Pengertian Anemometer dan 5 jenis Anemometer

Anemometer adalah instrumen yang digunakan untuk keperluan meteorologi, seperti mengukur kecepatan angin. Ini digunakan di stasiun cuaca, dan nama untuk perangkat ini berasal dari kata Yunani ‘anemos’, yang berarti ‘angin’.

Ada berbagai macam anemometer yang telah dikembangkan dari sekitar abad ke lima belas dan seterusnya. Perangkat ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua bagian berbeda.

Tipe pertama adalah yang mengukur kecepatan angin, dan tipe kedua adalah yang mengukur tekanan angin. Meskipun mereka telah diklasifikasikan sebagai dua jenis yang berbeda, jika seseorang mendapatkan anemometer standar, itu dapat melayani tujuan mengukur kecepatan angin serta tekanan angin. Lima jenis utama anemometer adalah:

1. Anemometer Cup

Ini adalah jenis yang paling sederhana, yang terdiri dari empat cangkir hemisfer yang dipasang pada satu ujung dari empat lengan horizontal, yang juga dipasang pada sudut yang sama satu sama lain pada poros vertikal.

Cangkir dipasang sedemikian rupa sehingga udara melewati cangkir dalam arah horizontal, dan cangkir berubah, yang sebanding dengan kecepatan angin. Untuk menemukan kecepatan rata-rata angin, putaran cangkir selama periode waktu harus dihitung. Anemometer cup terkena gesekan, sehingga tidak memberikan hasil yang akurat.

2. Anemometer kincir angin (Windmill)

Ini juga merupakan alat mekanis, yang membantu dalam mengetahui kecepatan angin. Ini sangat mirip dengan kincir angin normal, di mana sumbu rotasi berjalan sejajar dengan arah angin, sehingga membuatnya horisontal.

pengertian-anemometer

anemometer cangkir

Namun angin terus berubah arah. Oleh karena itu, poros harus mengubah arahnya, sehingga aerovane juga digabungkan dalam perangkat. Aerovane terdiri dari baling-baling dan ekor, sehingga kecepatan angin dan pengukuran arah yang tepat dapat diperoleh.

3. Anemometer Hot Wire

Dalam tipe ini, kawat yang sangat tipis digunakan, yang dipanaskan hingga suhu yang sedikit lebih dari suhu atmosfer. Ketika udara mengalir melewati kawat, itu mendinginkannya.

Resistensi sebagian besar logam terhadap listrik tergantung, pada tingkat tertentu, pada suhu logam. Dengan demikian, kecepatan dapat diperoleh dari hubungan antara resistansi kawat dan kecepatan angin.

4. Anemometer Laser Doppler

Ini menggunakan teknologi yang sangat canggih, dan karenanya akurat. Di sini, sinar cahaya digunakan, yang dipecah menjadi dua balok. Salah satunya memasuki anemometer, dan kecepatannya ditentukan berdasarkan jumlah cahaya yang telah dipantulkan oleh partikel udara yang bergerak.

5. Anemometer Sonic

Dalam jenis ini, kecepatan angin diperoleh dengan mengirimkan gelombang suara antara sepasang transduser, dan menghitung bagaimana kecepatan mereka dipengaruhi.

Jenis ini cukup populer di pesawat terbang dan turbin angin ilmiah. Karena mereka tidak memiliki banyak bagian yang bergerak, mereka juga dapat digunakan di stasiun cuaca otomatis.

Loading...