Pengertian nuklida – notasi dan contoh

Nuklida adalah jenis atom yang intinya memiliki jumlah proton dan netron tertentu (keduanya disebut nukleon). Oleh karena itu, ini adalah partikel komposit nukleon.

Menurut model standar, quark atas dan bawah adalah komponen dasar nukleon. Dengan demikian, nuklida juga dapat dianggap sebagai partikel komposit dari quark.

Istilah isotop sering digunakan untuk berarti nuklida, karena nuklida biasanya merupakan isotop suatu unsur. Sebenarnya, isotop adalah atom dengan jumlah proton yang sama tetapi jumlah neutron yang berbeda dalam intinya.

Apa itu Nuklida?

Kata nuklida diciptakan oleh seorang ahli kimia Amerika bernama Truman P. Kohman pada tahun 1947. Istilah nuklida diambil dari kata nukleus. Ini adalah salah satu spesies nuklir. Nuklida seperti atom atau nukleus tetapi berbeda dari keduanya. Hal ini ditandai dengan sejumlah proton dan neutron.

Dengan kata sederhana, nuklida adalah spesies atom/inti. Kita menggambarkannya dengan komposisi intinya, dengan jumlah proton, jumlah neutron, dan kandungan energi. Pada halaman ini, Anda akan belajar tentang nuklida, nuklida anak, nuklida radioaktif, nuklida induk, nuklida stabil.

Definisi Nuklida Fisika

Nuklida dinyatakan dengan nomor massa (A) dan nomor atom (Z). Untuk membedakannya, nuklida harus memiliki kandungan energi yang cukup untuk masa pakai yang terukur, yaitu lebih dari 10−10 detik.

Istilah nuklida tidak mirip dengan isotop, itu adalah setiap anggota dari satu set nuklida yang memiliki nomor atom yang sama tetapi nomor massa yang berbeda.

Misalnya, Klorin – 37 adalah inti yang terdiri dari 17 proton dan 20 neutron, itu adalah nuklida yang berbeda dari natrium – 23 inti yang memiliki 11 proton dan 12 neutron, dan klorin – 35 inti yang terdiri dari 17 proton dan 18 neutron.

Notasi untuk nuklida

Notasi untuk nuklida dengan nomor massa A dan nomor atom Z diwakili oleh simbol unsur E.

AEZ

Sebagai contoh

235U92

Nuklida Stabil dan Tidak Stabil

Ada nuklida stabil dan radioaktif. Nuklida yang stabil ada untuk periode waktu yang tidak terbatas, dan mereka adalah unsur-unsur materi biasa. Nuklida yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik, dengan 2α4, β, γ, 0n1, 1p1 menjadi yang paling umum. Sedikit yang menjalani fisi nuklir. Namun, nuklida tidak stabil dengan waktu paruh panjang juga ada di alam.

  • Nuklida stabil bukan radioaktif. Mereka tetap tidak berubah untuk periode yang tidak terbatas.
  • Nuklida tidak stabil adalah radioaktif, dan mereka mengeluarkan alfa, beta, gamma, atau proton dan mereka akhirnya dikonversi menjadi nuklida stabil.

Studi tentang nuklida adalah ilmu eksperimental dan observatorium. Ini melibatkan pengumpulan data, klasifikasi, organisasi, observasi, dan berteori tentang alam.

Nuklida dan Peluruhan Radioaktif

Nuklida terkait dengan peluruhan radioaktif dan dapat berupa spesies yang stabil atau tidak stabil.

Sekitar 1.700 nuklida diketahui, 300 di antaranya stabil dan sisanya radioaktif.

Pada tahun 1919, seorang Fisikawan Inggris bernama Francis William Aston menemukan isotop unsur ringan (unsur ringan adalah hidrogen, deuterium, helium (dua isotop), litium, dan sejumlah kecil berilium) di Laboratorium Cavendish, menggunakan penemuan barunya spektrograf massa. Dengan menggunakan penemuannya yang baru, ia juga menemukan lebih dari 200 nuklida stabil.

Nuklida yang mengalami peluruhan radioaktif adalah nuklida radioaktif. Sekarang, kita akan memahami ilmu di balik nuklida induk, nuklida anak, nuklida stabil dengan grafik secara rinci.

Nuklida Induk dan Nuklida anak

Nuklida induk adalah nuklida determinate. Ini adalah isotop yang produk peluruhan radioaktifnya pasti merupakan nuklida anak. Ini adalah nuklida yang meluruh menjadi nuklida anak selama proses peluruhan radioaktif.

Misalnya, Na-22 meluruh menjadi Ne-22 setelah mengalami peluruhan +. Di sini, Na-22 adalah nuklida induk dan Ne-22 adalah nuklida anak.

Related Posts