Mengapa Astronot di Luar Angkasa tampak Ringan ?

Gravitasi di luar angkasa itu ada tidak seperti yang dianggap selama ini yang menyatakan bahwa di luar angkasa itu tidak ada gravitasi sehingga menyebabkan semua yang ada di luar angkasa baik itu astronot atau pun pesawat luar angkasa tampak ringan tak berbobot.

Pasti Anda bertanya, mengapa astronot di ruang angkasa nampak melayang? Jawabannya adalah daya gravitasi yang ada di ruang angkasa tidak menimbulkan percepatan seperti yang ada di planet (khususnya bumi). Sehingga ketika astronot berada di ruang angkasa sebenarnya dia pun juga tertarik gravitasi, hanya saja gravitasi yang ada di ruang ngkasa tidak menimbulkan orang tersebut jatuh dengan cepat karena dia terjatuh secara terus menerus.

Sebuah analogi sederhana yang dapat dibuktikan adalah saat Anda berada di dalam lift dengan membawa tas jinjing. Nah, pada saat Anda berada di dalam lift, tiba-tiba lift rusak dan terjatuh, sehingga Anda akan melesat turun bersama dengan lift.

Dalam kondisi itulah, gravitasi Anda dan tas jinjing Anda bersifat sama dengan terjun turun secara terus menerus. Seperti itulah analogi sederhana yang dapat membuktikan bahwa di ruang angkasa sebenarnya ada gravitasi. Alasan bahwa mengapa astronot tampak ringan, dan bisa melayang-layang karena mereka sedang mengorbit bumi.

Namun pada dasarnya, selalu akan jatuh tapi tak pernah mendarat. Gravitasi ada di hampir semua bidang ruang. Ketika pesawat ulang-alik mencapai ketinggian orbit (sekitar 250 mil di atas bumi), gravitasi akan berkurang hanya 10%.

Pecepatan gravitasi bumi berbanding terbalik dengan jarak benda terhadap pusat massa bumi sehingga semakin jauh suatu benda terhadap bumi maka percepatan gravitasinya semakin kecil. Oleh karena itu, astronot akan mengapung jika berada di pesawat luar angkasa.

Loading...