Pengertian defek massa

Dalam fisika dan kimia, defek massa mengacu pada perbedaan massa antara atom dan jumlah massa proton, neutron, dan elektron atom.

Massa ini biasanya dikaitkan dengan energi ikat antar nukleon. Massa yang “hilang” adalah energi yang dilepaskan oleh pembentukan inti atom. Rumus Einstein, E = mc2, dapat diterapkan untuk menghitung energi ikat inti. Menurut rumus, ketika energi meningkat, massa dan inersia meningkat. Menghilangkan energi mengurangi massa.

Contoh defek massa

Kita tahu bahwa inti atom terdiri dari proton dan neutron; secara kolektif dikenal sebagai nukleon. Ditemukan bahwa massa inti yang diukur selalu kurang dari jumlah massa masing-masing proton dan neutron yang menyusunnya. Mari kita ambil contoh helium.

Sebagai contoh, atom helium yang mengandung dua proton dan dua neutron (empat nukleon) memiliki massa sekitar 0,8 persen lebih rendah dari massa total empat inti hidrogen, yang masing-masing mengandung satu nukleon. Helium ini terdiri dari dua proton dan dua neutron. Massanya dapat dihitung sebagai:

defek massa

defek massa

massa proton = 2 × 1,00815
massa neutron = 2 × 1,00899 = 4,03428

Namun, massa eksperimental dari inti helium hanya 4.00388. Ini kurang dari 0,03040 amu dari yang dihitung di atas. Ini disebut defek massa inti helium. Perbedaan antara massa eksperimental dan dihitung dari nukleus disebut defek Massa atau Mass defisit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *