Ovum adalah – Pengertian, Struktur, Fungsi

Organisme mereproduksi secara generatif memerlukan telur dan sperma untuk menciptakan kehidupan baru. Ini adalah cerita tentang telur (atau ovum), sel kelamin perempuan dan salah satu elemen yang paling penting dari keanekaragaman hayati.

Seorang laki-laki menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan wanita menghasilkan sel telur atau ovum di dalam ovarium. Pembuahan, proses penyatuan gamet pria dan wanita,terjadi di ampulla tuba fallopi. Bagian ini adalah bagian terluas dari saluran telur dan terletak dekat dengan ovarium. Spermatozoa dapat bertahan hidup di dalam saluran reproduksi wanita selama kira-kira 24 jam.

Pengertian Ovum

Ovum adalah jenis sel gamet pada wanita atau bunga. Ovum digunakan dalam proses reproduksi untuk menghasilkan sebuah individu baru yang ditemukan di ovarium. Ovum identik dengan sel sperma pada laki-laki. Ovum berisi satu set DNA haploid, mengandung 23 kromosom yang diperlukan sebagai kode, penentu sifat dan fisik dari keturunannya. Ketika bertemu dengan gamet jantan “sperma” yang juga berisi satu set DNA haploid maka akan terbentuk sebuah zigot.

Kemudian zigot ini akan berkembang menjadi embrio, janin dan akhirnya menjadi individu baru. Ovum sebenarnya merupakan istilah jamak untuk banyak sel telur, sedangkan istilah satu sel telur biasanya disebut sebagai oosit. Setiap wanita biasanya mempunyai stok ovum yang ada didalam ovariumnya saat stok ovum ini habis maka wanita tersebut akan masuk ke fase menopause.

Fungsi Ovum:

Fungsi dari ovum adalah untuk memberikan setengah dari materi genetik yang diperlukan untuk reproduksi. Sebaliknya, sel-sel reproduksi yang digunakan oleh laki-laki yang disebut sebagai sperma.

Seperti yang telah disinggung diatas, gamet ialah satu-satunya jenis sel yang haploid “berisi satu set kromosom yang merupakan setengah bahan genetik yang diperlukan untuk membentuk individu baru”. Fungsi ovum adalah memastikan kromosom tersebut berada dalam lingkungan yang tepat sehingga memungkinkan terjadinya pembuahan oleh sel sperma. Komponen yang terdapat didalam ovum juga dapat menjadi nutrisi bagi perkembangan dan pertumbuhan embrio didalam rahim sampai akhirnya fungsi ini diambil alih oleh plasenta.

Sel telur juga mengandung banyak mitokondria yang menyediakan energi yang dibutuhkan untuk replikasi dan pembelahan sel. Kerusakan mitokondria terjadi seiring bertambahnya usia dan diperkirakan untuk berkontribusi pada kesulitan yang dialami oleh banyak wanita yang berusaha untuk mengandung anak diusia lanjut.

Dimana Ovum bertemu sperma

Sperma dan ovum tidak tampak sesuatu seperti bayi manusia (Gambar di bawah). Setelah mereka bertemu bersama-sama, mereka akan berkembang menjadi manusia. Bagaimana satu sel dapat menjadi organisme kompleks yang terdiri dari miliaran sel? Terus membaca untuk mencari tahu.

Sperma ini siap menembus membran telur (ovum). Perhatikan perbedaan ukuran sperma dan ovum. Mengapa telur jauh lebih besar? Ovum memberikan kontribusi semua sitoplasma dan organel untuk zigot. Sperma hanya berkontribusi satu set kromosom. Reproduksi generatif terjadi ketika sperma dan ovum bergabung secara bersamaan. Ini disebut fertilisasi atau pembuahan atau singami. Sperma dilepaskan ke dalam fagina selama hubungan se sual. Mereka “berenang” melalui rahim dan memasuki tabung falopi. Di sinilah fertilisasi biasanya terjadi.

Sebuah sperma yang akan memasuki ovum yang digambarkan di bawah ini (Gambar di bawah). Jika sperma menerobos membran ovum, maka akan langsung menyebabkan perubahan dalam telur yang membuat sperma lainnya di luar. Sehingga hal ini memastikan hanya satu sperma dapat menembus ovum. Hal ini juga akan menyebabkan ovum untuk melakukan proses meiosis. Ingat bahwa pembagian secara meiosis, sel yang menciptakan telur, dimulai jauh sebelum telur dilepaskan dari ovarium. Bahkan, ia mulai sebelum lahir.

Struktur Ovum

Ovum mempunyai ukuran yang besar, bahkan merupakan satu-satunya sel yang dapat kita lihat dengan mata langsung. Ovum dilapisi oleh beberapa lapisan, mempunyai sitoplasma dan mempunyai inti. Sitoplasma sel telur mengandung semua materi untuk membentuk individu baru, seperti protein, ribosom, tRNA, mRNA dan materi lainnya, sitoplasma dari sel telur sering juga disebut ooplasm.

Beberapa lapisan pelindung, yaitu :

  • Membran Vitellin yaitu lapisan transparan di bagian dalam ovum.
  • Zona Pelusida yaitu lapisan pelidung ovum yang tebal dan terletak di bagian    tengah. Terdiri dari protein dan mengandung reseptor untuk spermatozoa.
  • Korona Radiata yaitu merupakan sel-sel granulosa yang melekat disisi luar oosit dan merupakan mantel terluar ovum yang paling tebal.

Ovum merupakan gamet betina yang nantinya akan melakukan fusi (penyatuan) dengan spermatozoon untuk membentuk zigot pada proses pembuahan. Ovum pada manusia bersifat microlechital yaitu ovum dengan kuning telur yang sedikit dan memiliki ukuran kecil dengan rata-rata berdiameter 1,5µ. Membran plasma dari sel telur disebut membran vitelline, dan memiliki fungsi yang sama seperti pada sel lain, terutama untuk mengontrol apa yang masuk dan keluar dari mereka.

Zona pelusida, lebih dikenal sebagai ‘jelly mantel’, adalah yang tebal, lapisan berbasis protein meliputi bagian luar membran vitelline yang membantu melindungi sel telur. Hal ini juga terlibat dalam pengikatan sperma selama pembuahan dan mencegah lebih dari satu sperma memasuki sel telur.

Lapisan terluar disebut korona radiata. Hal ini terdiri dari beberapa baris sel granulosa yang mrmbiarkan telur menempel setelah dikeluarkan dari folikel. Korona radiata menyediakan sel telur dengan protein esensial dan bertindak seperti pembungkus gelembung, melindunginya saat berjalan menuruni tuba falopi.

Proses Pembentukan Ovum

Oogenesis adalah proses pembentukan gamet betina atau ovum. Proses pembentukan ovum dimulai di dalam janin sebelum kelahiran. Langkah-langkah dalam oogenesis hingga produksi oosit primer terjadi sebelum kelahiran. Oosit primer tidak membelah lebih lanjut. Mereka menjadi oosit sekunder atau mengalami degenerasi.

Adapun proses pembentukan ovum adalah:

  • Tahap Oogonium. Sebenarnya bahkan di dalam ovarium janin, sudah terkandung sel-sel telur primordial atau yang biasa disebut oogonium, masing-masing sel primordial dikelilingi oleh sel pregranulosa yang bertugas sebagai pelindung dan memberikan nutrisi untuk tahap pembentukan folikel primordial.
  • Tahap Folikel Primordial. Setelah menjadi folikel primordial maka sel telur ini akan bermigrasi ke stroma cortex ovarium. Jumlahnya ialah sekitar 200.000 buah. Perkembangan folikel primordial terus terjadi sampai masa kanak-kanak. Pada masa pubertas salah satu folikel akan matang dan folikel yang matang ini disebut folikel de Graaf, didalamnya terdapat sel telur yang disebut oosit primer.
  • Tahap Oosit Primer. Pada tahap ini inti nukleus sudah memiliki 23 pasang kromosom, setiap kromosom terdiri dari dua kromatin yang membawa informasi genetik berupa DNA.
  • Tahap Pembelahan Meiosis Pertama. Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de Graaf mengalami pemasakan dan akan selesai, sebelum terjadinya ovulasi. Inti sel telur akan membelah diri sehingga memisahkan kromosom tadi menjadi 2 set yang masing-masingnya mengandung 23 kromosom, sel ini disebut Oosit sekunder, jadi hasil dari pembelahan meiosis pertama ini ialah sel oosit sekunder yang bersifat haploid.
  • Tahap Pembelahan Meiosis Kedua. Akan terjadi ketika spermatozoa menembus zona pellusida oosit “proses fertilasi”, sel oosit sekunder akan membentuk ootid dan kemudian berdiferensiasi menjadi ovum masak. Ovum masak yang mengalami fertilisasi akan memulai perkembangan menjadi embrio. Apabila tidak terjadi fertilasi maka sel ovum matang tadi akan luruh dan menyebabkan timbulnya ovulasi “masa menstruasi”.

Perbedaan Ovum dan Sperma

Sperma adalah gamet jantan yang diproduksi di bawah pengaruh hormon testosteron. Keempat sperma diproduksi oleh sel tunggal. Proses spermatogenesis dimulai pada masa pubertas. Sperma bersifat motil. Sperma memiliki kepala, leher, potongan pertengahan, serat ekor dan ekor. Fungsi utama sperma adalah membuahi sel telur. Sel-sel sperma dilepaskan dalam jumlah besar. Ovum adalah gamet betina yang diproduksi oleh hormon gonad yang berbeda. Ovum tunggal diproduksi oleh sel tunggal. Proses oogenesis dimulai pada 2-3 bulan perkembangan janin. Ovum tidak bergerak di alam. Ovum terdiri dari lapisan yang berbeda seperti membran vitelline dan zona pellucida. Satu Ovum dirilis setiap bulan pada wanita manusia.

Kelainan Ovum

Blighted ovum adalah keadaan dimana seorang wanita merasa hamil tetapi tidak ada bayi di dalam kandungan. Seorang wanita yang mengalaminya juga merasakan gejala-gejala kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan (morning sickness), payudara mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat dilakukan tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium hasilnya pun positif.

Hingga saat ini belum ada cara untuk mendeteksi dini kehamilan blighted ovum. Seorang wanita baru dapat diindikasikan mengalami blighted ovum bila telah melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Karena gejalanya yang tidak spesifik, maka biasanya blighted ovum baru ditemukan setelah akan tejadi keguguran spontan dimana muncul keluhan perdarahan. Selain blighted ovum, perut yang membesar seperti hamil, dapat disebabkan hamil anggur (mola hidatidosa), tumor rahim atau penyakit usus.

Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta faktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.

Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan beberapa tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi rubella pada wanita yang hendak hamil, bila menderita penyakit disembuhkan dulu, dikontrol gula darahnya, melakukan pemeriksaan kromosom terutama bila usia di atas 35 tahun, menghentikan kebiasaan merokok agar kualitas sperma/ovum baik, memeriksakan kehamilan yang rutin dan membiasakan pola hidup sehat.