Bagaimana Cara Merangkul Konsumen Generasi Milenial Melalui Instagram?

Nah menurut website bisnis dot com, ada 5 cara yang bisa kita terapkan untuk merangkul konsumen generasi milenial dan cara ini bisa dilakukan melalui aplikasi instagram sobat. Namun sebelumnya, kita harus tahu terlebih dahulu mengapa generasi milenial begitu menggemari dan tertarik dengan platform sosial ini.

Instagram merupakan platform sosial yang sangat sering digunakan oleh kaum milenial. Bahkan bisa dikatakan generasi milenial merupakan generasi yang paling banyak menggunakan Instagram dibandingkan generasi lainnya. Hasil riset terbaru menunjukkan bahwa 60% pengguna Instagram berusia antara 18 hingga 29 tahun. Nah, rentang usia ini masuk ke era milenial yang sudah kita bahas tadi, kan? Bayangkan saja, 60% pengguna Instagram adalah kaum milenial, artinya hanya 40% yang berasal dari generasi lain. Instagram adalah platform sosial yang sangat menarik. Kita bisa memposting foto, memberikan komentar, bahkan memberikan tanda “cinta” sebagai isyarat kita menyukai postingan tersebut. Tidak hanya itu, Instagram juga merupakan media sosial yang mudah untuk diunduh dan dibuat.

Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 42% dari pengguna tersebut selalu mengunjungi akun Instagram mereka setiap hari, setidaknya sekali dalam sehari. Wow, ini menandakan bahwa Instagram bisa menjadi platform sosial yang cukup efektif merangkul banyak generasi, terutama generasi milenial. Dengan kata lain, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa generasi millennial merupakan generasi yang lebih suka berinteraksi di media sosial, daripada berinteraksi langsung di dunia nyata.

Untuk itulah 5 cara yang akan kita bahas pada artikel ini akan membantu rekan pembaca untuk menjangkau konsumen yang berasal dari generasi millennial melalui aplikasi Instagram. Langsung saja kita simak penjelasannya berikut ini.

1. Pahami Bahwa Generasi Milenial Memiliki Motivasi dan Semangat yang Tinggi.

Jika kita ingin merangkul konsumen milenial untuk bergabung dengan bisnis kita, maka Instagram adalah platform sosial yang tepat untuk kita gunakan. Namun, kita juga perlu mengetahui bagaimana ciri-ciri generasi milenial. Nah, salah satu ciri utama yang mereka miliki adalah kaum milenial adalah orang-orang yang memiliki motivasi dan semangat yang sangat tinggi. Jadi, mereka bisa dikatakan sebagai orang yang sangat bersemangat dalam menjalani hidupnya.

Jika kita berpikir bahwa iklan produk yang diposting di Instagram merupakan upaya yang cukup untuk menarik konsumen milenial, maka kita berada dalam pola pikir yang salah. Padahal, kita perlu lebih berupaya untuk bisa menarik perhatian konsumen milenial. Kita harus merasa lebih bersemangat untuk mengiklankan produk kita kepada konsumen milenial. Jika mereka memiliki semangat yang tinggi, semangat kita harus lebih dari mereka.

Apapun produk yang kita promosikan, baik itu produk kesehatan, makeup untuk kecantikan, gadget, dan lain sebagainya. Kita sangat membutuhkan semangat dan semangat untuk membuktikan bahwa produk kita paling cocok dan paling bermanfaat bagi mereka.

Dengan kata lain, jika sebagai produsen atau penjual kita tidak merasa percaya diri dengan merek produk yang kita tawarkan, maka konsumen milenial juga tidak akan merasa tertarik dengan produk kita. Jangan lupa untuk mempersempit target yang kita miliki agar konsumen milenial semakin tertarik dengan produk kita. Target tertentu akan membuat mereka merasa “Wow, produk ini keren banget! Saya rasa belum pernah ada produk seperti ini sebelumnya.

Misalnya, kita memiliki tujuan untuk membuat restoran kontemporer dengan konsep dan desain taman yang disukai para milenial. Namun, konsep ini telah banyak diterapkan oleh pelaku bisnis lain. Itu sebabnya kita perlu mengejar target kita lagi. Misalnya menyediakan makanan penutup (dessert) dengan cita rasa yang unik dan nama makanan yang belum pernah ada seperti “kue coklat anak jaman sekarang”. Kemudian, jangan lupa untuk memposting gambar menu makanan restoran kita di profil Instagram khusus kita, dan sertakan keterangan yang unik dan menarik. Dijamin bakal banyak milenial yang penasaran untuk mencobanya.

2. Generasi Milenial Suka Nonton Video Promosi Unik Jadi Bikin Video Menarik.

Gambar atau foto yang sangat Instagramable dan beresolusi tinggi memang sangat menarik bagi para milenial, namun sebuah video yang unik akan jauh lebih menarik bagi konsumen milenial.

Video menjadi trend yang paling banyak dicari oleh pengguna Instagram. Dalam hal ini, kita tidak perlu membuat video promosi yang berdurasi panjang, rekan-rekan. Buat saja video promosi dengan durasi hingga 1 menit, akan menjadi nilai positif yang menarik konsumen milenial. Meski durasinya tidak lama, kita tetap perlu mencoba memberikan kesan mendalam di 7 detik pertama video tersebut. Jika kita berhasil melakukan ini, para milenial akan bertahan sampai video selesai.

Oh ya, perlu diingat juga untuk tidak terlalu lip service terhadap iklan yang kita sertakan di video. Milenial sangat menyukai hal-hal yang transparan, tidak ditutup-tutupi dan tidak penuh dengan omong kosong. Ada alternatif lain yang bisa rekan pembaca gunakan selain membuat video promosi berdurasi 1 menit. Kita yakin rekan-rekan pembaca tahu apa itu Instastory, bukan? Instastory adalah video pendek yang bisa kita tampilkan kepada followers Instagram kita, namun video ini hanya berlaku selama 24 jam ke depan. Lebih dari itu, video akan hilang secara otomatis.

Nah, Instastory bisa kita gunakan sebagai platform promosi kita di akun Instagram. Eits! Kita juga bisa menambahkan caption dan stiker lucu pada video pendek tersebut, dan ini akan membuat video promosi kita lebih disukai oleh konsumen milenial.

3. Membuat Konten Promosi Buatan Konsumen Produk Kita Sebelumnya.

Perlu kita ketahui bahwa generasi milenial tidak akan mudah percaya dengan iklan komersial. Mereka menganggap bahwa iklan komersial hanyalah konten palsu yang tidak dapat dipercaya, kecuali orang yang telah menggunakan produk tersebut juga memberikan testimoni positif terhadap produk yang ditawarkan.

Oleh karena itu, jika kita ingin merangkul konsumen milenial untuk mencoba dan mencintai produk kita, maka kita perlu membuat konten yang mengandung testimoni positif dari konsumen sebelumnya dalam konten yang kita promosikan kepada generasi milenial.

Cara lain yang bisa kita lakukan adalah mengadakan beberapa kontes kecil-kecilan bagi pengguna Instagram untuk mencoba produk kita selama beberapa minggu atau beberapa hari, dan menuliskan manfaat yang mereka rasakan bersama dengan foto atau gambar yang menjadi bukti penggunaan, kemudian memposting foto dan keterangan. ke dalam akun Instagram.

Misalnya kita menjual produk pelangsing tubuh, kemudian kita mengajak pengguna Instagram untuk menggunakan produk pelangsing kita dalam jangka waktu tertentu. Katakanlah mereka harus mencoba produk kita selama 2 minggu. Setelah itu, undang pengguna produk kita untuk memamerkan hasil produk tersebut di tubuh mereka dan mempostingnya di Instagram dengan tag nama akun bisnis kita. Mereka dapat menampilkan foto seluruh tubuh dengan membandingkan foto sebelum menggunakan produk kita. Dengan begitu, mereka bisa memberikan review positif terhadap produk kita di Instagram. Kabar baiknya, generasi milenial akan merasa 50% lebih percaya diri pada produk yang kontennya dibuat oleh konsumen sendiri.

4. Jadikan Topik Promosi Kita Trending.

Tidak dapat disangkal bahwa generasi milenial adalah generasi yang sangat menyukai tren yang sedang booming di kalangan masyarakat. Jadi, tugas kita adalah menjadikan topik promosi atau pemasaran kita menjadi topik hangat yang diperbincangkan oleh kaum milenial di Instagram. Namun, kita perlu menjauhi beberapa topik sensitif yang akan menyebabkan perselisihan antar individu. Beberapa topik tersebut adalah politik dan SARA (suku, agama, ras dan antar golongan).

5. Maksimalkan Promosi Produk Kita Melalui Online.

Memasarkan produk melalui Instagram merupakan salah satu hal yang sangat efektif bagi produsen atau pelaku bisnis. Jika kita memang ingin merangkul generasi millennial, maka kita perlu memaksimalkan promosi produk kita melalui online, karena “tempat tinggal” generasi millennial memang ada di dunia maya (online). Jadi, jangan sia-siakan setiap kesempatan yang kita miliki untuk memenangkan hati milenial dan mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli produk atau jasa kita.

Ya! Itulah 5 cara yang bisa kita terapkan dalam merangkul konsumen generasi milenial melalui Instagram. Jadilah pebisnis hebat yang melibatkan kaum milenial melalui Instagram, yakinlah rekan pembaca bisa melakukan ini semua dengan sangat baik. Selamat mencoba rekan-rekan Career Advice.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *