Pengertian Anafase, Ciri, Tahapan, Proses, Gambar dan penjelasannya

Anafase adalah tahap dalam mitosis atau meiosis mengikuti metafase di mana kromosom sister bergerak menjauh dari satu sama lain ke ujung sel yang berlawanan.

Anafase adalah tahap mitosis dinamis dimana kromatid saudari terpisah lebih jauh dan bermigrasi sepanjang gelendong ke kutub gelendong yang berlawanan (Inoué dan Ritter, 1975).

Dalam jamur berfilamen, anafase terjadi dalam selaput nukleus yang kurang lebih utuh (Aist, 1969; Aist dan Berns, 1981; Aist dan Williams, 1972, Bayles et al., 1993).

Anafase merupakan tahap dalam mitosis dan meiosis di mana kromosom mulai bergerak ke ujung yang berlawanan (kutub) dari sel pembagi.

Anafase – Setelah minggu kemarin kita telah membahas materi tentang Meiosis maka dipertemuan kali ini juga kita masih akan membahas topik yang masih berkaitan dengan materi sebelumnya, yakni tentang anafase beserta pengertian, ciri, tahapan, proses, gambar dan penjelasannya. Nah untuk lebih jelasnya, gulir aja dibawah ini.

Dalam siklus sel, sel mempersiapkan pertumbuhan dan pembelahan dengan memperbesar ukuran, menghasilkan lebih banyak organel dan mensintesis DNA. Pada mitosis, DNA dibagi secara merata di antara dua sel anak.anafase

Pada meiosis, ia didistribusikan di antara empat sel haploid. Pembelahan sel membutuhkan banyak gerakan di dalam sel. Kromosom dipindahkan oleh serat gelendong untuk memastikan bahwa setiap sel memiliki jumlah kromosom yang benar setelah membelah.

Apa Pengertian anafase

Yang dimaksud dengan anafase merupakan suatu tahap divisi sel eukariotik (yang organel-organelnya memiliki membran) di mana kromosom dipisahkan ke kutub yang berlawanan dari sel.

Sebelum tahapan anafase yaitu metafase, yang mana pada tahapan tersebut kromosom akan ditarik ke lempeng metafase, di tengah sel. Meski kromosom mempunyai bentuk sangat padat namun di awal divisi sel, mereka akan terus memadat melalui anafase.

Anafase dimulai setelah sel melewati pos pemeriksaan pembentukan gelendong, yang memungkinkan kromosom atau kromatid memisahkan.

Saat mikrotubulus menghubungkan kromosom terhadap sentrosom, maka pada kromosom akan dibawa ke arah sentrosom sampai membentuk semi lingkaran di sekitarnya. Pada tahap selanjutnya dari pembelahan sel, telofase, sel mereformasi inti dan bersiap untuk membagi.

Pos pemeriksaan pembentukan gelendong terjadi sebelum anafase dapat dimulai. Pada mekanisme ini agar seluler dapat memastikan bahwa semua kromosom terhubung ke mikrotubulus dan disejajarkan pada pelat metafase.

Kemudian setelah terjadinya langkah ini maka, sel akan melepaskan sinyal yang menciptakan anafase yang mendorong kompleks atau APC, suatu zat yang akan bertindak untuk memulai proses membagi kromosom homolog

APC, seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini, akan menurunkan sekurin, molekul penghambat yang menghentikan aksi pemisahan. Begitu separase dilepaskan, ia dapat bekerja pada kohesin yang menyatukan kromatid.

Kohesin adalah makromolekul yang terdiri dari banyak protein. Ketika protein ini dipecah oleh separase, kromatid menjadi terpisah. Di divisi pertama meiosis, kromosom homolog dipegang bersama oleh kohesin yang rusak selama anafase I.

Mikrotubulus tetap menempel pada kinetokor setelah kohesin terpisah. Selanjutnya dikinetokor akan menjadi mengecil ke arah sentrosom (tidak digambarkan), yang menarik kromosom terpisah.

Mikrotubulus non-kinetokor tumbuh di arah yang berlawanan, memperluas sel dan lebih lanjut memisahkan kromatid. Secara konvensional, kromatid sister disebut kromosom sister setelah mereka terpisah, karena mereka mengandung informasi yang sama dan akan berfungsi secara independen di sel-sel baru mereka.

Setelah kromosom telah sepenuhnya dipisahkan, sebuah selubung nukleus akan terbentuk dan sitoplasma akan dibagi dalam langkah terakhir pembelahan sel.

Ciri-Ciri Anafase

  • Setiap duplikat kromosom homolog terpisah kearah dua kutup berlawanan dengan gerakan kontraksi dari daya tarik benang spindel
  • Di dalam sel terjadi penyebaran kromosom dan DNA yang seragam.
  • Mulai terbentuknya Sekat sel mulai terbentuk dekat bidang ekuator pada akhir fase ini.

Anafase – Mitosis

Ingat mitosis merupakan suatu proses yang digunakan sel untuk membuat salinan persis dari diri mereka sendiri. Melalui mitosis, dua sel anak baru dibuat dari orangtua tunggal, masing-masing identik dengan orang tua.

Anafase adalah fase ketiga dari empat tahap mitosis. Keempat fase tersebut adalah Profase, Metafase, Anafase, dan Telophase. Dalam profase, kromosom bermigrasi menuju pusat sel. Dalam metafase, kromosom menyelaraskan sepanjang bidang tengah sel yang dikenal sebagai lempeng metafase. Dalam anafase, kromosom duplikat berpasangan, yang dikenal sebagai kromatid sister, terpisah dan mulai bergerak menuju kutub yang berlawanan dari sel. Dalam telofase, kromosom dipisahkan menjadi inti baru ketika sel membelah, membagi isinya antara dua sel.

