Pengertian Ekosistem Darat : Ciri-ciri, Komponen, Jenis, contoh dan Manfaat

Ekosistem daratan, atau teresterial, adalah semua organisme hidup dan lingkungan fisiknya pada sebidang tanah tertentu. Ekosistem darat dapat berinteraksi dan tumpang tindih dengan ekosistem laut (air asin) dan limnologi (air tawar). Sejumlah bioma terestrial dapat digunakan untuk mengklasifikasikan ekosistem yang lebih kecil.

Ekosistem terestrial adalah komunitas organisme berbasis darat dan interaksi komponen biotik dan abiotik di area tertentu. Contoh ekosistem darat termasuk tundra, taigas, hutan gugur beriklim sedang, hutan hujan tropis, padang rumput, dan gurun. Jenis ekosistem darat yang ditemukan di tempat tertentu tergantung pada kisaran suhu, jumlah rata-rata curah hujan yang diterima, jenis tanah, dan jumlah cahaya yang diterimanya.

Ekosistem mengacu pada keterkaitan antara faktor biotik dan abiotik. Dalam istilah sederhana, ekosistem adalah entitas di mana organisme hidup berinteraksi dengan lingkungan fisik. Ini adalah area di mana benda-benda fisik (seperti tanah, batuan, air) berfungsi bersama-sama dengan tanaman dan hewan.

Ekosistem dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama: ekosistem perairan dan ekosistem darat. Ekosistem perairan umumnya mengacu interaksi entitas hidup dan non-hidup di danau, sungai, rawa-rawa dan kolam. Tapi, apa yang dimaksud ekosistem darat? Bagaimana mereka berbeda dari ekosistem perairan?

Makna kunci ekosistem darat terletak pada kata “terrestrial”, yang umumnya berarti apa-apa yang terjadi di darat. Oleh karena itu, ekosistem darat mengacu pada interaksi antara organisme hidup dan benda-benda non-hidup yang terjadi pada daratan pulau dan benua.

Mereka berbeda dari ekosistem air karena kepentingan terhadap air lebih rendah, yang merupakan bagian utama dalam ekosistem perairan. Permukaan bumi terdiri dari 28 persen (sekitar 55,000,000 mil persegi) dari ekosistem darat.

Dalam ekosistem darat, kategori utama bentuk kehidupan termasuk burung (Aves) dengan lebih dari 8.000 spesies, mamalia (Mammalia) dengan sekitar 4.000 spesies dan serangga dengan sekitar 900.000 spesies. Kategori tanaman termasuk tanaman berbunga (Magnoliophyta) dengan sekitar 275.000 spesies, lumut dengan sekitar 24,000 spesies dan runjung dengan sekitar 500 spesies.

Ekosistem darat terdiri dari komponen abiotik dan komponen biotik yang berada di daratan. Ekosistem darat, misalnya hutan, padang rumput, dan gurun pasir. Di dalam tiap-tiap ekosistem tersebut terdapat interaksi antar komponen ekosistem.

Hutan sebagai salah satu bentuk ekosistem daratan yang tersebar di permukaan bumu memiliki beragam komponen pembentuk. Komponen-komponen tersebut, yaitu beragam jenis tumbuhan dan hewan serta lingkunga abiotik. Komponen di hutan cukup banyak, misalnya pohon mahoni, kamper, jati, trembesi, cemara, pinus, kayu besi dan akasia. Komponen hewan di hutan, antara lain singa, ular, macam, kera, bekantan, dan beragam jenis burung.

Komponen abiotik hutan misalnya, tanah, curah hujan, batuan, air, kelembapan udara, sinar matahari dan iklim.

Kawasan hutan Indonesia menyimpan kekayaan hayati beraneka ragam. Sebagian besar hutan di Indonesia termasuk kelompok hutan tropis. Hutan ini di cirikan dengan pohon-pohon yang tinggi dan lebat. Curah hujan tropis relatif tinggi mencapai 1330 mm – 1700 per tahun. Selain hutan tropis, wilayah Indonesia banyak memiliki ekosistem darat berupa savana. Savana memiliki ciri-ciri iklim selalu basah sampai sangat kering dengan curah hujan per tahun 700 – 7100 mm.

Ekosistem darat – merupakan ekosistem yang sangat dekat dengan manusia. Hal ini disebabkan manusia ialah jenis makhluk yang hidup/ tinggal di daratan. Maka dari itulah kita harus mempelajari mengenai ekosistem darat. Artikel ini menyajikan beragam informasi tentang ekosistem darat.

Pengertian Ekosistem Darat

Ekosistem darat ialah ekosistem (yaitu hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya) yang ada di wilayah daratan. Jadi, ekosistem daratan ini adalah kehidupan makhluk hidup dengan lingkungannya yang berada di wilayah daratan.

Ekosistem daratan mencakup wilayah paling luas dan sering dikenal sebagai bioma. Ekosistem darat/ bioma ini banyak dipengaruhi oleh hal tertentu, yaitu iklim. Sedangkan iklim memiliki pengaruh dari beberapa hal juga, yaitu letak geografis (mencakup ketinggian tempat di suatu tempat dari permukaan laut), dan letak astronomis (mencakup garis lintang maupun garis bujur).

Ciri Ciri Ekosistem Darat

Berikut ini adalah ciri-ciri pada ekosistem darat :

  • Hewan dan tumbuhan hidup di darat dan di udara.
  • Ekosistem yang mempunyai lingkungan fisik berupa daratan
  • Mempunyai tipe struktur dengan vegetasi dominan dalam skala yang luas
  • Jenis tumbuhan serta hewan beradapatasi di lingkungan maupun wilayah daratan
  • Mereka diklasifikasikan menurut faktor abiotik.
  • Flora dan fauna ekosistem terestrial saling bergantung satu sama lain.
  • Hewan, burung, dan tumbuhan beradaptasi dengan habitat tempat mereka tinggal.
  • Ketika perubahan muncul dan spesies gagal beradaptasi, kepunahan terjadi.

Komponen Ekosistem Darat

Komponen ekosistem darat dibagi menjadi dua, yakni :

1. Komponen biotik

adalah komponen yang berwujud makhluk hidup.

Antara lain : binatang, manusia, tumbuhan dan beberapa organisme lainnya.

2. Komponen abiotik

adalah komponen yang tidak hidup atau dsebut dengan benda mati. Walaupun tak hidup, tetapi komponen ini dapat mempengaruhi beberapa komponen lain yang berada di ekosistem tersebut.

Antara lain : cahaya matahari, suhu, air, iklim, batu, dan lainnya.

Jenis Jenis Ekosistem Darat

Berikut adalah penjelasan tentang jenis ekosistem darat :

1. Bioma hutan gugur

Bioma hutan gugur ialah ekosistem darat yang ada di daerah dengan mengalami 4 musim (musim gugur, musim panas, musim semi dan musim dingin). Kebanyakan bioma hutan gugur ini ada didaerah Amerika serikat di wilayah timur, chili, asia timur, serta eropa barat.

2. Bioma sabana

Bioma sabana adalah ekosistem darat yang berwujud padang rumput dan diselingi beberapa pohon. Sabana ada di daerah yang beriklim tropis, yakni seperti Australia utara, nusa tenggara barat, nusa tenggara timur dan Kenya.
Bioma sabana dibagi menjadi dua jenis, yaitu bioma sabana murni (terdiri dari satu jenis pohon), serta bioma sabana campuran (terdiri dari beberapa jenis pohon). Sejumlah jenis pohon yang dapat hidup di bioma sabana antara lain: acacia, tumbuhan gerbang, aucalpytus dan rumput. Sementara sejumlah hewan yang dapat menempati bioma sabana diantaranya: gajah, macan tutul, rusa/ kijang, singa, kuda, zebra dan sejumlah macam hewan serangga termasuk juga rayap.

3. Bioma tundra

Bioma tundra bisa dikatakan menjadi bioma yang sangat dingin. Bioma tundra dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tundra arkitik dan tundra alpin. Bioma arkitik adalah tundra yang ada di wilayah kutub utara atau arkitik, sementara tundra alpin berada di puncak pegunungan yang tinggi, misalnya seperti di puncak pegunungan Jaya Wijaya.

Bioma tundra ini paling banyak dijumpai di wilayah kutub utara atau arktik, finlanda, rusia, silberia dan kanada.
Baca Selengkapnya 6 Contoh Interaksi Antar Organisme Dalam Ekosistem

4. Bioma gurun

Gurun ialah padang yang memiliki ukuran paling luas dan memiliki sifat tandus. Hal ini disebabkan curah hujan sangatlah sedikit turunnya. Dapat dikatakan pula bahwa hujan paling jarang yang menimpa di daerah gurun ini.
Contoh gurun yang terkenal ialah gurun sahara di gobi asia dan afrika.

5. Bioma taiga

Bioma taiga disebut dengan hutan boreal. Bioma taiga ada di daerah antara memiliki iklim tropis dengan daerah memiliki iklim kutub. Selain itu, juga ada didaerah beriklim dingin. Daerah–daerah tersebut diantaranya rusia, semenanjung skandinavia, amerika utara, Alaska.

6. Hutan hujan tropis

Hutan ini ada di wilayah yang mempunyai iklim tropis yaitu daerah yang dilalui garis katulistiwa. Contohnya yang paling terkenal di dunia adalah di lembah sungai amazon, lalu lembah sungai kongo, serta sejumlah lagi di asia tenggara (Kalimantan, Indonesia).

7. Padang rumput

Padang rumput juga ada di wilayah tropis sampai beriklim sedang. Sejumlah Negara yang memiliki banya padang rumput ialah daerah nusa tenggara.

Manfaat Ekosistem Darat

Ekosistem darat ialah ekosistem yang mempunyai paling banyak manfaatnya, diantaranya adalah :

1. Menjadi tempat hidup maupun habitat berbagai makhluk hidup

Ekosistem daratan berwujud bioma ini menjadi salah satu tempat yang berguna menjadi rumah dari beragam jenis hewan ataupun tumbuhan dan flora fauna yang ada di daerah bioma tersebut.

2. Mencerminkan bahwa adanya kehidupan di daratan

Ekosistem adalah interaksi antar makhluk hidup satu dengan yang lainnya beserta lingkungannya. Saling keterkaitan inilah yang mengindikasi bahwasannya di setiap makhluk hidup membutuhkan satu dengan yang lainnya.

3. Menjadi sarana edukasi

Ekosistem darat memiliki fungsi menjadi sarana edukasi mengenai ketergantungan makhluk hidup dengan lingkungannya. Beberapa bioma yang termasuk bentuk dari ekosistem darat dapat dijadikan sebagai objek sebuah penelitian mengenai seberapa besarkah lingkungan mempengaruhi makhluk hidup serta komponen yang mana saja yang sangat berpengaruh untuk makhluk hidup.

Fauna dan flora ekosistem darat

Fauna ekosistem darat adalah kelompok hewan yang hidup di wilayah geografis dan ditemukan di ekosistem tertentu. Studi tentang hewan-hewan ini dikenal dengan nama zoogeografi. Fauna tergantung pada faktor abiotik dan biotik, hubungan persaingan dan pemangsaan spesies.

Flora ekosistem darat melibatkan sekumpulan spesies tanaman yang ditemukan di wilayah tertentu. Tergantung pada lokasi geografis, flora dianggap berlimpah atau miskin, sejauh yang kami tahu, sangat bervariasi. Itu terdiri dari semua tanaman yang tumbuh baik di darat atau di laut, dari pohon raksasa hingga rumput laut.

Iklim dan Suhu

Pada kenyataannya, baik iklim dan suhu akan tergantung pada jenis ekosistem yang kita maksudkan dan, pada kenyataannya, kedua masalah tersebut merupakan bagian dari aspek paling penting yang dipertimbangkan ketika membuat klasifikasi yang memadai dari ekosistem tersebut. Sinar matahari, radiasi, jumlah hujan, kelembaban, garis lintang dan ketinggian adalah beberapa aspek yang menentukan iklim dan jenis flora dan fauna suatu tempat.

Pentingnya

Ekosistem penting bagi manusia karena memberikan serangkaian manfaat bagi kehidupan, mulai dari pohon yang digunakan untuk mengekstraksi kayu dan membangun, hingga beberapa jenis hewan yang diperlukan untuk bertahan hidup.

Contoh

  • Hutan tropis.
  • Hutan beriklim sedang.
  • Padang rumput, semak belukar.
  • Bakau

Itulah uraian tentang ekosistem darat yang bisa disampaikan. Beberpa jenis ekosistem darat juga sudah diulas diatas yang merupakan gambaran dalam bioma. Ekosistem darat diatas tersebar di berbagai belahan di dunia, serta setiap daerahnya juga memiliki jenis ekosistem masing-masing. Hal tersebut bergantung pada letak geografisnya Negara itu juga. Semoga bermanfaat!