Pengertian Prasangka dalam Sosiologi

Pengertian Prasangka

Sudah banyak orang yang menggunakan istilah prasangka untuk percakapan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ilmu sosiologi, prasangka ini dipelajari dalam suatu pengertian dan contoh tertentu. Pengertian prasangka dalam ilmu sosiologi sendiri adalah sikap yang cenderung negatif yang diterapkan kepada anggota suatu kelompok tertentu.

Sikap negatif ini bahkan diberikan oleh suatu kelompok lain kepada seseorang hanya karena orang tersebut tergabung dalam kelompok tertentu, sekalipun orang-orang tersebut belum mengenal orang itu secara individu. Dengan begitu, betapapun baik atau buruknya tingkah laku seseorang, prasangka dari kelompok tertentu akan tetap cenderung negatif.

Pengertian Prasangka

Pengertian Prasangka

Pengaruh atau Dampak Prasangka

Dalam ilmu sosiologi, pengaruh atau dampak dari prasangka suatu kelompok atau individu terhadap anggota kelompok laina ada dua jenis. Jenis yang pertama adalah seseorang yang meiliki prasangka buruk terhadap orang lain, maka akan mudah sekali untuk diingat. Sehingga, ketika orang yang dikenai prasangka buruk ternyata memiliki kenyataan yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh si pemberi prasangka buruk tersebut, maka orang pemberi prasangka akan mendapatkan lebih besar perhatian daripada sebelumnya, karena apa yang ia duga ternyata sungguh terjadi.

Dampak kedua adalah adanya stereotip dalam orang yang dikenai prasangka negatif. Maksud dari kalimat ini adalah orang yang mempunyai prasangka buruk terhadap seseorang, maka nantinya emosi yang dimilikinya akan turut negatif pula, dan prasangka ini juga bbisa memunculkan beberapa tingkah laku yang bersifat negatif yang akan dikenai ke orang yang diberi prasangka negatif tersebut.

Beberapa pernyataan di atas, bisa digunakan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan bahwa prasangka bisa menjadikan awal mula dari sikap yang kurang nyaman untuk orang lain. Prasangka buruk akan terwakili lewat sikap-sikap yang kurang menyenangkan, dan sikap ini bisa berupa sikap sadar maupun sikap yang tidak sadar.

Sehingga, akan lebih baik bagi kita untuk menghindari sejauh mungkin prasangka yang terjadi dalam diri kita, sehingga sikap kita di mata orang lain pun akan terlihat baik dan semua berjalan dengan baik pula.