Kelebihan dan Kekurangan Energi Alternatif

Menurut data statistik dari Asosiasi Energi Tenaga Angin Kanada (CanWEA), dalam satu dekade terakhir, tingkat pertumbuhan pembangkit listrik tenaga angin di seluruh dunia telah mencapai 25%. Dan pada 2020 mendatang, total nilai investasi di sektor energi tenaga angin di seluruh dunia akan mencapai 1 triliun dolar AS, dengan kapasitas listrik tahunan mencapai lebih dari 6 triliun watt per tahun.

Namun kendala tenaga angin adalah: dibutuhkannya lahan yang sangat luas, yang biasanya sulit untuk mendapat izin dari pemerintah, dan sulit untuk menyimpan listrik yang dihasilkan.

Kelebihan dan Kekurangan Energi Alternatif

Salah satu keuntungan menggunakan energi alternatif adalah, energi bisa terbarukan. Maksut dari terbarukan disini, energi akan senantiasa baru dan tersedia sehingga tidak terjadi krisis kelangkaan. Kelebihan energi alternatif dibandingkan dengan energi utama adalah sumbe energi yang akan kita nikmati gratis alias tidak membayar. Jadi, ketika kita ingin menikmati sumber energi alternatif, kita tidak perlu susah susah untuk mengeluarkan biaya untuk membayar seperti minyak bumi yang mempunyai harga yang sangat mahal.

Kekurangan menggunakan energi alternatif adalah biaya instalasi awal tinggi, Biaya instalasi awal untuk pembangkit listrik dari energi alternatif, misalnya, relatif tinggi. Contoh, bendungan perlu dibangun untuk membuat pembangkit listrik tenaga air. Membangun bendungan termasuk relokasi penduduk melibatkan biaya yang sangat tinggi.

Dan kekurangan lainnya diantaranya adalah belum efisien, hingga saat ini, pembangkit dari sumber energi alternatif belum bisa beroperasi seefisien sumber energi konvensional. Teknologi yang tersedia saat ini belum cukup mampu menggantikan energi konvensional dengan energi alternatif.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *