Kehidupan Politik dan Sitem Pemerintahan Hindu-Budha

Kuatnya pengaruh Hindu-Budha berkembang terhadap kehidupan politik dan pemerintahan yang ada di Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan dalam sistem pemerintahan yang ada di Indonesia, bahkan pengaruh Hindu-Budha menjalar terhadap kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya pada masa kerajaan di Indonesia.

Kehidupan Politik dan Sitem Pemerintahan Hindu-Budha

Sebelum pengaruh Hindu-Buddha masuk ke Indonesia, struktur sosial asli masyarakat Indonesia berbentuk suku-suku dengan pimpinannya ditunjuk atas prinsip primus inter pares. Setelah pengaruh Hindu-Buddha masuk, sistem pemerintahan ini berubah menjadi kerajaan. Kepemimpinan lalu diturunkan kepada keturunan raja. Raja dan keluarganya kemudian membentuk kalangan yang disebut bangsawan.Dalam perkembangannya, ada dua corak kerajaan berdasarkan budaya Hindu-Buddha. Kerajaan-kerajaan bercorak Hindu, antara lain, Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Mataram Hindu (Mataram Kuno), Kahuripan (Airlangga), dan Majapahit. Kerajaan Majapahit dikenal sebagai kerajaan Hindu terbesar. Adapun kerajaan-kerajaan bercorak Buddha, antara lain, Kerajaan Holing (Kalingga), Melayu, Sriwijaya, dan Mataram Buddha. Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan Buddha terbesar di Indonesia.

Kehidupan Sosial, Politik, Ekonomi, dan Budaya Indonesia Pada Masa Kerajaan-Kerajaaan Hindu-Budha

  • Sistem dan struktur sosial masyarakat

Kasta merupakan sistem pengelompokan masyarakat melalui tingkatan-tingkatan kehidupan masyarakat danberlaku secara turun-temurun. Masyarakat yang memperoleh pengaruh Budha tidak mengenal adanya kasta, tetapi dikenal adanya kelompok-kelompok dalam masyarakat, seperti :

  1. Kelompok masyarakat Bhiksu dan Bhiksuni, kelompok masyarakat ini tinggal di dalam wihara. Mereka meninggalkan kehidupan yang bersifat duniawi.
  2. Kelompok masyarakat umum, merupakan kelompok yang masih terpengaruh oleh unsur-unsur kehidupan duniawi.
  • Struktur birokrasi kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di berbagai daerah di Indonesia

Struktur birokrasi bersifat langsung, karena raja memegang peranan penting dalam pengawasan terhadap tempat-tempat yang dianggap strategis. Raja dapat memberikan penghargaan terhadap penguasa daerah yang setia, dan sebaliknya dapat menjatuhi hukuman terhadap penguasa daerah yang tidak setia.

Struktur birokrasi kerajaan Mataram Hindu dikenal dengan adanya daerah pusat kerajaan, yaitu merupakan istana tempat tinggal raja dan keluarga, kerabat dekat, petinggi kerajaan dan abdi dalem. Serta terdapat pula daerah watak yang merupakan daerah yang dikuasai para rakai atau pamgat yang berkedudukan sebagai pejabat tinggi dan kepala daerah secara turun-temurun.

  • Sistem penguasaan tanah, pajak, dak tenaga kerja pada masa kerajaan Hindu-Budha

Di dalam sistem kekerajaan, rakyat rela mempersembahkan segalanya untuk kepentingan kerajaan. Termasuk kepemilikan tanah juga dikuasai kerajaan, walaupun rakyat diberikan kekuasaan untuk menggarapnya atas nama kerajaan.

Pajak ditarik dari hasil panen rakyat oleh para pejabat ditingkat daerah untuk diserahkan kepada raja pusat. Ditingkat pusat terdapat petugas khusus yang mencatat luas kepemilikan lahan serta menetapkan pajak yang harus dipungut. Sehingga, setiap daerah memiliki pembayaran pajak yang berbeda.

  • Bukti arkeologis dari pengaruh tradisi Hindu-Budha

Pembuatan candi pada masa pengaruh Hindu diperuntukan sebagai makam dari orang-orang yang terkemuka atau para raja yang wafat. Candi borobudur memiliki suatu sistem yang terbagi tiga bagian, yaitu :

  1. Kamadhatu, merupakan bagian candi paling bawah.bagian ini terdapat luikat oleh rupa dan bentuk A.
  2. Rupadhatu, merupakan bagian candi paling atas. Bagian ini nampak hanya patung sang Budha di daalam relung.
  3. Arupadhatu, menggambarkan dimana manusia tidak lagi terikat oleh rupa dan bentuk, melainkan manusia yang telah terbebas dari keinginan untuk bersiap-siap masuk nirwana.
Loading...