Sebelum mitosis, kromosom yang mengandung DNA direplikasi dan kromatid sister yang direplikasi tetap melekat. Namun sedangkan sebelum anafase, dimana kromosom akan dipadatkan, dan serat gelendong akan terbentuk dari mikrotubulus, dan kromosom sejajar pada pelat metafase.

Kromatid sister akan mulai saling terpisah pada awal anafase, dan disaat separase mulai memecah kohesin yang mengikat mereka bersama.

Maka pada Anafase akan dapat berakhir apabila telofase dan sitokin dimulai, hal ini disebabkan oleh reformasi selubung nukleus dan kromosom mulai lepas.

Setelah mereka lepas dan sel-sel telah dibagi, mereka dapat kembali berfungsi sendiri. Ini menandai akhir dari pembelahan sel dan awal interfase.

Anafase – Meiosis

Pada meiosis, empat sel anak diproduksi, masing-masing dengan setengah jumlah kromosom sebagai sel asli. Sel kelamin diproduksi oleh jenis pembelahan sel ini. Meiosis terdiri dari dua tahap: Meiosis I dan Meiosis II. Sel pembagi melewati dua fase profase, metafase, anafase, dan telofase.

Dalam anafase I, kromatid sister mulai bergerak ke arah kutub sel yang berlawanan. Tidak seperti dalam mitosis, kromatid sister tidak terpisah. Pada akhir meiosis I, dua sel terbentuk dengan setengah jumlah kromosom sebagai sel asli. Namun, setiap kromosom mengandung dua kromatid alih-alih kromatid tunggal. Pada meiosis II, kedua sel membelah lagi. Dalam anafase II, kromatid sister terpisah. Setiap kromosom yang terpisah terdiri dari satu kromatid tunggal dan dianggap sebagai kromosom penuh. Pada akhir meiosis II, empat sel haploid diproduksi.

Anafase 1

Seperti yang telah dibahas bahwa meiosis terdiri yakni atas dua divisi sel yang saling berurutan, tanpa ada replikasi DNA di antaranya.

Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa organisme diploid, yang mengandung dua alel untuk setiap gen, akan direduksi menjadi organisme haploid, dengan hanya satu alel pada setiap gen.

Alel-alel ini terpisah selama anafase I. Kemudian Sebelum tahapan meiosis, yang mana DNA diduplikasi, lagi-lagi menghasilkan kromatid sister yang terikat bersama sebagai kromosom tunggal.

Pada kromosom ini mempunyai pasangan homolog, yang mengandung alel-alel lain untuk gen pada kromosom. Kromosom ini juga digandakan menjadi kromatid sister. Selama meiosis I, kromosom homolog dipisahkan.

Kromosom homolog menjadi terikat bersama selama profase I dari meiosis, oleh molekul serupa kohesin yang mengikat kromatid saudara.

Anafase 2

Kemudian cara menyelesaikan Meiosis yakni dengan pembagian kedua dari setiap sel anak baru. Tahapan yang sama terjadi, kali ini dengan cara yang lebih mirip dengan mitosis.

Dan pada kromosom, masih termasuk bagian dari kromatid sister, sejajar pada pelat metafase, dan harus menyelesaikan pos pemeriksaan untuk melanjutkan ke anafase II.

Pada permulaan anafase II, kromatid saudara dipisahkan ketika ikatan kohesin dilepaskan. Salinan kromosom kemudian dipisahkan ke tujuan akhirnya.

Apabila dalam pemeriksaan seluler yang mengarah ke anafase I atau II gagal, maka dapat disimpulkan bahwa hasil akhirnya akan terlalu banyak salinan kromosom (atau banyak) dalam gamet akhir.

Kondisi ini, yang dikenal sebagai nondisjunction, dapat menyebabkan cacat lahir yang fatal dan gejala lainnya pada banyak hewan yang bereproduksi secara seksual.

Kesimpulan

Anafase adalah fase yang mengikuti metafase dan telofase sebelumnya dari pembelahan sel (mis. Mitosis dan meiosis), dan disorot oleh pemisahan dan pergerakan kromosom dari lempeng metafase ke arah kutub spindel

Pembelahan sel dalam eukariota, terutama mitosis dan meiosis, adalah penting karena mereka memunculkan sel-sel baru. Mitosis menghasilkan dua sel yang secara genetis identik. Meiosis menghasilkan empat sel yang secara genetik berbeda dan di mana kromosom berkurang setengahnya. Baik mitosis dan meiosis terdiri dari fase kronologis: (1) profase, (2) metafase, (3) anafase, dan (4) telofase. Karena meiosis terdiri dari divisi meiosis pertama dan kedua, fase ini terjadi dua kali, masing-masing ditunjuk sebagai I dan II.

Anafase adalah fase yang mengikuti setelah metafase, yaitu ketika kromosom sejajar pada lempeng metafase dan mikrotubulus menempel pada kinetokor. Selama anafase, kromosom sekarang akan bergerak menuju kutub gelendong.

Pada meiosis, anafase terjadi dua kali, yaitu anafase I pada pembelahan meiosis pertama dan anafase II pada pembelahan meiosis kedua.

Demikianlah materi pembahasan kali ini mengenai anafse, semoga artikel kali ini dapat bermanfaat bagi sobat semua.