Penemuan Urea dan Kegunaanya

Bagi yang bertempat tinggal di kawasan pertanian tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama senyawa ini yakni Urea. Sebab hampir semua petani menggunakan urea untuk memupuk tanamannya. Namun apakah kita tahu kapan urea ditemukan dan apa kegunaannya? Berikut ini adalah ulasan tentang penemuan urea dan kegunaanya semoga bermanfaat!

Urea ditemukan pertama kali oleh Hilaire Roulle pada tahun 1773. Senyawa ini merupakan senyawa organik pertama yang berhasil disintesis dari senyawa anorganik.

Pupuk adalah zat yang terdiri dari satu atau lebih unsur kimia yang sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan, serta dapat meningkatkan produkivitas maupun kualitas hasil tanaman. Berdasarkan proses pembuatannya, pupuk dikelompokkan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan. Sedangkan menurut bahan pembentuknya, pupuk dikelompokkan menjadi pupuk organik dan pupuk anorganik.

Urea pertama kali ditemukan pada tahun 1773 yaitu terdapat di dalam urine. Orang yang pertama kali berhasil mensintesa urea dari amoniak dan asam sianida adalah Woehler pada tahun 1828 dan penemuan ini dianggap sebagai penemuan pertama yang berhasil mensintesa zat organik dan zat anorganik.

Proses yang menjadi dasar dari proses pembuatan urea ini adalah proses dehidrasi yang ditemukan oleh Bassarow (1870) yang mensintesa urea dari pemanasan ammonium karbamat.

Urea adalah pupuk buatan hasil persenyawaan NH3 dan CO2 serat bahan dasarnya berasal dari gas alam. Kandungan N total berkisar antara 45 – 46 %. Urea mempunyai sifat higroskopis dan pada kelembaban udara 73 %, urea akan menarik uap air dari udara. Keuntungan penggunaan pupuk urea adalah mudah diserap oleh tanaman. Selain itu, kandungan N yang tinggi pada urea sangat dibutuhkan pada pertumbuhan awal tanaman. Kekurangannya adalah apabila diberikan ke dalam tanah yang miskin unsur hara, maka urea akan berubah ke

wujud awalnya yaitu NH3 dan CO2 yang mudah menguap.

Sekitar 90% urea industri digunakan sebagai pupuk kimia. Urea dalam bentuk butiran curah (prill) digunakan dalam pertanian sebagai pupuk kimia pemasok unsur nitrogen. Di tanah, urea akan terhidrolisis dan melepaskan ion amonium. Kandungan N pada urea adalah 46%, tetapi yang tergunakan oleh tanaman biasanya separuhnya.

Karena penting dalam pembangunan pertanian, pupuk urea seringkali disubsidi oleh pemerintah suatu negara, termasuk Indonesia. Di pasaran Indonesia, pupuk urea dipasarkan dalam dua bentuk: bersubsidi (berwarna merah muda, digunakan untuk bantuan pembangunan) dan tidak bersubsidi (berwarna putih, untuk dipasarkan secara komersial).

Pupuk urea dihasilkan sebagai produk samping pengolahan gas alam atau pembakaran batu bara. Karbon dioksida yang dihasilkan dari kegiatan industri tersebut lalu dicampur dengan amonia melalui proses Bosch-Meiser. Dalam suhu rendah, amonia cair dicampur dengan es kering (karbondioksida) menghasilkan amonium karbamat. Selanjutnya, amonium karbamat dicampur dengan air ditambah energi untuk menghasilkan urea dan air.

Unsur hara Nitrogen yang terdapat pada pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:

  1. Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat penting dalam proses fotosintesa.
  2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain).
  3. Menambah kandungan protein tanaman.
  4. Dapat dipakai untuk segala jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan.
  5. Meningkatkan perkembangbiakan mikroorganisme dalam tanah.

Baca Juga

© 2022 Sridianti.com