Tokoh adalah individu yang berperan dalam cerita. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di dalam berbagai peristiwa dalam cerita (Sudjiman, 1990:79). Penokohan merupakan salah satu unsur intrinsik karya sastra. Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita.

Semua cerita membutuhkan elemen-elemen tertentu yang diperlukan. Tanpa unsur-unsur ini, karya sastra sering gagal masuk akal.

Misalnya, salah satu elemen penting dari setiap cerita adalah alur cerita dengan serangkaian peristiwa. Elemen penting lainnya adalah tokoh. Penokohan dapat berupa siapa saja, figur, benda mati, atau hewan. Ada berbagai jenis tokoh, dan masing-masing melayani fungsi uniknya dalam sebuah cerita atau karya sastra.

Apa itu tokoh?

Tokoh adalah seseorang, hewan, makhluk, atau benda dalam cerita. Penulis menggunakan tokoh untuk melakukan tindakan dan berbicara dialog, menggerakkan cerita sepanjang alur cerita.

Sebuah cerita hanya dapat memiliki satu tokoh (protagonis) dan masih menjadi cerita yang lengkap. Konflik tokoh ini dapat berupa konflik batin (dalam dirinya sendiri), atau konflik dengan sesuatu yang alami, seperti mendaki gunung. Sebagian besar cerita memiliki beberapa tokoh yang berinteraksi, dengan salah satunya sebagai antagonis, yang menyebabkan konflik bagi protagonis.

Fungsi Penokohan

Fungsi utama tokoh dalam cerita adalah untuk memperluas atau memperpanjang plot, membuatnya mudah dibaca dan menarik. Banyak cerita menggunakan banyak karakter, dan setiap cerita memiliki karakter utama yang sangat mempengaruhi alur cerita.

Tokoh utama dapat berupa protagonis, antagonis, dinamis, statis, datar, atau bulat. Pembaca merasa bahwa karakter yang diberikan dalam karya sastra ada, dan mereka senang membaca tokoh dan tindakan mereka yang nyata dan hidup.

Jenis Penokohan

Ada banyak jenis tokoh yang meliputi:

Orang kepercayaan

Orang kepercayaan adalah seseorang di mana tokoh utama mengaku. Dia mengungkapkan pikiran, niat, dan sifat-sifat kepribadian tokoh utama. Namun, orang kepercayaan tidak harus menjadi seseorang. Hewan juga bisa menjadi orang kepercayaan.

Tokon Dinamis

Tokoh dinamis berubah selama novel atau cerita. Perubahan tokoh atau pandangannya bersifat permanen. Itulah sebabnya kadang-kadang karakter yang dinamis juga disebut “tokoh yang berkembang.”

Tokoh Statis

Tokoh statis tetap sama sepanjang keseluruhan cerita. Bahkan peristiwa dalam sebuah cerita atau novel tidak mengubah pandangan, persepsi, kebiasaan, kepribadian, atau motivasi karakter.

Antagonis

Antagonis adalah orang jahat, atau lawan protagonis atau karakter utama. Tindakan dalam cerita muncul dari konflik antara protagonis dan antagonis. Antagonis dapat berupa seseorang, benda mati, binatang, atau alam itu sendiri.

Protagonis

Setiap cerita memiliki protagonis, karakter utama, yang menciptakan aksi plot dan melibatkan pembaca, membangkitkan empati dan minat mereka. Tokoh protagonis sering kali adalah pahlawan atau pahlawan dalam cerita, karena seluruh plot bergerak di sekelilingnya.

Tokoh Bulat

Tokoh bulat adalah tokoh yang berkembang dengan baik dan kompleks dalam sebuah cerita. Mereka lebih realistis, dan menunjukkan kedalaman kepribadian mereka. Mereka dapat membuat keputusan yang mengejutkan atau membingungkan, dan menarik perhatian pembaca. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi mereka, dan tokoh bulat bereaksi terhadap faktor-faktor tersebut secara realistis.

Tokoh datar

Tokoh datar tidak berubah selama cerita. Juga, dia biasanya hanya mengungkapkan satu atau dua ciri kepribadian.

Tokoh Stok

Tokoh stok adalah karakter datar yang langsung dikenali oleh pembaca. Seperti karakter yang datar, karakter utama tidak mengalami perkembangan apa pun di sepanjang cerita.