Peninggalan, Cara Hidup, serta Ciri Zaman Neolitikum

Setiap pembabakan zaman prasejarah tentunya memiliki ciri kehidupan dan peninggalan-peninggalan yang berbeda sesuai dengan zamannya masing-masing. Hal tersebut diketahui setelah banyaknya ditemukan fosil-fosil manusia purba dan benda-benda peninggalannya. Diantara beberapa pembabakan zaman yang ada, pada kesempatan ini akan dipaparkan benda-benda peninggalan, cara hidup serta ciri pada zaman Neolitikum. Semoga bermanfaat !!

Peninggalan Zaman Neolitikum

  1. Kapak Persegi

Misalnya :

Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.

Fungsi:

  • sebagai cangkul/pacul.
  • sebagai alat pahat/alat untuk mengerjakan kayu sebagaimana lazimnya pahat.

Bahan untuk membuat kapak disamping dibuat dari batu api/chalcedon yang hanya dipergunakan sebagai alat upacara keagamaan, azimat atau tanda kebesaran.

1

  1. Kapak Bahu

            Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi, hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa.

2

  1. Kapak Lonjong

            Kapak Lonjong banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak.

            Fungsi : sebagai cangkul/pacul.

3

Cara Hidup pada zaman Neolitikum

Cara hidup zaman neolithikum membawa perubahan-perubahan besar, karena pada zaman itu manusia mulai hidup berkelompok kemudian menetap dan tinggal bersama dalam kampung. Berarti pembentukan suatu masyarakat yang memerlukan segala peraturan kerja sama. Pembagian kerja memungkinkan perkembangan berbagai macam dan cara penghidupan di dalam ikatan kerjasama itu.

Dapat dikatakan pada zaman neolithikum itu terdapat dasar-dasar pertama untuk penghidupan manusia sebagai manusia, sebagaimana kita dapatkan sekarang.

Kira-kira 2000 tahun SM, telah datang bangsa-bangsa baru yang memiliki kebudayaan lebih maju dan tinggi derajatnya. Mereka dikenal sebagai bangsa Indonesia Purba.

Ciri-Ciri Zaman Neolitikum

  •  Peralatan sudah dihaluskan dan diberi tangkai.
  • Alat yang digunakan antara lain kapak persegi dan lonjong.
  •  Pakaian terbuat dari kulit kayu dan kulit binatang.
  •  Perhiasan terbuat dari kulit kerang, terrakota dan batu.
  •  Tempat tinggal menetap (sedenter).
  •  Memiliki kemampuan bercocok tanam.
  • Menganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme.