Hujan asam atau deposisi asam adalah bentuk presipitasi (hujan, salju, hujan es) mengandung tingkat tinggi asam sulfat atau nitrat (pH dibawah 5,5-5,6). Dihasilkan ketika sulfur dioksida dan berbagai oksida nitrogen bergabung dengan kelembaban atmosfer, hujan asam dapat mencemari air minum, kerusakan vegetasi dan kehidupan air, dan mengikis bangunan dan monumen.

Hujan asam adalah jenis hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan alami sifatnya asam, hal ini dikarenakan karbondioksida di udara larut dalam air hujan menjadi asam lemah.

Jenis air hujan asam bisa meningkatkan kadar keasaman tanah serta air permukaan. Hal tersebut bisa membahayakan kehidupan ikan serta tanaman. Berikut kami jelaskan mengenai Proses terjadinya hujan asam dan pencegahannya.

Hujan asam ini dikarenakan adanya belerang yang termasuk pengotor dalam bahan bakar fosil, misalnya bensin. Selain tersebut, di udara yang bereaksi bersama oksigen akan terbentuk sulfur dioksida. Zat ini lalu membentuk asam sulfat dan aam nitrat mudah larut jadi jatuh bersama air hujan.

Knalpot mobil dan pembakaran bahan bakar industri yang tinggi belerang diduga menjadi penyebab utama, tetapi sumber-sumber alam, seperti gas vulkanik dan kebakaran hutan, mungkin juga berdampak secara signifikan. Ini telah menjadi masalah yang semakin serius sejak tahun 1950-an, terutama di NE Amerika Serikat, Kanada, dan W Eropa, terutama Skandinavia.

Hujan asam menjadi isu politik di tahun 1980-an, ketika Kanada mengklaim bahwa polutan dari Amerika Serikat yang mencemari hutan dan perairan. Sejak itu peraturan telah diberlakukan di Amerika Utara dan Eropa untuk mengekang emisi sulfur dioksida dari pembangkit listrik; ini termasuk US Clean Air Act (dengan diotorisasi ulang dan diperluas pada tahun 1990) dan protokol Helsinki (1985), di mana 21 negara Eropa berjanji untuk mengurangi emisi dengan jumlah tertentu.

Untuk menilai efektivitas pengurangan studi komprehensif, membandingkan data dari danau dan sungai di seluruh Eropa udara dan Amerika Utara, dilakukan oleh tim ilmuwan internasional pada tahun 1999. Hasil yang mereka laporkan dicampur: sementara sulfat (polutan air utama dari hujan asam) yang lebih rendah, hanya beberapa daerah menunjukkan penurunan keasaman secara keseluruhan.

Hujan asam

Ini tetap harus ditentukan apakah memerlukan lebih banyak waktu sehingga akan terjadi penurunan lebih besar pada emisi sulfur yang diperlukan untuk mengurangi keasaman air tawar di semua bidang.

Pengertian Hujan Asam

Hujan adalah sebuah fenomena alam yang terdapat di bumi, selain beranekaragam fenomena alam yang menakjubkan yang lain. Menjadi salah satu fenomena alam yang terdapat di bumi, hujan ini memiliki jenis terbanyak. Berdasarkan garis besarnya jenis hujan tersebut berdasarkan di dua hal, yaitu menurut proses terjadinya dan menurut bentuknya.

Jenis hujan bisa dilihat menurut proses terjadinya maka dibedakan jadi beberapa hujan berikut ini :

  • Hujan frontal
  • Hujan orografis
  • Hujan zenital
  • Hujan muson
  • Hujan buatan
  • Hujan siklonal

Sedangkan itu jenis dari hujan jika dilihat menurut benutknya maka dibedakan jenis jenis berikut :

  • Hujan salju
  • Hujan asam
  • Hujan es
  • Hujan rintik-rintik

Penyebab Terjadinya Hujan Asam

Sebab sebab dari datangnya hujan asam ini antara lain :

  • Karbondioksida (CO2) dan karbonmonoksida (CO). karbondioksida serta karbon monoksida tersebut termasuk sebuah gas hasil dari proses pembakaran yang bertemu lewat uang air (H2O). kedua gas tersebut jika bertemu akan membentuk sebuah asam karbonat (H2CO3) yang tergolong dalam kategori asam lemah.
  • Hydrogen sulfide (H2S), SO2 atau asam oksida bertemu uap air (H2O) akan membentuk asam sulfat (H2SO4) yang termasuk kelompok asam yang kuat.

