Manfaat Seledri Bagi Kesehatan

Seledri termasuk terna dengan ukuran yang kecil, tingginya mencapai kurang dari 1m. Seledri selain digunakan sebagai sayuran juga sebagai obat.

Seledri (Apium graveolens var dulce.) Adalah berbagai tanaman dalam keluarga Apiaceae, yang biasa digunakan sebagai sayuran. Tanaman tumbuh dengan 1 m (3,3 kaki). Daun menyirip dengan selebaran berbentuk belah ketupat panjang 3-6 cm dan lebar 2-4 cm . Bunganya krem-putih, 2-3 mm, dan diproduksi di umbels senyawa padat. Benih bulat telur, panjang dan lebar sekitar 1,5-2 mm.

Seledri telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu sebagai unsur pengobatan dan penyedap masakan. salman Tua telah menuliskannya sejak awal penanggalan modern. Linnaeus mendeskripsikannya pertama kali dalam edisi pertama Species Plantarum. Ia memasukkan seledri dalam suku Umbelliferae, yang sekarang dinamakan Apiaceae (suku adas-adasan).

Seledri adalah terna kecil, kurang dari 1m tingginya. Daun tersusun gemuk dengan tangkai pendek. Tangkai ini pada kultivar tertentu dapat sangat besar dan dijual sebagai sayuran terpisah dari emaknya. Batangnya biasanya sangat bantet. Pada kelompok budidaya tertentu membesar membentuk umbi, yang juga dapat dimakan. Bunganya tersusun majemuk berkarang. Buahnya kecil-kecil berwarna coklat gelap.

Seledri adalah tumbuhan serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan. Sebagai sayuran, daun, tangkai daun, dan umbi sebagai campuran sup. Daun juga dipakai sebagai lalap, atau dipotong kecil-kecil lalu ditaburkan di atas sup bakso, soto, macam-macam sup lainnya, atau juga bubur ayam.

Seledri (terutama buahnya) sebagai bahan obat telah disebut-sebut oleh Dioskurides serta Theoprastus dari masa Yunani Klasik dan Romawi sebagai “penyejuk perut”. Veleslavin (1596) memperingatkan agar tidak mengonsumsi seledri terlalu banyak karena dapat mengurangi air susu. Seledri disebut-sebut sebagai sayuran anti-hipertensi. Fungsi lainnya adalah sebagai peluruh (diuretika), anti reumatik serta pembangkit nafsu makan (karminativa). Umbinya memliki khasiat yang mirip dengan daun tetapi digunakan pula sebagai afrodisiaka (pembangkit gairah generatif).

Namun, seledri berpotensi menimbulkan alergi pada sejumlah orang yang peka. Penderita radang ka’al tidak dianjurkan mengonsumsinya.

Aromanya yang khas berasal dari sejumlah komponen mudah menguap dari minyak atsiri yang dikandung[1], paling tinggi pada buahnya yang dikeringkan. Kandungan utamanya adalah butilftalida dan butilidftalida sebagai pembawa aroma utama. Terdapat juga sejumlah flavonoid seperti graveobiosid A (1-2%)dan B (0,1 – 0,7%), serta senyawa golongan fenol. Komponen lainnya apiin, isokuersitrin, furanokumarin, serta isoimperatorin. Kandungan asam lemak utama dalah asam petroselin (40-60%). Daun dan tangkai daun mengandung steroid seperti stigmasterol dan sitosterol.

Suatu enzim endonuklease yang disebut Cel1 juga diekstrak dari seledri[2] dan dipakai dalam suatu teknik biologi molekular yang disebut Tilling.

Apium_graveolens

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Apiales
Famili: Apiaceae
Genus: Apium
Spesies: A. graveolens

Kandungan Nutrisi

Nilai gizi per 100 g (3.5 oz)
Energi = 12 kkal (50 kJ)
Karbohidrat = 2.97 g (termasuk serat)
Gula = 1,4 g
Serat pangan = 1.83 g
Lemak = 0.17 g
Protein = 0.69 g

Vitamin

Vitamin A equiv = 22 mg(3%)
Tiamin (B1) = 0.021 mg(2%)
Riboflavin (B2) = 0,057 mg(5%)
Niacin (B3) = 0.32 mg(2%)
vitamin B6= 0,074 mg(6%)
Folat (B9) = 36 mg(9%)
vitamin C = 3,1 mg(4%)
vitamin E = 0.27 mg(2%)
vitamin K = 29,3 mg(28%)

Logam

Kalsium = 40 mg(4%)
Besi = 0,2 mg(2%)
Magnesium = 11 mg(3%)
Fosfor = 24 mg(3%)
Kalium = 260 mg(6%)
Sodium = 80 mg(5%)
Seng = 0,13 mg(1%)

konstituen lain
Air 95 g

Varietas

Ada tiga kelompok seledri yang dibudidayakan:

  1. Seledri daun atau seledri iris (A. graveolens Kelompok secalinum) yang biasa diambil daunnya dan banyak dipakai di masakan Indonesia.
  2. Seledri tangkai (A. graveolens Kelompok dulce) yang tangkai daunnya membesar dan beraroma segar, biasanya dipakai sebagai komponen salad.
  3. Seledri umbi (A. graveolens Kelompok rapaceum), yang membentuk umbi di permukaan tanah; biasanya digunakan dalam sup, dibuat semur, atau schnitzel. Umbi ini kaya provitamin A dan K.
umbi seledri

umbi seledri

Manfaat

Selain dikenal sebagai sayuran penambah aroma masakan, daun seledri juga dikenal sebagai tanaman obat. Berikut adalah manfaat kesehatan dari daun seledri seperti dilansir dari magforwomen.com.

  • Seledri merupakan sumber vitamin A dan juga zat besi lainnya seperti zat besi, kalium, dan mineral.
  • Banyak sayuran yang akan kehilangan vitaminnya setelah dimasak. Namun seledri berbeda. Kandungan vitamin seledri akan tetap utuh sebesar 80% walaupun telah dimasak.
  • Seledri bermanfaat untuk para atlet, karena nutrisi seledri dapat mengganti cairan elektrolit tubuh yang hilang.
  • Apabila Anda merasa gerah karena sinar matahari, Anda dapat mendinginkan tubuh dengan jus seledri.
  • Seledri dapat mengurangi keinginan Anda untuk mengonsumsi makanan manis dan makanan yang dapat membuat berat badan tubuh Anda bertambah.
  • Seledri dapat menurunkan tekanan darah dan menjaga agar ginjal Anda tetap berfungsi dengan baik.
  • Seledri mencegah pembentukan batu di kantung empedu dan juga dapat menghindarkan Anda dari sembelit.
  • Seledri juga baik untuk menghindarkan Anda dari kanker perut.
  • Seledri akan menenangkan sistem saraf Anda dan juga dapat mengontrol tekanan darah tinggi.
  • Akar seledri efektif untuk mengembalikan nafsu makan Anda yang hilang.

Walaupun kecil, ternyata seledri mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan Anda. Jangan ragu untuk mengonsumsi seledri untuk kesehatan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *