Prinsip Aufbau dalam Konfigurasi Elektron

Di dalam konfigurasi elektron ada beberapa prinsip yang diantaranya adalah prinsip Aufbau. Lalu seperti apakah prinsip Aufbau tersebut. Baiklah, tak perlu berlama-lama langsung saja kita simak uraian di bawah ini semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

Konfigurasi Elektron adalah susunan elektron-elektron pada sebuah atom. Susunan elektron pada sebuah atom tidak sembarangan tetapi mengikuti pola atau rumus atau kaidah tertentu yang telah di tetapkan oleh para ahli kimia yang khusus mempelajari tentang konfigurasi elektron.

Pada Ilmu Kimia, diterapkan tiga aturan dasar atau azas penting yang menjadi dasar penyusunan konfigurasi elektron suatu atom yaitu prinsip Aufbau, kaidah Hund dan larangan Pauli. Masing-masing prinsip ini menjelaskan tentang konfigurasi elektron yang mungkin terjadi pada suatu atom dengan peraturan-peraturan yang mengikat dan harus terpenuhi.

Konfigurasi elektron pertama kali muncul saat Niels Bohr, pada tahun 1923 mengajukan teori bahwa periodisitas pada sifat-sifat unsur kimia dapat dijelaskan oleh struktur elektronik atom yang bersangkutan. Teori ini didasarkan pada model atom Bohr. Pada saat itu, Bohr telah mencetuskan teori konfigurasi elektron yang memang sangat berbeda dengan yang ada sekarang.

Prinsip Aufbau

Kata Aufbau berasal dari bahasa Jerman yaitu “Aufbauen” yang berarti “membangun”. Pada saat menuliskan konfigurasi elektron, maka sama dengan membangun elektron orbital yang tersusun dari atom-atom. Pada saat menulisnya, maka orbital akan terisi dengan elektron untuk menambah nomor atom. Prinsip Aufbau berasal dari asa larangan Pauli yang mengatakan bahwa tidak ada dua elektron dalam sebuah atom dapat memiliki bilangan kuantum yang sama, karena harus “menumpuk” atau “membangun” ke tingkat energi yang lebih tinggi.

 ba

Contoh :

Cl, Σe =17 1s² 2s² 2p6 3s² 3p5
K, Σe =19 1s² 2s² 2p6 3s² 3p1 4s2

Penyimpangan Aturan Aufbau

Pada aturan Aufbau terdapat penyimpangan terhadap beberapa konfigurasi elektron atom-atom tertentu. Hal ini disebabkan karena berdasarkan kaidah kestabilan(orbital berisi setengah penuh atau penuh). Hanya berlaku pada atom-atom yang berakhir pada subkulit “d” diantaranya adalah Cr(krom) dan Cu(tembaga), dengan pola :
ns2 (n-1)d4 berubah menjadi ns1 (n-1)d5
ns2 (n-1)d9 berubah menjadi ns1 (n-1)d10 

Contoh :
Cr, Σe =24 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d4
menjadi
Cr, Σe =24 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5

Baca Juga

© 2022 Sridianti.com