Proses Hujan Asam

Hujan asam yang alami ini terjadi sebab semburan dari gunung berapi dan proses biologis dalam rawa, laut dan tanah. Akan tetapi, penyebab dari hujan asam paling besar ialah kegiatan tak ramah diruang publik bagi kehidupan sekeliling lingkungan yang dijalankan manusia, seperti kendaraan bermotor, industry, pabrik pengolahan pertanian. Gas buangan yang dihasilkan oleh kegiatan itu akan terbawa angina menuju atmosfer sebelum berubah jadi asam.

Hujan asam ini dapat merusak lingkungan misalnya seperti di amerika serikat. Hujan asam yang telah terjadi sebab pembangkit tenaga listrik ini merusak hutan yang ada di new engeland dan new York. Selain di Negara amerika serikat, yang ikut serta menghadapi masalah dari hujan asam ini antara lain rusia, eropa barat, cina dll.

Berikut ini pembahasan tentang proses yang dialami pada hujan asam, yakni :

  • Hujan asam terjadi sebab peningkatan dari sejak dialaminya revolusi industry
  • Pemakaian cerobong asap tertinggi memang tujuannya untuk mengurangi polusi di bawah akan tetapi bisa berkontribusi dalam penyebaran hujan asam.
  • Hujan asam kerap terjadi pada daerah yang jauh dari lokasi sumber penyebabnya. Pegunungan lebih cenderung terjadi hujan asam sebab curah hujannya tertinggi di area tersebut.
  • Pengaruh hujan asam sendiri bisa Nampak dari penurunan jumlah ikan di danau. Pada tumbuhan, rusaknya lapisan lilin daun.
  • Nutrisi jadi menghilang jadi tanaman bisa tak tahan dari dingin, serangga dan serangan jamur.
  • Selain tersebut pertumbuhan akar ini menjadi lebih lambat. Untuk manusia, hujan asam pun akan memberikan dampak dalam kesehatan. Tercemarnya air akan memberikan dampak pada kesehatan, misalnya timbulnya wabah diare serta penyakit Alzheimer.

Pembentukan hujan asam sederhananya bisa dituliskan sebagai berikut :

S(s) + O2(g)  > SO2(g)

2SO2(g) + O2(g) > 2SO3(g)

SO3(g) + H2O(l) > H2SO4(aq)

Pencegahan Hujan Asam

Pencegahan hujan asam tersebut perlu dijalankan supaya lingkungan di lapisan atmosfer ini tidak menjadi tercemar. Di Negara amerika serikat, pembangkit listrik dari tenaga batu bara sudah banyak yang memakai flue gas desulfurization (FGD). Hal ini bisa membantu menghilangkan gas belerang yang berasal dari cerobong.
Misalnya dari FGD ini wet scrubber yang berwujud tower bisa menghasilkan kalsium sulfat yang pH nya netral. Scrubber tersebut bisa mengubah polusi jadi sulfat industry. Sulfat ini lalu bisa dijual menuju pabrik kimia. Bila sadar kalsium sulfatnya tinggi maka bisa dipakai gypsum.

Pencegahan hujan asam tersebut pun bisa dijalankan dengan memakai bahan bakar yang ramah lingkungan. Apa yang dijalankan manusia memang perlu dipikirkan pula dampaknya di lingkungan. Lingkungan baik serta sehat pun bisa berdampak baik untuk manusia. Sebaliknya lingkungan yang sudah rusak karena ulah dari manusia sendiri maka bisa berbalik menyerang manusianya sendiri. Fenomena hujan asam tersebut harus memperoleh perhatian jadi tak merusak lingkungan dan jadi penyebab pemanasan global dengan menjalankan pencegahan yang dibutuhkan.

Itulah tadi mengenai Proses terjadinya hujan asam dan pencegahannya. Lalu sebab sebab dari yang bisa ditimbulkan oleh karena terdapat beragam peristiwa manusia ataupun fenomena alam. Sejumlah peristiwa manusia serta fenomena alam yang bisa memicu terjadinya hujan asam antara lain yakni pembakaran BBF, kebakaran hutan, letusan gunung api, peleburan logam, kegiatan pabrik, serta pembangkit listrik. Semoga dengan adanya pembahasan kali ini bisa menambah ilmu pengetahuannya dan bermanfaat bagi kalian yang membutuhkan. Terima kasih.