Manfaat dan Kegunaan Fosfat

Tentunya bagi sebagian orang masih banyak yang belum tau tentang manfaat dan kegunaan fosfat, lalu seperti untuk apa sajakah manfaat dan kegunaannya fosfat tersebut? Baiklah, pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan share tentang manfaat fosfat tersebut yang mungkin tanpa disadari sebagian orang telah merasakan manfaatnya.

Kegunaan fosfor yang penting adalah dalam pembuatan pupuk, dan secara luas digunakan dalam bahan peledak, korek api, pestisida, odol dan deterjen. Selain itu juga diperlukan untuk memperkuat tulang dan gigi.

Penggunaan Fosfat Alam untuk Industri dan Pertanian

Metode untuk mengefisiensikan pupuk P dapat dilakukan dengan cara biologi, yakni dengan membuat fosfokompos, penginokulasian dengan mikoriza, penggunaan mikroorganisme pelarut P, dan menggunakan spesies tanaman yang toleran terhadap defisiensi P. Menurut Widawati dan Suliasih (2008), bakteri pelarut fosfat dalam bahan kompos dapat menstimulir aktivitas amonifikasi, nitrifikasi, fiksasi nitrogen, dan fosforilasi, sehingga akan meningkatkan produktivitas tanah secara permanen.

Menurut Sutriadi dkk. (2010), secara kimiawi metode untuk mengefisiensikan superfosfat dan fosfat alam, dapat dilakukan dengan pengasaman sebagian yang dikenal dengan pupuk PARP (Partially Acidulated Phosphate Rock). Teknologi ini menggunakan cara yang sama ketika membuat pupuk superfosfat, hanya saja penggunaan asam yang ditambahkan tidak sebanyak dalam penggunaan superfosfat. Keuntungan metode ini selain menggunakan asam yang lebih rendah, kapasitas pabrik dapat ditingkatkan, dan dapat menggunakan bahan batuan fosfat alam yang tidak dapat digunakan kembali untuk membuat pupuk superfosfat. Pupuk tersebut dapat digunakan pada tanah masam (Ultisols dan Oxisols) dan sebagian Inceptisols serta pada tanah netral dengan kadar P yang rendah.

Permasalahan Pengelolaan

Banyaknya eceng gondok yang bertebaran di rawa-rawa dan danau-danau juga disebabkan fosfat yang sangat berlebihan. Tanaman dapat menghabiskan oksigen dalam sungai pada malam hari, bila tanaman tersebut mati dan dalam keadaan sedang mencerna pada siang hari, pancaran sinar matahari ke dalam air akan berkurang sehingga proses fotosintesis yang dapat menghasilkan oksigen juga berkurang. Makhluk  hidup air seperti ikan dan spesies lainnya tidak bisa tumbuh dengan baik sehingga akhirnya mati. Hilangnya ikan dan hewan lainnya dalam mata rantai ekosistem air akan menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem air.

Salah satu produk yang mengandung mineral fosfat adalah detergen. Komponen fosfat dipergunakan untuk membuat sabun sebagai pembentuk buih dan adanya fosfat dalam air limbah dapat menghambat penguraian pada proses biologis. Penggunaan fosfat yang lainnya yaitu sebagai pupuk, namun ada pula permasalahan yang akan ditimbulkan jika tidak dikelola dengan baik. Pupuk fosfat mengandung unsur logam berat dan radioisotop yang dapat membahayakan pada konsentrasi tertentu dan berakibat mencemari lingkungan setelah fosfat alam yang digunakan langsung sebagai pupuk larut dalam tanah. Bahan baku pupuk fosfat adalah fosfat alam yang ditambang dan merupakan sumber yang tidak tergantikan sehingga cadangan yang tersedia di dunia hanya akan bertahan untuk 100-120 tahun jika penambangan fosfat alam tidak dikelola dengan tepat.

Strategi Pengendalian Pencemaran Akibat Pemanfaatan Fosfat

Menurut Sutriadi dkk. (2010), langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat, yaitu :

  1. Menerapkan prinsip-prinsip penambangan yang berkelanjutan, yaitu dengan memperhitungkan dampak terhadap kondisi lingkungan baik fisik, kimia, maupun sosial budaya.
  2. Menerapkan beberapa teknologi pengendalian residu logam berat dari fosfat alam yang digunakan pada bidang pertanian, antara lain:
  3. Teknologi peningkatan efisiensi penggunaan pupuk fosfat alam dengan diiberikan secara langsung dan digunakan dengan takaran yang tepat.
  4. Teknologi fitoremediasi, yaitu memanfaatkan pertumbuhan tanaman untuk mengurangi kadar logam berat.
  5. Teknologi bioremediasi, yaitu perbaikan tanah yang telah tercemar logam berat dengan memanfaatkan mikroorganisme tanah.

Pengendalian pencemaran akibat pemanfaatan fosfat terutama di wilayah pemukiman penduduk dapat dilakukan dengan cara pembuatan kebijakan yang kuat untuk mengontrol pertumbuhan penduduk karena sejalan dengan populasi penduduk yang terus meningkat, maka akan meningkat pula kontribusi bagi lepasnya fosfat ke lingkungan air dari limbah sumber fosfat. Pemerintah juga harus mendorong para pengusaha agar produk detergen tidak lagi mengandung fosfat. Begitu pula, produk makanan dan minuman diusahakan juga tidak mengandung bahan aditif fosfat. Di samping itu, dituntut pula peran pemerintah di sektor pertanian agar penggunaan pupuk fosfat tidak berlebihan serta perannya dalam pengelolaan sektor peternakan untuk meminimalkan fosfat yang akan dilepaskan ke lingkungan air. Masyarakat juga dianjurkan untuk tidak berlebihan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung aditif fosfat.

Penggunaan fosfat alam yang tidak memenuhi standar SNI no. 02-3776-2005 secara teknis dan ekonomis akan merugikan. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan kualitas untuk melindungi pengguna fosfat alam atau petani dari kemungkinan pemalsuan baik oleh produsen maupun pedagang pupuk, menjaga kualitas fosfat alam yang digunakan dalam produksi pertanian tetap baik, menjaga efektivitas, dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Survei dan eksplorasi deposit fosfat alam di Indonesia juga perlu dilakukan untuk mengetahui jika ada perkiraan cadangan mineral fosfat yang telah ditemukan.

Related Posts