Mimpi Jadi Hati

AKHIRNYA…!

Telah lama kasih yang kau simpan dihatimu
Hanya untuk menunggu perasaan tulus kasihku
Telah lama keinginanmu kutinggalkan
Karena aku tak pernah bisa mencintaimu

Saat engkau benamkan rasa sunyi hatiku
Kujauhkan hatiku dari harapan dan inginmu
Saat engkau hadirkan jiwa tulus kasihmu
Hanya kuanggap sebuah rasa yang tiada arti

Tapi Kurasakan semakin jauh langkahku darimu,
Semakin dekatku dihatimu,
dan aku hanya bisa bersimpuh jiwa untukmu

Kini kau t’lah menghadirkan diri ini
Sebagai bagian dari hatimu
Dan tak ada yang lebih berarti
Selain aku bisa mencintaimu

Mimpi jadi hati Ramadhan 01;06

Bulan bersembunyi
Dibalik tirai dedaunan
Dia malu jujurkan diri
Mungkin malam begitu menakutkan

Sementra satu bintang berdiri
Terangi malam dengan kelip sepi
Dia jujurkan cinta dihati
Bahwa hidup ini tak bisa sendiri

O bulan dan bintang
Terangilah elegi esok hari
Naungilah penantianku ini
Agar mimpi menjadi hati

rnd

kita tak cukup dewasa

mendekatlah kasih
cerita kita tak perlu berakhir disini
tak ada yang salah diantara kita
bila kita egois
kita adalah manusia

mendekatlah kasih
kan kuceritakan harum
bunga esok hari
butiran embun hiasi hari kita
fajar pagi
sambut langkah kita

duduklah disampingku kasih
kita takkan cukup dewasa
untuk pahami hidup ini
tapi percayakan selalu hatimu
cinta ini kan bawa kita
temui bahagia

tersenyumlah’tersenyumlah kasih
jangan siksa dirimu
dengan rasa salah
cukuplah bagi hatiku ini
adamu untukku
selalu untukku
selamanya

Ludah

 

malam kian memanjang

aku di sini tecekik sepi

selembar napas yang tak mengerti

akan batu dan duri Ilahi

 

aku tengadah menatap langit

senyum sinis, warna bengis

hitam

ludah kehidupan turun perlahan

Malam

 

Malam tertidur

Bintang terlelap di balik awan

Bulan berguman tentang kasih sayang

Batu sujud

Tanah pasrah

Air bacakan syair

Tentang keheningan yang menawan

Bidadari

 

Wajah sendu …

Bermahkota dendam rindu

Sesampai …

Bergaun rahasia telaga

Menari …

Dijengkal tanah

Legam biru

Hanya Ini Yang Sekarang Ada

 

Ketika engkau pergi

Air mata enggan untuk meniti

Lihatlah senyumku yang sembunyi

Menyimpan satu arti

 

Engkau lambaikan tangan

Walau terhalang tetes air hujan

Hatiku getarkan zaman

Hari esok ternyata harapan

 

Kasih,

Aku ingin jumpa

Tembok waktu jadi penghalang

Engkau sedang apa?

Rindu telah menggilkan malam

Aku hanya terdiam

Apakah hati kita telah jadi batu?

Aku hanya rindu

Hanya ini yang sekarang ada

Bingkai Putih

 

Gelang-gelang penuh kalbu

Menguntai di jemari

Ombak mengejar kian dagu

Murai telah pergi

Tidur …

Tidurlah bingkai

Kau tertidur bak mayat

Berlumpur duka

 

Kutermenung bak penyair

Yang tak kenal malam

Malam … tidurkan kelam

Lenyapkan bingkai dalam sekejap

 

Bingkaiku

O bingkai putih

Penuh doa

Jemariku kuuntai

Dengan hasrat penuh pasti

Bukan ilusi

Bingkai putih hanyalah mimpi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *