Nama Raja Kerajaan Mesir Baru yang terkenal

Kerajaan Mesir yang dikuasai oleh bangsa Hykos sejak 1750 SM, mencoba berkonsolidasi untuk mengusir bangsa Hykos. Bangsa Mesir di bawah Kerajaan Thebe menyerang bangsa Hykos di ibu kotanya yaitu Awiris, dan Hykos berhasil dikalahkan. Dengan demikian, sejak itu ibu kota Awiris dikuasai oleh raja-raja Thebe, dan mendirikan Kerajaan Mesir Baru. Raja-raja yang terkenal memerintah pada masa ini antara lain sebagai berikut.

1) Ahmosis I

Ahmosis adalah Firaun yang berasal dari kerajaan Thebe yang memimpin langsung serangan ke Kerajaan Hykos. Dia berhasil mengusir bangsa Hykos dan membangun peradaban baru bangsa Mesir di ibu kota Awiris.

2) Thutmosis I

Thutmosis I adalah firaun yang berhasil melakukan perluasan kekuasaan mesir ke daerah Asia Barat.

3) Thutmosis III (1500-1447 SM)

Pada masa kerajaan Mesir di bawah pimpinan Firaun Thutmosis II, maka sikap ekspansionis melekat pada raja itu. Mesir menyerang negaranegara Babylonia, Assyria, Cicilia, Cyprus, dan lain-lain.

4) Amenhotep II (1447-1430 SM)

Mempertahankan kerajaan Mesir yang memiliki wilayah yang luas.

5) Thutmosis IV

Berusaha mmpertahankan kekuasaan Mesir dengan melakukan beberapa tindakan politik yaitu: a. menjalin persahabatan dengan raja Babilonia; b. menjalin hubungan dengan Firaun Mitanni; c. melakukan perkawinan politik antara Thutmosis IV dengan Putri Firaun Artatama.

6) Amenhotep IV

Pada masa pemerintahannya, terjadi revolusi di bidang kepercayaan dan keyakinan, karena Firaun yang satu ini menentang ajaran Politheisme untuk menyembah Amon, dan dia mengajarkan ajaran monotheisme. Kebijakan Firaun tersebut menyebabkan terjadinya pertentangan antara golongan pendeta dengan pihak kerajaan. Untuk menghindari konflik itu, maka ibu kota kerajaan dipindahkan dari Thebe ke Al-Amarna.

7) Tut-ankh-Amon

Pada masa pemerintahannya, golongan pendeta sangat berkuasa, dan kekuasaan Firaun pun dirongrong oleh para pendeta Amon di Thebe. Krisis kepemimpinan dan politik tersebut mengakibatkan Mesir mengalami kemunduran dan perpecahan kembali, Mesir terpecah menjadi kerjaan-kerajaan kecil yang saling berperang.

8) Ramses I

Pada masa pemerintahan Ramses I, Mesir melakukan ekspansi ke daerah Palestina, dan berhasil menguasai seluruh daerah Palestina serta mengalahkan bangsa Hittit di Asia Barat.

9) Ramses II

Pada masa pemerintahan Ramses II, bangsa Yahudi yang bermigrasi ke Mesir mendapat perlakuan yang kejam. Dia menindas dan memperlakukan bangsa Israil sebagai budak. Mereka dipaksa untuk membangun gedung-gedung serta piramida yang megah. Firaun ini mendirikan sebuah kuil yang diberi nama Ramsessum. Makam firaun ini terletak di Abu simbel.

10) Ramses III

Pada masa pemerintahan Ramses III Mesir mengalami kemunduran dan dapat dikuasai oleh bangsa-bangsa Asing seperti Libia, Abbessyiria, dan Assyria. Masa Ramses II diperkirakan sezaman dengan kehidupan Nabi Musa. Mesir ditaklukkan Assyria pada tahun 670 SM dan pada tahun 525 SM Mesir menjadi bagian Imperium Persia. Setelah Persia, Mesir dikuasai oleh Iskandar Zulkarnaen dan para penggantinya dari Yunani dengan dinasti terakhir Ptolemeus. Salah satu keturunan Dinasti Ptolemeus ialah Ratu Cleopatra dan sejak tahun 27 SM Mesir menjadi wilayah Romawi. Bangsa-bangsa yang pernah menyerbu ke daerah Mesir Kuno antara lain a. bangsa Nubia (selatan Mesir); b. bangsa Eropa, yang menguasai Mesir dari 1750 SM – 1580 SM; c. bangsa Assyria, pada tahun 670 SM berhasil merebut kota Memphis dan Thebe; d. bangsa Persia, yang merebut Mesir (525 SM – 404 SM); e. Alexander Agung dari Macedonia, yang menguasai Mesir pada tahun 332 – 323 SM; f. bangsa Romawi, yang menguasai Mesir dari mulai Ptolemeus sampai Cleopatra (44 – 30 SM).

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *