Pengertian Gerak dalam Fisika

Gerak adalah tindakan mengubah lokasi atau posisi. Studi gerak tanpa memperhatikan kekuatan atau energi yang mungkin terlibat disebut kinematika. Dan berikut adalah uraian lebih jauh tentang pengertian gerak dalam fisika semoga bisa sedikit memberikan gambaran berkaitan dengan gerak dalam fisika tersebut.

Dalam fisika, gerak adalah perubahan posisi suatu benda terhadap waktu. Gerak biasanya dijelaskan dalam hal kecepatan, perpindahan percepatan, dan waktu. Suatu gerak diamati dengan melampirkan kerangka acuan suatu objek dan mengukur perubahan dalam posisi relatif terhadap kerangka acuan lain.

Sebuah objek yang tidak bergerak dikatakan diam dalam posisi tak bergerak, tak bergerak, diam, atau konstan (time-invariant). Gerakan obyek tidak dapat diubah kecuali ditindaklanjuti oleh kekuatan, seperti yang dijelaskan oleh hukum pertama Newton.

Momentum suatu objek secara langsung berkaitan dengan massa benda dan kecepatan, dan momentum total semua objek dalam sistem tertutup (tidak dipengaruhi oleh kekuatan eksternal) tidak berubah dengan waktu, seperti yang dijelaskan oleh hukum kekekalan momentum. Karena tidak ada kerangka acuan mutlak, gerak absolut tidak dapat ditentukan. Dengan demikian,. Segala sesuatu di alam semesta dapat dianggap bergerak.

Lebih umum, gerakan jangka menandakan perubahan terus-menerus dalam konfigurasi dari sistem fisik. Sebagai contoh, tentang gerakan gelombang atau partikel kuantum (atau apapun lainnya) di mana konfigurasi terdiri dari probabilitas menempati posisi tertentu.

Dalam mekanika, gerak adalah perubahan fisik yang didefinisikan sebagai perubahan posisi dalam ruang yang dialami oleh objek dalam sistem fisik terhadap diri sendiri atau objek lain yang dijadikan bagai referensi. Setiap benda yang bergerak digambarkan seperti berjalan

Deskripsi tentang gerak suatu objek dijelaskan untuk menentukan posisinya dalam ruang terhadap waktu. Hal ini membutuhkan referensi atau patokan.

Hukum Gerak

Dalam fisika, gerak di alam semesta digambarkan melalui dua set hukum yang bertentangan dengan mekanika. Gerakan yang berskala besar dan benda sehari di alam semesta (seperti proyektil, planet, sel, dan manusia) dijelaskan oleh mekanika klasik. Sedangkan gerak benda atom dan sub-atom yang sangat kecil dijelaskan oleh mekanika kuantum.

Mekanika klasik digunakan untuk menggambarkan gerak benda makroskopik, dari proyektil ke bagian mesin, juga obyek astronomi, seperti pesawat ruang angkasa, planet, bintang, dan galaksi.  Mekanika klasik secara fundamental berdasarkan Hukum Newton tentang Gerak.Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada objek dan gerakan objek tersebut. Pertama kali disusun oleh Sir Isaac Newton dalam karyanya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, pertama kali diterbitkan pada tanggal 5 Juli 1687. Tiga hukum tersebut adalah:

  1. Dengan tidak adanya gaya eksternal total, suatu objek diam atau bergerak dengan kecepatan tetap.
  2. Gaya eksternal pada objek sama dengan massa benda yang kali percepatan, F = ma. Atau, percepatan berbanding lurus dengan kekuatan menyebabkan itu, dan berbanding terbalik dengan massa.
  3. Setiap kali satu tubuh memberikan sebuah gaya F ke tubuh kedua, tubuh kedua diberikannya kekuatan-F pada tubuh pertama. F dan-F adalah sama dalam besar dan berlawanan.

Tiga hukum Newton tentang gerakan, bersama dengan hukum gravitasinya, menjelaskan hukum Kepler tentang gerak planet, yang pertama secara akurat memberikan model matematika atau memahami suatu objek yang mengorbit di luar angkasa. Penjelasan ini menyatukan gerak benda langit dan gerakan benda di bumi.

Mekanika klasik kemudian lebih ditingkatkan dengan relativitas khusus Albert Einstein dan relativitas umum. Relativitas khusus menjelaskan gerak benda dengan kecepatan tinggi, mendekati kecepatan cahaya, relativitas umum digunakan untuk menangani gerak gravitasi pada tingkat yang lebih dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *