Macam Macam HAM – Pengertian Dan Contohnya

Pastinya kamu sering mendengar kata HAM bukan? namun yang menjadi pertanyaan nya adalah apakah kalian mengerti apa yang disebut dengan HAM tersebut, dalam artikel kali ini kita akan coba bersama membahas tentang HAM dan pengertiannya, dan semoga ini dapat menjadi rujukan untuk kalian kelak jika menemukan pembahasan atau pembelajaran semacam ini kedepannya.

HAM adalah singkatan dari Hak Asasi Manusia yang adalah sebuah prinsip moral mau pun norma norma yang terdapat di dalam kehidupan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini kami sudah menyediakan ulasan mengenai HAM, mulai dari pengertian hingga macam macam HAM. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Pengertian HAM

HAM merupakan prinsip prinsip moral atau norma norma yang menggambarkan pada standar tertentu dari perilakuk manusia yang dilindungi sebagai hak hak hulum di dalam hukum kota, Negara dan juga internasional pada umumnya bisa dipahami sebagai hal yang secara mutlak sebagai hak hal dasar dari seseroang yang secara inheren berhak dikarenkan manusia tak terlepas dari bangsa, lokasi dan agama dan asal usul etnis mau pun status yang lainnya. Dan hal ini akan berlaku di semua wilayah di seluruh dunia.

HAM sendiri memiliki makna sebagai hak hak yang secara langsung diberikan oleh Tuhan Yang Maha Pencipa pada semua manusia ciptaanNya sebagai hak yang memiliki sifat kodrati.

Ciri-ciri HAM

Hak Asasi Manusia adalah persyaratan moral yang bergantung pada hukum yang harus dijalankan dengan ciri-ciri berikut:

1. Penting untuk semua manusia

Hak asasi manusia tidak dapat dikategorikan. Semua orang harus menikmati bentuk keberadaan mereka yang sama. Mereka tidak melekat dalam kelompok orang tertentu, tetapi dalam totalitas ras manusia. Faktanya, pelanggaran terhadap mereka tidak menghilangkan kepentingan mereka, mereka akan selalu tetap hadir meskipun dihina (Wahab, 2013).

2. Melindungi hak hukum

Hak Asasi Manusia dilindungi oleh hukum setiap negara. Mereka juga memasukkan hak-hak dasar, termasuk dalam konstitusi masing-masing negara. Dengan cara ini, mereka menerima perlakuan khusus berdasarkan perjanjian nasional masing-masing negara (baik sosial, ekonomi dan politik). Ini adalah cara memastikan bahwa semua orang menjalani kehidupan yang layak, dalam kondisi damai dan aman.

3. Bersifat universal

Hak Asasi Manusia diberikan kepada semua anggota masyarakat dalam bentuk penuh, sehingga semua anggota yang sama tidak menyadari keberadaannya. Bahkan di negara-negara yang dirusak oleh perang, orang tidak dapat dirampas hak-hak ini dan kepala pemerintahan tidak dapat lepas dari kewajiban untuk menegakkan mereka.

4. Kepatuhan dapat diperkuat

Jika hak asasi manusia dilanggar di mana pun di dunia, strategi persuasif harus digunakan untuk melanjutkan kepatuhan. Ketika ini tidak cukup, pendukung mereka berwenang untuk menegakkan kepatuhan. Komunitas internasional, misalnya, memiliki hak untuk menahan Saddam Hussein di Irak ketika ia ingin menekan hak-hak rakyat Kurdi.

Di masa lalu baru-baru ini, Komunitas Internasional, yang dipimpin terutama oleh Amerika Serikat dan Inggris, telah menentukan bahwa terorisme harus diperangi untuk mencegah manusia dari disiksa dan menderita di tangan para teroris, Bahkan terhadap hak untuk hidup dan properti. Dengan cara ini, menjadi penting untuk mengadvokasi hak untuk menjalani kehidupan yang penuh dan damai (hak untuk hidup menjadi yang paling penting yang dimiliki setiap individu) (Digest, 2011).

5. Memiliki batasan lokal

Hak Asasi Manusia juga harus diatur sesuai dengan kepentingan dan standar masing-masing negara. Tujuannya harus untuk memastikan keamanan politik, moralitas, dan kesopanan sosial. Eksekusi tidak boleh melanggar penerapan norma-norma peradaban atau budaya. Dengan cara ini, dapat ditegaskan bahwa hak asasi manusia tidak “berkuasa” dan harus dieksekusi dengan mempertimbangkan batas-batas tertentu yang diberikan oleh warisan budaya masing-masing negara.

6. Mengandalkan nurani manusia

Hak Asasi Manusia, seperti hak moral, didasarkan pada kesadaran individu. Latihannya didasarkan pada kehendak individu. Dalam hal ini kepatuhan mereka lebih terkait dengan keyakinan moral daripada kepatuhan terhadap hukum.

7. Prinsip Instrumental

Hak asasi manusia adalah prinsip instrumental, dalam hal ini orang termotivasi untuk mematuhinya karena mereka adalah sarana untuk mencapai tujuan: kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa mereka bukan tujuan dalam diri mereka sendiri, tetapi alat untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.

8. Mereka adalah “Pra-Politisi”.

Hak Asasi Manusia adalah pengekangan moral yang legitimasinya dan keberadaannya mendahului semua kemungkinan sosial, hukum, politik, budaya dan sejarah. Namun, keberadaannya berfungsi untuk memecahkan kebutuhan dan masalah yang berkaitan dengan kemungkinan-kemungkinan ini, selalu mengawasi kesejahteraan umat manusia dan perawatan hidup mereka dengan cara yang bermartabat.

9. Wajib

Hak Asasi Manusia membutuhkan kewajiban tertentu. Pemenuhannya tidak tunduk pada kebijaksanaan republik. Oleh karena itu, penerapan Hak Asasi Manusia tidak hanya bergantung pada keinginan dan aspirasi beberapa orang. Ini harus dipertimbangkan, karena hak-hak ini diperlukan untuk perlindungan dan keberadaan nilai-nilai dan kepentingan manusia dasar, universal dan universal tertentu.

10. Independen

Hak Asasi Manusia ada secara independen. Artinya, mereka tidak memerlukan pengakuan hukum, sosial, budaya atau agama untuk ada. Ini berarti bahwa semua manusia memiliki hak-hak dasar, bahkan jika hukum negara atau kelompok mereka tidak mengenalinya dan dengan sengaja memutuskan untuk melanggarnya. Namun, kepatuhan terhadap hak-hak ini kemungkinan besar ketika ini dicatat secara legal dalam dokumen resmi negara, seperti konstitusi.

Di sisi lain, dikatakan juga bahwa Hak Asasi Manusia independen karena hak asasi manusia tidak perlu dipenuhi. Namun, pelanggaran terhadap hak umumnya mengarah pada pelanggaran orang lain secara bersamaan (Spagnoli, 2007).

11. Tidak bersyarat

Orang-orang memiliki hak untuk menghormati hak-hak mereka tanpa syarat. Seharusnya tidak ada ketentuan dalam bentuk apa pun untuk pemenuhan hak asasi manusia.

12. Mereka tidak dapat dicabut

Hak Asasi Manusia adalah milik orang karena mereka memiliki kondisi manusia. Oleh karena itu, hak-hak ini tidak diberikan dan ditarik sesuai dengan keinginan dan kepentingan individu atau komunitas, karena ini tidak dapat disentuh. Bahkan ketika hak asasi manusia dilanggar, orang masih mempertahankannya.

13. Anda tidak bisa menyerah

Individu tidak dapat menetapkan hak mereka atau melepaskannya dengan alasan apa pun. Namun, seseorang dapat memutuskan apakah mereka ingin menegakkan hak-hak mereka atau tidak begitu mereka dilanggar.

14. Mereka sama untuk semua orang

Hak Asasi Manusia adalah sama untuk semua orang yang hidup di dunia. Ini dimungkinkan karena dua alasan: semua orang di dunia memiliki kondisi manusia yang sama, dan tidak ada hak yang lebih penting atau mendesak daripada yang lain, ini berarti bahwa semua hak asasi manusia adalah sama untuk semua manusia.

15. Kepatuhan harus seimbang

Di sisi lain, tidak ada kelompok HAM dasar. Ada satu set di mana pemenuhan semua hak harus diseimbangkan sedemikian rupa untuk menghindari konflik sosial, budaya, agama, politik atau ekonomi. Ketika pemenuhan beberapa hak bertentangan dengan pemenuhan yang lain, harus ditemukan cara untuk menyeimbangkannya.

Macam Macam HAM

HAM atau Hak Asasi Manusia memiliki beberapa jenis yang wajib anda ketahui, berikut ini adalah macam – macam HAM :

1. Hak Asasi Pribadi (Personal Rights)

Hak yang pertama adalah Hak Asasi Pribadi yang merupakan hak yang meliputi kebebasan yang menyatakan pendapat dan kebebasan dalam memeluk agama, kebebasan untuk aktif, bergerak dalam perkumpulan atau organisasi dan lain sebagainya.

Contohnya seperti :

  1. Hak Kebebasan dalam berpendapat.
  2. Hak Kebebasan ber-organisasi.
  3. Hak Kebebasan dalam menjalankan dan memeluk agama.
  4. Hak Kebebasan bepergian, berkunjung, serta berpindah-pindah tempat.
  5. Hak untuk tidak dipaksa dan disiksa.
  6. Hak untuk hidup, berperilaku, tumbuh dan berkembang.

2. Hak Asasi Politik (Political Right)

Hak asasi ini merupakan hak untuk ikut serta di dalam pemerintahan dan hak untuk memilih mau pun dipilih.

Contohnya seperti :

  1. Hak memilih dalam suatu pemilihan, misalnya pemilihan presiden.
  2. Hak mendirikan partai politik.
  3. Hak dipilih dalam pemilihan, misalnya pemilihan ketua rt.
  4. Hak diangkat dalam jabatan pemerintah
  5. Hak kebebasan ikut serta dalam kegiatan pemerintahan.
  6. Hak memberikan usulan-usulan atau pendapat yang berupa usulan petisi.

3. Hak Asasi Ekonomi (Property Rights)

Hak asasi yang berikutnya adalah Hak Asasi Ekonomi yang merupakan hak untuk merupakan hak untuk mempunyai, membeli, menjual dan juga untuk memanfaatkan sesuatu.

Contohnya seperti :

  1. Hak kebebasan dalam membeli sesuatu.
  2. Hak kebebasan mengadakan dan melakukan perjanjian kontrak.
  3. Hak memiliki pekerjaan yang layak.
  4. Hak kebebasan melakukan transaksi.
  5. Hak memiliki sesuatu.
  6. Hak untuk menikmati SDA.

4. Hak Asasi Hukum (Rights Of Legal Equality)

Hak asasi ini adalah hak untuk bisa mendapatkan perlakuan yang sama di dalam hukum dan juga pemerintahan.

Contohnya seperti :

  1. Hak yang sama dalam proses hukum.
  2. Hak mendapatkan layanan dan perlindungan hukum.
  3. Hak mendapatkan perlakuan yang adil dan  sama dalam hukum.
  4. Hak mendapatkan dan memiliki pembelaan hukum pada peradilan.

5. Hak Asasi Peradilan (Procedural Rights)

Hak Asasi Peradilan merupakan hak untuk bisa mendapatkan perlakukan tata cara peradilan atau pun perlindungan, seperti peraturan di dalam hal penahanan, penangkapan dan penggeledahan.

Contohnya seperti :

  1. Hak menolak digeledah tanpa surat adanya surat penggeledahan.
  2. Hak agar bisa mendapatkan hal yang sama di dalam berlangsungnya proses hukum. Baik itu penyelidikan, penggeledahan, penangkapan, hingga pada saat proses penahanan
  3. Hak mendapatkan pembelaan dalam hukum.
  4. Hak memperoleh kepastian hukum.
  5. Hak mendapatkan perlakukan adil dalam hukum

6. Hak Asasi Sosial dan Budaya (Social and Culture Rights)

Hak asasi yang terakhir adalah hak asasi sosial dan budaya yang merupakan hak yang menyangkut di dalam suatu masyarakat yakni untuk bisa memilih pendidikan, hak untuk mengembangkak kebudayaan dan yang lain sebagainya.

Contohnya seperti :

  1. Hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
  2. Hak untuk mengembangkan bakat dan minat.
  3. Hak untuk memperoleh jaminan sosial
  4. Hak untuk berkomunikasi
  5. Hak untuk memilih, menentukan pendidikan.

Itu lah dia, penjelasan lengkap mengenai HAM mulai dari pengertian hingga macam macam HAM yang wajib untuk kamu ketahui, jangan lupa untuk terus mengikuti artikel kami yang lainnya tentu saja dengan sajian informasi yang beragam dan menarik untuk kalian baca, serta kami berharap ini dapat memberi manfaat untuk kalian semua, terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *