Gejala sosial atau hubungan antara dua atau lebih gejala sosial dijadikan sebagai penelitian sosial. Topik yang berhubungan dengan gejala sosial bisa menyangkut individu (misalnya, kepuasan kerja), kelompok (misalnya, struktur sosial), institusi (misalnya, iklim organisasi), dan juga lingkungan yang lebih luas seperti Negara (misalnya, pertumbuhan ekonomi nasional).

Jika demikian, studi tentang hubungan-hubungan antara dan di antara orang, kelompok, institusi, atau lingkungan yang lebih luas dinamakan dengan penelitian sosial. Penelitan sosial merupakan suatu tive penelitian yang dilakukan oleh ilmuan sosial (social scientist) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang berbagai aspek sosial sehingga kita dapat memahaminya.

Kata research dalam bahasa inggris berasal dari kata reserare (bahasa latin) yang berarti mengungkapkan. Secara etimologis, keta research (penelitian, riset) berasal dari kata RE dan TO search. Re berarti kembali dan to search berarti mencari. Jadi, secara etimologis, penelitan berarti mencari kembali.

Namun, makna yang terkandung dalam kata research jauh lebih luas daripada sekedar mencari kembali atau mengungkapkan. Ini terlihat dari definisi penelitian berikut “penelitian adalah penyelidikan yang sistematis untuk menemukan jawaban atas masalah. Penelitian dapat digambarkan sebagai upaya yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah spesipik yang memerlukan solusi. Ini adalah serangkaian langakah-langkah di rancang dan di ikuti, dengan tujuan menemukan jawaban terhadap isu-isu yang perhatian kepada kita dalam lingkungan kerja.”

Jadi, walaupun penelitian merupakan sentral untuk penyelidikan dan pencarian solusi atas masalah-masalah dan kegiatan akademik, belum ada consensus dalam literature tentang bagaimana oenelititian harus didefenisikan. Hussy menyatakan bahwa penelitian menyediakan suatu peluang untuk mengenali dan memilih satu masalah penelitian dan menyelidikinya secara bebas.

Berikut beberapa pendapat mengenai definisi penelitian yang dikemukakan oleh para ahli.
a. Menurut Suharjo Sukanto, penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan kontruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten yang bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi hasrat manusia untuk mengetahui apa yang sedang di hadapinya.

b. Menurut MARZUKI, penelitian merupakan usaha untuk menumukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.

Penelitian sosial adalah :
• penyelidikan-penyelidikan
• yang dirancang untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan sosial, gejala sosial, atau praktik-praktik sosial.
• Gejala sosial atau hubungan antara dua atau lebih gejala sosial dijadikan sebagai topik penelitian sosial.
Istilah sosial ini menunjuk pada
• hubungan-hubungan antara, dan di antara, orang-orang, kelompok-kelompok seperti keluarga, institusi (sekolah, komunitas, organisasi, dan sebagainya), dan lingkungan yang lebih besar.
• merupakan suatu proses yang terus menerus, kritis dan terorganisasi untuk mengadakan analisis dan memberikan interpretasi terhadap fenomena sosial yang mempunyai hubungan yang kait mengkait
• ciri khas dari ilmu sosial : sipeneliti harus mempunyai keterampilan yang khas dan harus didukung kerangka analitik dan teori dalam menganalisa sebab-akibat
• Fenomena-fenomena yang ditangani oleh si peneliti ilmu sosial lebih kompleks dengan data yang tidak eksak, serta tidak dapat dikontrol
• Permasalahan dalam ilmu sosial lebih banyak disebabkan oleh masalah orientasi yang sangat luas yang tidak dipunyai oleh ilmu eksakta.
• peneliti ilmu sosial tidak dapat menjadikan dirinya sebagai pengamat yang imparsial (jujur, adil), ia tidak dapat meneliti dan memperoleh pandangan tentang proses sosial itu sendiri. Akan tetapi perhatiannya, penilaiannya, tujuan akhirnya harus selalu berada dalam proses sosial itu sendiri
• peneliti ilmu sosial berpendapat bahwa dalam batas-batas tertentu, proses dalam masyarakat tidak kaku, tetapi fleksibel dan dapat diubah

Ciri-ciri penelitian sosial

1. Sistematis artinya bahasan tersusun secara teratur, berurutan menurut sistem.
2. Logis artinya sesuai dengan logika, masuk akal, benar menurut penalaran.
3. Empiris artinya diperoleh dari pengalaman, penemuan, pengamatan.
4. Metodis artinya berdasarkan metode yang kebenarannya diakui oleh penalaran.
5. Umum artinya menggeneralisasi, meliputi keseluruhan tidak menyangkut yang khusus saja.
6. Akumulatif artinya bertambah terus, makin berkembang, dinamis.