Woody Invaders: Manajemen vs. Pemberantasan

Terlepas dari sifat mendesak untuk memecahkan “masalah penjajah kayu”, definisi dan manajemennya tetap kontroversial. Di Portugal, masih ada pertumbuhan yang mengkhawatirkan di daerah yang ditempati oleh spesies ini.

Invasi biologis merupakan ancaman utama bagi tujuan konservasi keanekaragaman hayati. Kesadaran akan dampak spesies eksotik pada ekosistem alami dan semi-alami mendorong perdebatan seputar definisi dan metode pengendalian dan pengelolaan kepadatannya.

Dalam bibliografi tentang invasi biologis, muncul konsep-konsep seperti gulma, invasif, adventif, yang definisinya terkadang ambigu dan subjektif. Secara umum, istilah-istilah ini mengacu pada tanaman yang tidak diinginkan dan berbahaya, karena mereka tumbuh secara agresif, mudah menyebar dan menggantikan tanaman lain dalam ekosistem.

Berbagai definisi tersebut termasuk dalam konteks kerusakan yang terkait dengan keberadaan spesies eksotik atau memperhitungkan proses invasi itu sendiri. Dengan cara ini, sifat kerusakan mengkondisikan dua perspektif yang berbeda: perspektif herbologi (atau antropik), yang menyoroti dampaknya terhadap aktivitas manusia, yang mencakup istilah gulma; dan perspektif ekologi (atau konservasionis), didirikan berdasarkan pelestarian komunitas dan penduduk, yang mencakup istilah adventitia.