5 Contoh Faktor Abiotik dalam Ekosistem

Abiotik adalah istilah yang berkaitan dengan bidang biologi, yang mengacu pada lingkungan di mana tidak ada kondisi untuk kehidupan. Kata “abiotik” menunjuk kebalikan dari istilah biotik dan memungkinkan untuk merujuk pada apa yang bukan bagian dari atau bukan hasil dari makhluk hidup.

Faktor abiotik muncul dari pengaruh komponen fisik dan kimia lingkungan, tidak seperti faktor biotik, yang berasal dari makhluk hidup dan produknya.

Faktor fisik membentuk iklim dan juga suhu, yang masih memiliki pengaruh pada aspek iklim lainnya, seperti kelembaban, misalnya. Faktor kimia adalah elemen penting untuk memastikan kelangsungan hidup organisme dan juga untuk memastikan keseimbangan ekosistem, termasuk oksigen, nitrogen, dan lainnya.

Faktor abiotik antara lain udara, air, matahari dan tanah. Sebagai contoh: sapi (biotik) membutuhkan udara (abiotik) dan air (abiotik), antara lain, untuk bertahan hidup. Tumbuhan (biotik) juga membutuhkan udara (abiotik) untuk fotosintesis, air (abiotik) dan tanah (abiotik) dengan nutrisi tertentu agar dapat bertahan hidup.

Di sisi lain, komponen abiotik membentuk biotop, sedangkan komponen biotik membentuk biocenosis (himpunan beberapa spesies yang hidup berdampingan di lokasi yang sama). Biotop adalah ruang fisik tempat biocenosis berkembang, dan dapat dibagi menjadi edaphotop (bumi), iklim (karakteristik iklim) dan hidrotop (faktor hidrografi).

Perlu dicatat bahwa evolusi abiotik (atau abiogenesis) adalah seperangkat teori lama yang memungkinkan untuk melihat pembentukan kehidupan dari materi yang tidak hidup. Istilah ini muncul dengan Thomas Huxley Inggris (1825-1895) pada tahun 1870, bertentangan dengan biogenesis.

Pengertian

Faktor abiotik adalah komponen yang tidak hidup di lingkungan. Ini bisa berupa kehadiran kimia atau fisik. Faktor abiotik terbagi dalam tiga kategori dasar: iklim, edafik, dan sosial.

Faktor-faktor iklim termasuk kelembaban, sinar matahari dan faktor-faktor yang melibatkan iklim. Edafik mengacu pada kondisi tanah, sehingga faktor abiotik edafik mencakup tanah dan geografi tanah. Faktor sosial termasuk bagaimana tanah digunakan dan sumber daya air di daerah tersebut.

Faktor abiotik adalah pengaruh yang dapat diterima makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Tidak seperti faktor biotik, yang merupakan unsur-unsur yang menyebabkan makhluk hidup dalam ekosistem, misalnya: spesies yang merupakan makanan dari spesies lain dan berlimpah menjamin kelangsungan hidup spesies kedua ini. Sebagian besar faktor abiotik dapat diringkas dalam hubungan ekologis suatu ekosistem, seperti parasitisme dan predasi, misalnya.

Sangat penting untuk menekankan di sini bahwa semua ekosistem didasari oleh hubungan yang terjadi antara faktor biotik dan abiotik.

Dan hubungan antara faktor biotik dan abiotik ini dapat diklasifikasikan sebagai harmonik (yang menguntungkan satu atau kedua pihak yang terlibat) dan tidak harmonis (ketika satu atau kedua organisme akhirnya dirugikan, misalnya kita memiliki parasitisme).

Faktor abiotik dapat diklasifikasikan menurut suhu, yang sangat penting untuk distribusi spesies, tekanan (membagi makhluk hidup antara yang mendukung tekanan dan yang tidak mendukung variasi besar dalam tekanan), kelembaban (yang hidup di tempat kering, dengan air dan yang hidup di tempat seimbang, salinitas, iklim, cahaya, antara lain.

Contoh

Lima contoh faktor abiotik yang umum adalah atmosfer, unsur kimia, sinar matahari / suhu, angin dan air.

1. Suhu dan cahaya

Temperatur udara dan air mempengaruhi hewan, tumbuhan dan manusia di ekosistem. Kenaikan suhu berpotensi mengubah cara makhluk hidup berkembang, karena ia mengubah laju metabolisme organisme. Semua organisme hidup memiliki tingkat toleransi untuk kisaran suhu. Sebagai contoh, seorang manusia akan mati jika ia menonjol dalam suhu minus 50 derajat untuk waktu yang lama. Paparan cahaya sering mempengaruhi suhu. Area dengan sinar matahari langsung lebih hangat.

2. Air

airSemua organisme hidup membutuhkan asupan air. Air menutupi 70 persen permukaan bumi dan jatuh sebagai hujan atau salju di atas tanah. Di lingkungan dengan sedikit air, hanya organisme yang membutuhkan sedikit persentase air yang dapat bertahan hidup. Hewan lain tumbuh subur dalam kondisi dengan sejumlah besar air, seperti hewan laut dan tumbuhan di lautan. Air sangat penting untuk bertahan hidup, tetapi setiap organisme membutuhkan jumlah air yang berbeda.\

3. Atmosfer

atmosferAtmosfer bumi menopang kehidupan. Hewan dan makhluk lain menghirup oksigen atau menyaringnya dari air, dan tanaman tumbuh karena adanya karbon dioksida. Makhluk hidup menggabungkan oksigen dan karbon untuk membuat karbohidrat, bahan kimia yang menyediakan energi dan merupakan bagian penting dari DNA, protein dan bahan organik lainnya. Atmosfer terdiri dari empat lapisan: troposfer, stratosfer, ozonosfer, dan mesosfer.

4. Unsur Kimia

Unsur kimia bertindak dalam lingkungan untuk memengaruhi jenis organisme apa yang dapat tumbuh atau berkembang di daerah tersebut. Komposisi kimia, termasuk tingkat keasaman, memiliki dampak besar pada tanaman di suatu daerah. Misalnya, tanaman seperti azalea atau holly tumbuh subur di tanah asam. Beberapa elemen, seperti tembaga dan seng adalah nutrisi mikro penting bagi banyak organisme. Unsur kimia membentuk semuanya, termasuk faktor abiotik lainnya.

5. Angin

AnginSeringkali faktor abiotik dipengaruhi oleh faktor lain. Ini sangat jelas dengan angin. Kecepatan dan arah angin mempengaruhi suhu dan kelembaban suatu daerah. Kecepatan angin yang sangat tinggi, sering di daerah pegunungan, dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan membatasi jenis kehidupan yang dapat berkembang di daerah tersebut. Angin juga membawa benih dan membantu penyerbukan, menyebarkan kehidupan. Ini memungkinkan bentuk tanaman keluar dari area yang ada.


2 thoughts on “5 Contoh Faktor Abiotik dalam Ekosistem

Comments are closed.