamati dengan narkotika. Efek samping yang umum termasuk:

  • Kantuk atau mengantuk yang dapat mengganggu produktivitas dan kegiatan sehari-hari. Hal ini terindikasi kuat untuk menghindari penggunaan mesin berat atau pelaksanaan tugas berisiko tinggi yang memerlukan aktivitas mental yang lebih tinggi (seperti mengemudi) untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.
  • Narkotika menurunkan aktivitas saraf yang juga mempengaruhi motilitas lambung dan sembelit dapat menyebabkan dengan penggunaan jangka panjang.
  • Efek samping yang kurang dilaporkan lainnya termasuk mual, muntah, sakit kepala, penglihatan buram dan respon alergi dengan beberapa narkotika. Dalam kasus riwayat alergi diketahui kimia obat atau komponen lain dalam formulasi, disarankan untuk secara ketat menghindari penggunaan untuk mencegah mengancam kehidupan respon anafilaksis.
  • Gatal dan ruam juga dilaporkan dengan konsumsi moderat; Namun, jika ruam atau gejala tidak parah, tidak ada modifikasi dosis yang dibutuhkan. Dalam kebanyakan kasus, gejala ringan yang berhubungan dengan narkotika pemakaian hilang dalam beberapa minggu tanpa intervensi apapun.
  • Perhatian harus dipertahankan pada ibu hamil atau menyusui dan pada pasien dengan penyakit sistemik kronis (terutama yang melibatkan ginjal dan liver- pusat detoksifikasi utama).

Tumbuhan Bahan Dasar Narkotik

Terkadang masyarakat tidak menyadari bahwa beberapa jenis tumbuhan yang tumbuh di sekitarnya merupakan bahan dasar narkotik. Sebenarnya tumbuh-tumbuhan ini digunakan dalam bidang kedokteran sebagai bahan obat-obatan, contohnya untuk mengurangi rasa sakit atau zat pembius. Namun, bahan-bahan tersebut sering disalahgunakan sehingga dapat menyebabkan kecanduan dan merusak fisik dan psikis pecandunya. Beberapa jenis tumbuhan yang mengandung bahan narkotika, antara lain sebagai berikut.

  1. Cannabis sativa (ganja). Dikenal sebagai rokok mariyuana. Dengan pemakaian yang benar, ganja dapat digunakan untuk meredakan rasa sakir. Ganja dapat menimbulkan efek pusing, depresi, halusinasi, euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab), dan paranoia (kecemasan, ketakutan yang berlebihan hingga tidak rasional).
  2. Papaver somniferum (buah candu, opium). Getah buah yang masih mentah digunakan untuk bahan morfin dan kodein sebagai penghilang rasa sakit. Opium dapat menimbulkan efek kecanduan, penurunan kesadaran, euforia, lesu, penglihatan kabur, mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan menyebabkan konstipasi.
  3. Catha edulis (khat; gat; qat; teh Arab). Mengunyah daun khat sudah menjadi tradisi di beberapa negara di Arab sejak abad ke-15. Khat mengandung alkaloid monoamine (cathinone) sebagai zat stimulan, penyebab euforia, dan mampu menghilangkan rasa lapar dan kantuk. Khat menimbulkan efek ketergantungan, dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan depresi, halusinasi, dan keterlambatan dalam merespons rangsang.
  4. Erythroxylum coca (kokain, putaw). Daun Erythroxylum coca mengandung alkaloid kokain sebagai zat anestetik lokal dan stimulan yang kuat. Seorang penakut dapat menjadi pemberani dan orang yang pendiam bisa menjadi banyak bicara dengan mengonsumsi kokain. Kokain menimbulkan efek ketagihan, euforia, depresi, dan kerusakan fungsi organ tubuh. Penggunaan kokain selain untuk pengobatan merupakan kegiatan ilegal di hampir semua negara.
  5. Datura stramonium, Datura metel (kecubung). Kecubung biasa ditanam sebagai tanaman hias. Bijinya mengandung alkaloid hyoscyamine, scopolamine, atropine yang berefek stimulan dan halusinogen.
  6. Ipomoea violacea (bunga morning glory). Bijinya mengandung alkaloid ergoline yang menyebabkan efek halusinasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *