Pengertian makronutrien dan mikronutrien

Tubuh kita cukup rumit, artinya mereka memiliki seluruh kebutuhan nutrisi untuk bertahan hidup dan berfungsi. Komposisi diet kita sangat penting untuk memenuhi kebutuhan ini dan oleh karena itu penting untuk memahami dua jenis nutrisi yang dapat dibagi menjadi: makronutrien (karbohidrat, protein dan lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral). Anda mungkin pernah mendengar istilah ini sebelumnya, tetapi apa artinya sebenarnya?

makronutrien

Ketiga makronutrien semuanya memiliki peran dan fungsi spesifik mereka sendiri dalam tubuh dan memberi kita kalori atau energi. Untuk alasan ini, tubuh membutuhkan nutrisi ini dalam jumlah yang relatif besar untuk tumbuh, berkembang, memperbaiki dan merasa baik!

Setiap makronutrien hampir selalu ditemukan di setiap item makanan, baik itu snack bar sehatĀ  atau sayuran mentah; satu-satunya perbedaan adalah bagaimana nutrisi makro seimbang. Sebagai contoh, komposisi nutrisi alpukat umumnya terdiri dari 75% lemak (baik), 20% karbohidrat dan 5% protein, oleh karena itu ini jelas merupakan makanan berbasis lemak. Di sisi lain, pisang mengandung 95% karbohidrat, dengan hanya sedikit protein dan lemak.

Kuncinya adalah memahami bagaimana masing-masing makronutrien memainkan peran yang berbeda dalam tubuh dan menyesuaikan diet Anda!

Lemak

Jangan takut lemak! Lemak adalah bagian penting dari diet sehat dan harus memperhitungkan sekitar 15-20% dari apa yang Anda konsumsi. Mereka membantu dengan meningkatkan perkembangan otak, fungsi sel secara keseluruhan, melindungi organ-organ tubuh dan bahkan membantu Anda menyerap vitamin yang ditemukan dalam makanan.

Beberapa contoh lemak sehat: Almond, kenari, biji-bijian (labu, chia), zaitun, alpukat.

Protein

Protein sangat penting untuk memperbaiki dan meregenerasi jaringan dan sel-sel tubuh, sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dan memproduksi hormon. Ini tidak akan mungkin terjadi tanpa asam amino, yang ditemukan dalam makanan berbasis protein. Secara total ada 20 jenis asam amino, 9 di antaranya ‘esensial’ dan hanya dapat ditemukan dalam makanan tertentu.

Sumber protein yang baik: Kacang, kacang-kacangan dan kacang-kacangan, biji-bijian (rami, chia, rami), kacang-kacangan (tanpa garam), quinoa, alpukat, bit, sayuran mentah (kale, bayam).

Karbohidrat

Karbohidrat terdiri dari rantai kecil gula yang dipecah oleh tubuh pencernaan menjadi glukosa untuk digunakan sebagai sumber energi utama tubuh dan karenanya membutuhkan sekitar 45-65% dari makanan.

Karbohidrat untuk dipilih: Apel, pisang, kembang kol, wortel, gandum, beras merah, millet, quinoa, buncis, kacang merah.

mikronutrien

Mikronutrien tidak diperlukan dalam jumlah yang sama seperti makro, namun masih sama pentingnya. Mikronutrien bekerja bersama dengan makronutrien untuk menjaga fungsi tubuh dan sangat penting untuk menjaga tingkat energi, metabolisme, fungsi seluler, dan kesejahteraan fisik dan mental.

Menemukan mikronutrien dalam pola makan nabati

Tidak ada satu tanaman yang dapat memastikan mengandung lebih banyak mikronutrien daripada yang lain karena levelnya sangat tergantung pada kandungan mineral tanah setiap tanaman tumbuh. Ada beragam mikronutrien, dengan segala sesuatu dari Vitamin A, B, C hingga untuk K, dan mineral seperti magnesium dan seng sangat penting bagi tubuh. Untuk memastikan Anda memasukkan sebanyak mungkin ini ke dalam diet Anda, Anda harus mencoba makan sebanyak mungkin dengan memasukkan berbagai ‘warna’ yang berbeda ke dalam setiap makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *