Kehidupan Manusia Purba Zaman Paleolitikum

Zaman Paleolitikum merupakan zaman batu tua yang mana manusia pada saat itu sudah menggunakan alat yang terbuat dari batu. Kondisi alam pun masih dijadikan andalan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Berikut adalah ulasan tentang kehidupan manusia purba pada zaman Paleolitikum. Manusia zaman paleolithikum mengalami kehidupan yang sangat menggantungkan diri pada kondisi alam.

Mereka menempati tempat-tempat yang cukup mengandung bahan-bahan makanan dan air. Mereka hidup berpindah-pindah. Dalam sistem perburuan mereka menciptakan alat-alat secara sederhana. Cara lain ialah dengan membuat lubang jebakan atau menggiring hewan ke arah jurang yang terjal (Soejono, 1984 : 119). Perburuan itu dilakukan oleh kelompok-kelompok kecil dan hasilnya dibagi bersama-sama. Kelompok berburu tersusun dari keluarga kecil dimana yang laki-laki berburu dan yang perempuan mengumpulkan makananĀ  (Kartodirdjo, 1975 : 109).

Budaya

Untuk membantu kegiatan berburu maka diperlukan alat-alat yang terbuat dari batu, kayu, tulang, dan tanduk. Mungkin manusia zaman paleolithikum lebih banyak memanfaatkan batu sebagai bahan pembuat alat-alat dan kapak-kapak perimbas serta serpih dan mengalami perkembangan lebih lanjut dalam bentuk dan teknik pembuatan meskipun itu masih sangat sederhana.

Bahasa sebagai alat komunikasi sudah dimulai pada zaman berburu, mereka menciptakan sejenis alat komunikasi melalui kata-kata dan tanda-tanda dengan menggunakan gerakan badan (Soejono, 1984 : 123).

Zaman Paleolithikum ditandai dengan kebudayan manusia yang masih sangat sederhana. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman Paleolithikum, yakni:

  1. Hidup berpindah-pindah (Nomaden)
  2. Berburu dan mengumpulkan makanan (Food Gathering)
  3. Menangkap ikan
  4. Pembuatan alat-alat yang masih sangat kasar dan sederhana

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *