Mengapa Ruang Angkasa Gelap (Hitam) ?

Ada yang tahu mengapa ruang angkasa gelap? tentunya bakal muncul beragam pendapat untuk menjawab pertanyaan tersebut seperti halnya perbedaan-perbedaan pendapat yang yang dikemukakan para astronom sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai pertanyaan ini, mungkin artikel di bawah ini bisa sedikit membantu untuk menjawab pertanyaan “Mengapa Ruang Angkasa Gelap?” semoga bermanfaat !!

Sebenarnya luar angkasa itu berwarna hitam pekat, bukan berarti gelap. Misal nih ada ruangan berjendela yang dicat berwarna hitam? Apakah waktu siang, ruangan itu tidak kelihatan apa-apa? Enggak kan, sama halnya dengan luar angkasa.

Nah kenapa bisa berwarna hitam pekat seperti itu? Jawabannya, karena luar angkasa itu sebenernya hampa dan gak ada sesuatu pun yang dapat memantulkan cahaya (percaya gak percaya, luar angkasa sebenarnya terdiri dari: sekitar 4,9% berisi materi2 seperti gas, planet, bintang, dll; sekitar 26,8% berisi sesuatu yang disebut Dark Matter; dan 68,3% lagi berisi sesuatu yang disebut Dark Energy) sehingga luar angkasa hanya terlihat gelap atau hitam.

Untuk perbandingannya, ketika kita mengarahkan senter ke atas langit (ruang kosong), maka cahaya dari senter gak bakal ngaruh apa-apa kan. Jadi, kayak gitu juga luar angkasa, gak peduli berjuta-juta bintang di luar sana, kalau gak ada benda yang dapat memantulkan cahaya, ya tetep cahaya bintang tersebut gak ada apa-apanya (saking luas banget angkasa).

Sekarang, yang jadi pertanyaan adalah, apa itu Dark Matter sama Dark Energy? Kalo diibaratin nih, misal kita ngitung massa pohon mangga disuatu timbangan yang gede banget. Hasilnya adalah misalkan 800 kg. Terus, buat mastiin itu kita itung satu-satu tiap penyusun pohon itu, buah mangganya, dedaunan, ranting-ranting, akar, dll. Eh ternyata hasilnya malah 100 kg. Lho kok jadi lebih kecil ya? Nah mungkin gak sih, ada materi penyusun yang lain yang gak keliatan tapi punya massa? Jawabannya adalah ‘mungkin’.

Kurang lebih 40 tahun akhir-akhir ini, hal inilah (adanya massa penyusun lain) yang bikin dilema para ilmuwan dalam memastikan materi penyusun alam semesta. Sebelumnya, mereka nyangka alam semesta mengandung material normal, yaitu material yang bisa kita lihat bentuknya. Contohnya kayak miliaran galaksi, miliaran bintang, planet, asteroid, meteorit, sampe kayak debu-debu, kesemua itu sama para ilmuwan disebut Baryonic Matter. Tapi kenyataanya ada materi penyusun lain.

Tahun 70-an, para ilmuwan (Astronom) mulai nyari bukti adanya penyusun lain itu, mereka mau ngitung massa dari galaksi dengan cara ngitung besarnya akselerasi (percepatan) awan yang lagi ngorbit diluar galaksi. Ketemu deh hasil massanya, entah gimana caranya hehe.

Ternyata eh ternyata, apa yang mereka temukan sangat mengejutkan. Massa yang dibutuhkan untuk akselerasi awan tadi, lima kali lebih gede daripada massa total benda-benda penyusun galaksi kayak bintang, planet, dll. Mereka menyimpulkan bahwa, pasti ada semacam materi yang gak keliatan di sekitar galaksi dan menahannya bersama. Mereka sebut materi penyusun lain ini ‘Dark Matter’ (ada juga yang menerjemahkannya jadi ‘Materi gelap’. Namun kayaknya lebih enak istilah ‘Dark Matter’), yang pertama kali dipake sama Astronom dari Swiss, Fritz Zwicky (1930). By the way, Black Hole juga termasuk Dark Matter lho.

Dua puluh tahun kemudian, para ilmuan nyadar kalo Supernova 1A, bintang mati yang mempunyai keterangan intrinsik sama dengan galaksi kita, ternyata massanya lebih jauh dari galaksi kita ketimbang yang seharusnya. Untuk ngejelasin fenomena ini, mereka nyimpulin bahwa ekspansi (perluasan) alam semesta sebenarnya melaju lebih cepat. Hal ini membingungkan, karena gaya gravitasi Dark Matter (tiap yang bermassa pasti punya gaya gravitasi/tarik menarik), harusnya massa Dark Matter cukup kuat untuk mencegah percepatan ekspansi alam semesta (dalam bab dinamika, massa adalah besarnya kemampuan benda untuk menahan keadaannya). Apakah sejenis material lain, sesuatu yang gak dipengaruhin gravitasi, yang menyebabkan percepatan ekspansi alam semesta? Para Astronom percaya banget sama hal itu, dan mereka nyebut materi ini ‘Dark Energy’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *