Ligamen: Contoh, cara kerja, struktur, fungsi

Ligamen adalah jaringan ikat yang terdiri dari pita jaringan yang sangat kuat dan elastis. Ini mengandung sejumlah kecil matriks

Meskipun ligamen sedikit melar, ligamen diatur dalam pola silang untuk mencegah sendi menjadi longgar.

Ligamen menyatukan dua atau lebih tulang pada sendi. Mereka penting untuk mengontrol gerakan sendi, dan dalam beberapa kasus, membatasi gerakan sendi.

Ligamen adalah tali kuat menempelkan satu tulang ke tulang lainnya. Ligamen dan tendon keduanya terbuat dari jaringan ikat dan keduanya dapat robek atau meregang, tetapi fungsinya berbeda. Mengenali masalah ligamen dan tendon sebelum menjadi cedera utama adalah kunci untuk menikmati kehidupan yang aktif dan bebas rasa sakit.

Pengertian

ligamenLigamen merupakan jaringan bentuknya pita yang tersusun dari serabut-serabut yang berperan dalam menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain pada sendi. Ligamen ialah pita jaringan elastis yang mengikat luar ujung tulang yang saling membentuk persendian, membantu mengontrol rentang gerak, serta menstabilkan mereka sehingga tulang bisa bergerak dengan baik.

Tanpa adanya ligamen, antara tulang yang satu dengan tulang yang lain tak akan menyatu serta tidak bisa melakukan pergerakan saat otot berkontraksi. Meksipun bisa, gerakan yang ditimbulkan tidak akan sempurna.

Ada ribuan ligamen yang terdapat dalam tubuh. Ligamen mempunyai elastisitas yang tinggi bisa memperpanjang serta mengubah bentuk mereka ketika berada dalam ketegangan lalu kembali ke bentuk aslinya ketika ketegangan tersebut mereda. Tapi, ada beberapa pengecualian dalam hal ini, seperti ligamen ovarium ligamen putaran rahim, serta ligamen suspensorium ovarium.

Fungsi Ligamen

ligamenMenentukan Rentang Gerakan

Ligamen yang ada dalam setiap sendi tubuh bertanggung jawab pada menentukan sejauh mana rentang gerakan yang dari sendi tersebut. Sehingga dengan begitu bisa mencegah terjadinya dislokasi sendi. Ligamen juga bisa membantu mencegah hiperekstensi tulang atau sendi. Jadi singkatnya, ligamen berfungsi guna menstabilkan sendi serta membimbing mereka selama gerakan.

Perlindungan Tulang dan Sendi

Ligamen bisa memberikan perlindungan pada tulang serta sendi dari patah sebab ketika terjadi ketegangan pada sendi ligamen bisa berubah bentuk di bawah beban konstan.

Proprioseptif

Fungsi lain dari ligamen ialah guna mempertahankan postur seseorang dengan sistem proprioseptif. Contohnya adalah saat sendi lutut dibengkokkan, maka akan merangsang saraf proprioseptif guna membuat kontraksi otot pada saat yang bersamaan ,sehingga membuat orang menyadari posisi lutut serta kaki.

Macam Ligamen

Ligamen Articular

Ligamen articular adalah jaringan ikat yang menghubungkan antara tukang-tulang guna membentuk sendi. Ligamen tersebut sangat kuat dan berserat padat. Fungsi dari ligamen articular adalah untuk mengubungkan jaringan serta membantu melenturkan atau memperpanjang jaringan tubuh.

Contoh ligamen adalah:

  • Bagian kepala dan leher meliputi ligamen krikotiroid, ligamen periodontal, serta ligamen suspensorium okluar.
  • Bagian pergelangan tangam terdiri dari ligamen dorsal radiokarpal, ligamen kolateral, ligamen palmar radiokalpar, dsb.
  • Bagian dada yaitu ligamen suspensorium.
  • Bagian lutut yaitu ligamen patella, ligamen cruciatum anterior, ligamen kaudal, ligamen kolateral lateralis, serta ligamen kolateral.

Ligamen Remnant Fetal

Ligamen ini adalah ligamen yang sudah ada sejak lahir serta masih tetap berkembang menjadi jaringan menyerupai ligamen.

