Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim dan perdagangan yang berkembang antara abad ke-7 dan ke-13, sebagian besar di tempat yang sekarang disebut Indonesia. Kerajaan Sriwijaya berasal di Palembang di pulau Sumatra dan segera memperluas pengaruhnya dan menguasai Selat Malaka.

Kekuatan Sriwijaya didasarkan pada kontrolnya terhadap perdagangan laut internasional. Itu menjalin hubungan dagang tidak hanya dengan negara-negara di Kepulauan Melayu tetapi juga dengan Cina dan India.

Sriwijaya juga merupakan pusat keagamaan di wilayah tersebut. Sriwijaya menganut Buddhisme Mahayana dan segera menjadi titik perhentian bagi peziarah Budha Tiongkok dalam perjalanan mereka ke India. Raja-raja Sriwijaya bahkan mendirikan biara-biara di Negapattam (sekarang Nagappattinam) di India tenggara.

Sriwijaya terus tumbuh; pada tahun 1000 ia menguasai sebagian besar Jawa, tetapi segera hilang ke Chola, kerajaan maritim dan komersial India yang menemukan Sriwijaya menjadi hambatan pada rute laut antara Asia Selatan dan Asia Timur.

Keruntuhandan kemunduran

Pada 1025 Chola merebut Palembang, menangkap raja dan membawa harta bendanya, dan juga menyerang bagian lain kerajaan. Pada akhir abad ke-12, Sriwijaya telah direduksi menjadi sebuah kerajaan kecil, dan peran dominannya di Sumatra telah diambil oleh Malayu (berbasis di Jambi), pengikut Jawa. Kerajaan Jawa, Majapahit, segera mendominasi panggung politik Indonesia.

Faktor penyebab runtuhnya kerajaan Sriwijaya adalah:

  • Serangan Rajendra Chola I Pada tahun 1017 dan 1025 membuat luluh lantak kerajaan sriwijaya
  • Melemahnya Sriwijaya dimanfaatkan oleh taklukannya melepaskan diri
  • Daetah basis ekonomi kerajaan sriwijaya lepas satu persatu
  • Munculnya kerajaan baru yang kuat seperti Dharmasraya
  • Mulai berkembangnya pengaruh kerajaan islam, yaitu Kerajaan Samudera Pasai.
Loading...

1 comment on “Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya

Comments are closed.