Pengertian Angin periodik

Angin periodik adalah angin yang bergerak berganti arah setiap waktu tertentu, ada yang berganti arah setiap siang dan malam atau setiap 6 bulan sekali.

Angin periodik adalah angin yang terjadi hanya dalam waktu tertentu saja, artinya tidak terus bertiup secara tetap sepanjang tahun. Contoh angin periodik adalah angin muson, angin darat dan angin laut, angin gunung dan angin lembah, angin siklon dan antisiklon, serta angin fohn. Yang termasuk dalam jenis angin periodik adalah :

Angin muson, yaitu angin yang berganti arah setiap 6 bulan sekali. Angin muson ada dua, yaitu:

  1. Angin muson barat, yaitu angin yang bertiup dari Benua Asia menuju Benua Australia. Angin ini terjadi pada bulan Oktober sampai April, yang melewati laut yang luas sehingga menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan.
  2. Angin muson timur, yaitu angin yang bertiup dari Benua Australia menuju ke Benua Asia. Angin ini terjadi pada bulan April sampai Oktober, bersifat kering sehingga menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau.

Angin lembah dan angin gunung. Angin lembah yaitu angin yang bertiup dari lembah ke puncak gunung, terjadi pada waktu siang hari. Dan Angin gunung yaitu angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah, terjadi pada malam hari.

Angin laut dan angin darat. Angin laut terjadi pada siang hari, angin ini berembus dari laut menuju ke darat. Sebaliknya angin darat terjadi pada malam hari, dan berembus dari darat menuju ke laut.

Apa itu angin tetap

Angin tetap adalah angin yang bertiup secara tetap sepanjang tahun. Contoh angin tetap adalah angin barat, angin timur, angin pasat, dan angin antipasat. Angin barat adalah angin yang bertiup dari daerah subtropis menuju ke daerah lintang 60o, baik lintang utara maupun lintang selatan. Angin barat dapat terjadi karena daerah lintang 60o merupakan daerah dengan tekanan rendah sehingga terjadi pergerakan udara menuju ke tempat tersebut. Angin timur adalah angin yang bertiup dari daerah kutub menuju ke daerah lintang 60o, baik lintang utara maupun lintang selatan. Angin timur dapat terjadi karena daerah kutub yang terdiri dari es memiliki tekanan udara yang selalu tinggi sehingga terjadi pergerakan udara dari kutub menuju daerah dengan tekanan yang lebih rendah.
Angin pasat adalah angin yang bertiup dari wilayah subtropis menuju ke wilayah tropis (garis khatulistiwa). Angin pasat dapat terjadi karena wilayah subtropis memiliki tekanan udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan udara di wilayah tropis sehingga terjadi pergerakan udara dari daerah subtropis menuju daerah tropis. Angin pasat terdiri atas angin pasat timur laut (terjadi di belahan bumi utara) dan angin pasat tenggara (terjadi di belahan bumi selatan). Sementara itu, angin antipasat adalah kebalikan dari angin pasat. Angin antipasat bergerak menuju ke wilayah tropis, namun pada ketinggian tertentu angin tersebut naik secara vertikal dan kembali bergerak mendatar menuju ke wilayah subtropis. Angin antipasat terdiri atas angin antipasat barat daya (terjadi di belahan bumi utara) dan angin antipasat barat laut (terjadi di belahan bumi selatan).