Contohnya adalah :

  • Ligamen venosum.
  • Ligamen arteriosum.
  • Tali arteri umbilikalis.
  • Ligamenum lingkaran hati.

Ligamen Peritoneal

Ligamen yang terbentuk di dalam serta di sekitar lapisan membrane dari rongga perut. Ligamen peritoneal mengelilingi sejumlah pembuluh darah di rongga perut termasuk pembuluh darah portal pada hati serta berperan penting pada sistem reproduksi wanita.

Contoh dari ligamen ini adalah :

  • Ligamen hepatoduodenal.
  • Ligamen uterus.

Ligamen Aksesorium

Ligamen berfungsi untuk memperkuat ligamen lain (pembantu). Contohnya ligamen yang ada di tulang belakang yang bisa memberikan stabilitas tulang atau tulang rawan.

Struktur Ligamen

Ligamen adalah jaringan ikat yang mempunyai komponen-komponen biomekanik yang unik. Dia digambarkan sebagai pita padat jaringan ikat kolagen. Struktur ligamen terdiri dari protein yang dinamakan kolagen. Protein kolagen ini berbentuk panjang, fleksibel, serta berbentuk seperti benang atau serat.

Serat kolagen banyak ditemukan di tubuh manusia ataupun mamalia lainnya. Kehadiran jaringan kolagen membuat kulit menjadi elastis serta membentuk sebagian besar jaringan ikat. Sifat elastis yang dimilikinya membuat kulit bisa teregang ketika tubuh melakukan gerakan mirip melipat siku, dsb. Serat kolagen sering diatur dalam pola persimpangan yang membantu mencegah sendi tubuh bergerak melebihi batas kemampuannya.

Cara Kerja Ligamen

Pada dasarnya, cara kerja dari ligamen sangat berhubungan dengan tendon. Ligamen dan tendon adalah jaringan pasif yang tidak mempunyai kemampuan melakukan kontraksi untuk menghasilkan gerakan. Tendon membantu terjadinya pergerakan sendi dengan cara mentransmisikan tekanan dari otot pada tulang. Dibandingkan dengan otot, tendon mempunyai serat yang kaku, memiliki kekuatan tarik yang besar, dan bisa menahan tegangan yang besar. Oleh sebab itu pada ruang yang pergerakannya terbatas, kerjasama otot ke tulang dilakukan oleh tendon.

Tendon busa menahan beban yang sangat besar dengan deformasi yang sangat kecil. Sifat tersebut bisa menjadikan tendon guna mentransformasikan gaya ke tulang tanpa menghabiskan energi guna regangan tendon.

Ligamen sendiri berperan melanjutkan gaya yang ditransmisikan dari otot antara tulang yang satu dengan tulang yang lain, sehingga saat terjadi sebuah pergerakan, stabilitas sendi bisa dipertahankan. Tendon dan ligamen termasuk kuat serta tidak akan putus dengan mudah. Kerusakan biasanya terjadi di pertemuan dengan tulang.

Mekanisme Ligmen

Pada dasarnya, prinsip kerja ligamen berkaitan dengan kerja tendon. Ligamen dan tendon merupakan suatu jaringan pasif yang tidak bias berkontraksi untuk menghasilkan gaya. Tendon membantu terjadinya pergerakan sendi dengan mentransmisikan gaya mekanik (tekanan) dari otot ketulang. Dibandingkan dengan otot, tendon lebih kaku, mempunyai kekuatan tarik lebih besar, dan dapat menahan tegangan yang lebih besar. Olehkarena itu, disekitar pergerakan dimana ruangnya terbatas, kerjasama otot ke tulang dibuat oleh tendon.

Tendon mampu menahan beban yang sangat besar dengan deformasi yang sangat kecil. Sifat tendon ini memungkinkan otot untuk mentransmisikan gaya ketulang tanpa menghabiskan energy untuk regangan tendon. Sedangkan peran ligamen yaitu meneruskan gaya yang ditransmisikan dari otot antara satu tulang ketulang lainnya (mempertemukan kedua ujung tulang). Sehingga ketika terjadi pergerakan, stabilitas sendi dapat dipertahankan.

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *