Pengertian Homeostasis

Homeostasis adalah keadaan keseimbangan atau kesetimbangan lingkungan internal tubuh. Ini adalah proses tanpa henti dan dinamis yang mencoba menjaga tubuh tetap normal di semua kondisi yang memungkinkan. Karena tubuh yang hidup mengalami banyak tekanan eksternal dan internal, homeostasis akan menjaga tubuhnya tetap normal.

Homeostasis melakukannya dengan perubahan kecil dalam kisaran kondisi fisiologis yang teratur. Sebagai contoh, tekanan darah normal pada manusia adalah 120 / 80mmHg. Jika seseorang cemas atau bahkan kesal, tekanan darahnya cenderung naik ke level 140/90 maka homeostasis akan berusaha menurunkan ke level normal. Sekali lagi ketika dingin, ia kembali normal. Demikian pula, banyak organ tubuh lainnya seperti jantung, paru-paru juga meningkat fungsinya.

Kenaikan ini dimaksudkan untuk mengadopsi tubuh dengan permintaan berlebih seperti lebih banyak oksigen, energi untuk mengatasi situasi. Pergeseran dalam keseimbangan ini cukup normal dan berada dalam beberapa poin. Jika melampaui, sebagian besar mengarah pada gangguan dan bahkan kematian berdasarkan pada intensitas dan durasi penyimpangan dari rentang homeostatik. Sistem tubuh seperti sistem saraf, sistem endokrin terlibat dalam pemeliharaan homeostasis. Ini dilakukan melalui stimulasi saraf atau perubahan kadar hormon.

Contoh lain dari gangguan dan koreksi homeostasis adalah:

  • Berkeringat ketika suhu tubuh naik karena panas di musim kemarau.
  • Terengah-engah dan napas yang intens memberi oksigen berlebih saat berlari atau jogging.

Dalam kondisi di atas tubuh berusaha menjaga sistem tetap normal. Dalam kondisi gagal menjaga suhu tubuh dalam batas, kondisi tersebut disebabkan sengatan matahari terlalu kuat. Jadi kemampuan tubuh untuk mempertahankan homeostasis sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Homeostasis ini dipertahankan karena 3 titik kontrol sebagai

  1. Reseptor
  2. Pusat kendali
  3. Efektor.

Reseptor adalah yang pertama kali mendeteksi perubahan homeostasis dan mengirim sinyal ke pusat kendali.

Pusat kontrol menyediakan rangsangan saraf atau rangsangan hormonal untuk membawa perubahan homeostatis yang diinginkan.Homeostasis

Upaya menghantarkan sinyal yang disediakan oleh pusat kontrol dan menginduksi perubahan yang diinginkan dalam fisiologi tubuh.

Kontrol homeostasis ini oleh dua sistem yaitu.

  1. Kontrol umpan balik positif.
  2. Kontrol umpan balik negatif.

Sistem umpan balik positif: Ini adalah sistem respons di mana dalam perubahan homeostasis selanjutnya ditingkatkan untuk menghasilkan efek yang diinginkan.

Sistem umpan balik negatif adalah sistem yang mengurangi sedikit perubahan dalam rentang homeostasis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *