Pengertian Konstanta Dielektrik

Pengertian Konstanta Dielektrik

Konstanta dielektrik yaitu perbandingan dari sebuah energi listrik  atau nilai kapasitansi yang tersimpan pada sebuah bahan dielektrik apabila diberi sebuah potensial dengan nilai kapasitansi di ruang hampa. Atau lebih jelasnya adalah permitivitas listrik relative yang dapat diartikan juga sebagai konstanta yang melambangkan rapatnya sebuah fluks elektrostatik dalam suatu bahan apabila diberi potensial listrik.

Konstanta dielektrik umumnya  dilambangkan dengan menggunakan huruf Yunani εr atau bisa juga dengan menggunakan huruf K, dan Dk. Dalam ilmu kimia sendiri, konstanta dielektrik ini dapat dijadikan sebagai pengukur relatif dari kepolaran suatu pelarut. Besar dari konstanta dielektrik menurut Moore yaitu, konstanta dielektrik dapat diatur dengan menambahkan bahan pelarut lain.

Ketetapan dari sebuah dielektrika sendiri merupakan suatu campuran bahan perlarut yang merupakan hasil penjumlahan dari masing-masing dielektrik yang sudah dikalikan dengan persen volume dari setiap komponen.

Contoh Bahan Dielektrik

Contoh dari bahan dielektrik sendiri yaitu vakum, udara, polietilena, kertas, kaca pyrex, karet, silicon, methanol, beton, air, dan barium titanat. Pada sebuah pengujian konstanta dielektrik telah dibuktikan bahwa konstanta dielektrik berhubungan dengan suatu zat. Apabila konstanta dielektrik yang dimiliki sebuah zat tinggi maka zat tersebut bersifat polar, begitupun sebaliknya.

Apabila konstanta dielektrik yang dimiliki sebuah zat itu rendah maka zat tersebut termasuk kedalam senyawa nonpolar. Dalam hal itu konstanta dielektrik ini sangat mempengaruhi stabilitas dari sebuah obat. Stabilitas obat sendiri merupakan kemampuan suatu produk untuk mempertahankan suatu sifat dan karakteristik dari suatu obat agar memiliki identitas, kekuatan, kualitas, dan kemurniaan yang sama, dalam batasan yang telah ditetapkan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan dari obat tersebut.

Dimana stabilitas obat tersebut haruslah dipengaruhi oleh konstanta dielektrik yang sesuai. Hal tersebut bermaksud agar dapat menurunkan viskositas dan meningkatkan laku pelepasan dan tidak berpengaruh pada kestabilan obat serta sediaan farmasi. Dengan keadaan dimana zat –zat yang dibutuhkan memiliki konstanta dielektrik yang berbeda maka penyesuaian konstanta pada setiap zat sangat diperlukan, hal tersebut bertujuan agar stabilisasi obat tetap terjaga dan sediaan obat tidak terpengaruh.

Loading...

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *