Jenis-jenis Mollusca

Jenis-jenis Moluska dibagi menjadi sepuluh kelas yang hidup, termasuk gastropoda yang akrab kita kenal, cumi, dan kerang.
Apakah mollusca terbesar di dunia? Cumi-cumi kolosal, salah satu invertebrata terbesar, berukuran 14 meter panjangnya di sini. Beberapa cumi-cumi ini bahkan lebih besar dan dapat tumbuh hingga hampir 50 meter! Mollusca terkecil adalah siput yang mikroskopis dalam ukuran.

Jenis Mollusca

Ada sekitar 160.000 spesies hidup dan mungkin 70.000 spesies mollusca yang telah punah. Mereka biasanya dibagi menjadi sepuluh kelas, dimana dua diantaranya telah punah. Kelas-kelas utama mollusca yang hidup termasuk gastropoda, bivalvia, dan cumi (Gambar di bawah).

Gastropoda

Gastropoda mencakup siput dan keong. Mereka menggunakan kaki mereka untuk merangkak. Mereka memiliki kepala yang berkembang dengan baik. Ada ribuan spesies keong laut dan siput laut, serta siput air tawar, keong air tawar, keong tanah dan siput tanah. Gastropoda hidup di banyak habitat beragam, dari kebun sampai padang pasir dan pegunungan. Mereka juga hidup di sungai, danau dan laut. Kebanyakan gastropoda bercangkang memiliki cangkang satu bagian yang biasanya digulung atau berputar. Gastropoda tidak memiliki indera pendengaran, tetapi mereka dapat melihat dan memiliki penciuman yang tajam. Dalam gastropoda darat, organ penciuman (untuk bau) adalah yang paling penting. Ini terletak di tentakel.

Struktur Tubuh Gastropoda

Tubuh larvanya bilateral simetri tetap ada perkembangan selanjutnya tubuh bagian belakang dan alat-alat dalamnya mengalami pembengkokan hampir membentuk lingkaran. Kecuali siput telanjng atau Vaginula, seluruh anggota tubuh Gastropoda terlindung oleh sebuah cangkang berkatup satu, sehingga disebut univalve.

Tubuh siput terdiri atas kepala dan badan. Struktur kepala sudah tampak jelas. Pada bagian ini terdapat dua pasang tentakel dan mulut. Tentekel yang terdapat di kepala tersebut meliputi sepasang tentakel dengan mata (khusus yang hidup di darat) dan sepasang tentakel untuk indra pembau.

Mulut Gastropoda telah berkembang baik. Letaknya di ujung anterior, dilengkapi dengan rahang dari zat tanduk serta lidah parut atau radula di dasar perutnya. Anus terletak di bagian anterior tubuh.

Alat peredaran darah siput terdiri atas jantung dan pembuluh darah yang masih sederhana. Jantung terdiri atas serambi dan ventrike yang terletak dalam rongga parikardial. Peredaran darah merupakan system peredaran darah terbuka.

Alat respirasi Gastropoda berupa insang bagi yang hidup di air dan paru pulmonum bagi yang hidup di darat. Di samping itu, kadang-kadang rongga mantel juga dapat melakukan fungsi respirasi. Pulmonum merupakan jalinan antara pembuluh-pembuluh darah yang berhubungan langsung dengan jantung.Gastropoda

Alat ekskresinya berupa ginjal yang terdapat di dekat jantung. Ginjal ini memiliki saluran ekskresi yang bermuara pada mantel.

System saraf Gastropoda terdiri atas tiga pasang, yaitu ganglion visceral, ganglion pedal, dan ganglion serebral. Di bawah ganglion pedal terdapat sepasang alat keseimbangan atau statosit.

Siput berkembang biak dengan kawin dan bersifat hemaprodit, tetapi tidak mempu melakukan autofertilisasi. Alat reproduksinya disebut ovotestis, yaitu suatu badan penghasil ovum dan sperma. Sperma yang dihasilkan akan diteruskan ke saluran sperma., ditampung dalam kantung sperma dan dikeluarkan melalui alat kawin. Sedangkan sel telur yang dihasilkan akan diteruskan ke saluran telur, reseptakel seminal, dan akhirnya keluar melalui lubang kelamin.

Walaupun Gastropoda merupaka organisme hemaprodit, agar terjadi reproduksi tetap diperlukan dua individu. Reproduksi dimulai ketika dua Gastropoda saling mendekat dan saling memasukkanpen is masing-masing ke lubang kelamin pasangannya untuk memindahkan sperma. Setelah itu keduanya berpisah dan masing-masing Gastropoda meletakkan telur yang telah dibuahi dan dilindungi oleh zat gelatin pada tempat yang gelap.

Telur yang dibuahi akan terlindung oleh cangkang kapur, diletakkan di atas bebatuan atau sampah. Karena pengaruh suhu lingkungan, telur akan menetas. Ketika masih berbentuk larva, tubuh Gastropoda bersimetri bilateral, tetapi setelah dewasa tubuhnya mengalami pembengkokan sehingga menjadi tidak simetri (asimetri).

Tubuh terbagi atas kepala, leher, kaki, dan alat-alat dalam(visceral). Pada kepala terdapat sepasang tentakel pendek sebagai alat pembau dan sepasang tentakel panjang sebagai alat penglihat. Di bawah kepala terdapat kelenjar mukosa yang menghasilkan lender yang membasah kaki sehingga mudah bergerak. Kaki lebar pipih dan selalu basah; berguna untuk berpindah secara merayap. Kaki sebenarnya merupakan perut yang tersusun oleh otot yang sangat kuat dan dapat bergerak bergelombang.

