Sejak berakhirnya Perang Dunia II (1945), terjadi berbagai macam perubahan dalam segala aktivitas kehidupan masyarakat dunia baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Perubahan-perubahan menunjukkan proses ke arah kemajuan dalam berbagai aktivitas kehidupan. Dalam bidang politik, Amerika Serikat dan Uni Soviet (Rusia) menjadi pelopor terjadinya perubahan peta politik dunia menjadi dua blok yaitu Blok Barat dan Blok Timur.

Dengan demikian, peta politik dunia menjadi bipolar. Kecenderungan terjadinya bipolarisasi tersebut pada gilirannya mempengaruhi pembentukan organisasi-organisasi, baik yang bersifat global maupun regional, seperti Gerakan Non-Blok (GNB), ASEAN, Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE), dan lain-lain.

Sejalan dengan upaya menciptakan tata hubungan dunia baru tersebut, dunia tidak terlepas dari berbagai peristiwa yang terjadi di beberapa kawasan, seperti runtuhnya Uni Soviet, bersatunya Jerman, dan disintegrasi di beberapa negara Eropa Timur.

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, muncul beberapa peristiwa penting yang mempengaruhi perkembangan kehidupan bangsa-bangsa dunia. Peristiwa-peristiwa penting itu antara lain: Pertama, munculnya Amerika Serikat sebagai negara pemenang di pihak Sekutu. Di samping itu, Amerika Serikat besar peranannya di dalam membantu negara-negara Eropa Barat untuk memperbaiki kehidupan perekonomiannya. Kedua, munculnya Rusia (Uni Soviet) sebagai negara besar dan berperan dalam membangun perekonomian negara-negara di Eropa Timur. Ketiga, munculnya negara-negara baru pada daerah-daerah di luar Eropa, seperti, Filipina (4 Juli 1946), RRC (1 Oktober 1949), Indonesia (17 Agustus 1945), Ethiopia, Mesir, Libia (1951), Maroko (1950) dan lain-lain.

Dengan munculnya negara-negara tersebut di atas, maka berkembang dua kelompok negara di dunia, yaitu negara-negara maju dan negara-negara yang baru berkembang. Keadaan ini akan mempengaruhi perkembangan politik dan ekonomi dunia setelah Perang Dunia II dan Perang Dingin.

Perang dunia II berakhir dengan kemenangan pihak Sekutu yang terdiri dari Inggris, Prancis, Uni Soviet, dan Amerika Serikat Kemenangan yang diraih oleh pihak Sekutu itu tidak terlepas dari peran Amerika Serikat.

Pasukan Sekutu yang mendapat bantuan tentara, perlengkapan, dan persenjataan dari Amerika Serikat menganggap bahwa peran Amerika Serikat sangat menentukan dalam kemenangan yang diraih oleh pihak Sekutu. Di medan perang Asia-Pasifik, pemboman terhadap Hiroshima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945) jelas mempercepat menyerahnya Jepang kepada pihak sekutu.

Sedang di medan perang Eropa pasukanĀ  Amerika Serikat bersama pasukan Inggris dan Prancis berhasil mendesak pertahanan Jerman dan Italia serta memaksa kedua negara tersebut menyerah kepada pihak Sekutu. Pada pasca perang, peranan Amerika Serikat sangat besar dalam memberikan bantuan kepada negara-negara Eropa Barat untuk membangun kembali perekonomiannya.

Peran Uni Soviet

Uni Soviet juga turut berperan terhadap kemenangan pasukan Sekutu, yaitu dengan melakukan pembebasan Eropa bagian timur dari tangan Jerman. Sambil membebaskan Eropa bagian timur dari tangan Jerman, Uni Soviet juga mempergunakan kesempatan untuk meluaskan pengaruhnya, dengan cara mensponsori terjadinya perebutan kekuasaan di berbagai negara Eropa Timur, seperti di Bulgaria, Albania, Hongaria, Rumania, Polandia dan Cekoslowakia, sehingga negara-negara tersebut masuk ke dalam pemerintahan komunis Uni Soviet.

Kekuatan Negara-negara Adikuasa

Berakhirnya Perang Dunia II telah mengubah perkembangan politik dunia. Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara pemenang muncul menjadi kekuatan raksasa. Dua negara tersebut memiliki perbedaan ideologi, yaitu Amerika Serikat memiliki ideologi liberal-kapitalis, sedangkan Rusia berideologi komunis.

Pakta Pertahanan

NATO

Meluasnya pengaruh Uni Soviet sesudah Perang Dunia II di Eropa Timur sangat mencemaskan negara-negara Eropa Barat, terutama Inggris dan Prancis Kecemasan itu membuat negara negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mendirikan suatu pakta pertahanan yang dikenal dengan nama NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi Pertahanan Atlantik Utara.

Untuk mengimbangi kekuatan NATO, pada tahun 1955 Uni Soviet mendirikan suatu pakta pertahanan yang diberi nama Pakta Warsawa. Anggota Pakta Warsawa terdiri dari negara-negara Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur,Hongaria, Polandia, dan Rumania.

Berdirinya pakta pertahanan yang berada di bawah pengaruh kedua negara besar, telah mengakibatkan timbulnya rasa saling curiga dan perlombaan di bidang persenjataan di antara kedua belah pihak. Masing-masing pihak saling diliputi oleh suasana perang dingin.