Kebanyakan Gastropoda memiliki cangkang berbentuk kerucut biasanya berulir ke kanan. Di dalam cangkang terdapat organ-organ dalam yang berulir mengikuti cangkang. Cangkang Gastropoda memiliki lapidan penyusun yang sama dengan cangkang Bivalvia.

Bivalvia

Bivalvia termasuk remis, kerang, tiram, dan mussels. Seperti namanya, cangkang mereka mereka memiliki dua bagian, yang dapat membuka dan menutup. Bivalvia hidup baik di laut dan habitat air tawar. Sebagian besar bivalvia memiliki sepasang insang besar yang memungkinkan mereka untuk mengekstrak oksigen dari air (untuk bernapas) dan untuk menangkap makanan. Air ditarik ke dalam kerang dan sapuan melalui insang. Lendir pada insang membantu menangkap makanan dan silia mentransfer partikel makanan ke mulut. Setelah di mulut, makanan masuk ke dalam lambung sampai dicerna. Bivalvia memiliki mulut, jantung, usus, insang, dan perut, tapi tidak ada kepala. Bivalvia memiliki kaki berotot, yang dalam banyak spesies seperti kima, digunakan untuk jangkar tubuh mereka ke permukaan atau menggali ke dalam pasir.

Struktur Tubuh

Jika diamati, cangkangnya terbagi dalam dua belahan yang diikat oleh ligamen sebagai pengikat yang kuat dan elastis. Ligamen ini biasanya selalu terbuka, apabila diganggu, maka akan menutup. Jadi, membuka dan menutupnya cangkang diatur oleh ligamen yang dibantu oleh dua macam otot, yaitu pada bagian anterior dan posterior. Tampak garis konsentris yang sejajar, garis ini disebut sebagai garis pertumbuhan yang menunjukkanmasa pertumbuhan lamban atau tidak ada pertumbuhan. Garis ini berselangseling dengan pita pertumbuhan yang menunjukkan pertumbuhan cepat. Semakin banyak garis dan pita pertumbuhan, maka makin tua umur hewan tersebut. Bagian cangkang yang paling tua biasanya paling tebal, menonjol, letaknya pada bagian persendiaan yang disebut umbo. Pada bagian posterior cangkang ada dua macam celah yang disebut sifon. Celah yang berada di dekat anus dinamakan sifon, berfungsi untuk keluar masuknya air dan zatzat sisa. Sebaliknya sifon masuk terletak di bagian sebelah bawah sifon keluar yang berfungsi untuk masuknya oksigen, air, dan makanan.

Cephalopoda

Cephalopoda termasuk gurita dan cumi-cumi. Mereka memiliki kepala yang menonjol dan otak berkembang dengan baik. Biasanya kaki telah dimodifikasi menjadi satu set lengan atau tentakel. Anggota kelas ini dapat berubah warna. Mereka juga dapat mengubah tekstur dan bentuk tubuh, dan, dan jika teknik kamuflase tersebut tidak bekerja, mereka masih bisa “menghilang” dalam awan tinta. Cephalopoda memiliki tiga jantung yang memompa darah biru mereka, pendorong bertenaga, dan mereka ditemukan di semua samudra di dunia. Cephalopoda dianggap paling cerdas invertebrata. Mereka memiliki mata dan indra lain yang menyaingi manusia.

Struktur tubuh

Jika kita amati, hewan ini memiliki ciri khas, yaitu mempunyai tentakel yang dilengkapi dengan alat pengisap. Alat ini terdapat pada kepala yang berguna untuk menangkap mangsa. Misalnya, pada cumi-cumi dan sotong mempunyai 8 tentakel pendek dan 2 tentakel yang panjang. Nautilus mempunyai sekitar 60-90 tentakel. Gurita mempunyai 8 tentakel. Pada kepala terdapat sepasang mata yang telah berkembang dengan baik, yaitu memiliki lensa mata dan iris, tetapi tidak mempunyai kelopak mata, dapat membedakan beraneka ragam lingkungan. Dengan mata yang tajam dapat segera menghindari musuh sehingga jenis Mollusca ini lebih maju dibandingkan dengan yang lainnya. Ada juga lengan penangkap yang bersatu membentuk bagian leher, corong, sifon (sebagai jalan keluar masuknya air). Sifon ini berfungsi sebagai alat untuk menyemprotkan air. Di sebelah perut terdapat kantung tinta yang mengandung pigmen melanin. Semua anggota hewan ini memilikinya, kecuali Nautilus. Fungsi tinta itu yaitu untuk menghindari musuh. Pada saat musuh datang, tinta ini akan disemprotkan melalui sifon. Setelah air keruh, ia akan meluncur melesat meninggalkan tempat tersebut. Cephalopoda ini juga memiliki mantel, terletak di bagian punggung (dorsal) yang melekat pada tubuh, sedangkan pada bagian perut (ventral) mantelnya tidak melekat sehingga tubuh berbentuk rongga.

Kosa kata

  • bivalvia: Kelas mollusca yang menggunakan kaki mereka untuk menempel pada batu atau untuk menggali ke dalam lumpur, yaitu remis.
  • Cephalopoda: Kelas mollusca dicirikan oleh satu set lengan atau tentakel, yaitu gurita.
  • gastropoda: Kelas mollusca yang menggunakan kaki mereka untuk merangkak, yaitu keong.

Ringkasan

Mollusca dibagi menjadi sepuluh kelas yang hidup, termasuk gastropoda yang akrab kita kenal, cumi, dan kerang.
Mollusca hidup di habitat laut dan air tawar, serta di darat.

Loading...

Artikel terkait lainnya